
Bertepatan dengan Restu mengepalkan tangannya kehadapan muka Darwin.Bagas yang telah selesai meeting dengan rektor universitas Parapemuda Utama saat melintas tak sengaja melihat kejadian itu.Bagas ingin menghampiri mereka, namun mengurungkan niatnya karena Cinta menatap kearahnya.
Setelah Bagas masuk ke dalam mobil.
"Apa yang terjadi?" Bagas setelah duduk dibangku belakang.
Leo menelpon salah satu orang yang selalu menjaga Cinta.Leo sengaja menghidupkan loudspeaker.
"Ya,tuan Leo."Jawab bodyguard dari sebrang telpon.
"Apa yang terjadi?" Leo dengan nada datar.
"Pemilik jaya bakery tempat nona Cinta bekerja menemui nona Cinta, tuan.Untuk menyerahkan gaji nona Cinta."
"Kenapa tuan Restu seperti marah."
"Pemilik toko jaya bakery ingin memeluk nona Cinta sebagai perpisahan namun tuan Restu tak mengizinkannya tuan.Tuan Restu malah menyuruh memeluk pukulannya ,tuan." Jawab bodyguard dengan panjang lebar.
penjelasan sang bodyguard, membuat Bagas menyungging senyum meski tak kelihatan.
"Kenapa dengan tangannya." Suara Bagas dengan serius.
"Tangan nona Cinta terjepit pintu mobil saat pulang dari taman kemarin,tuan Muda.Itu kelihatannya plaster anti nyeri tuan muda.Mungkin orang tua nona Cinta yang membalutnya karena setelah dari taman tuan Restu dan nona Cinta ke DnC Restaurant.Saat nona Cinta keluar beserta keluarga dari DnC Restaurant saya lihat tangan nona sudah dibalut."
"Kenapa tak bilang dari kemarin?"
"Maaf tuan muda.Saya takut tuan muda cemas."
Bagas menghela nafas.
"Mulai sekarang apapun tentangnya laporankan jangan ada yang ditutupi."
"Baik tuan muda,saya mohon maaf,saya tidak akan mengulangi kesalahan saya lagi."
"Hhhheeemmmm"
Leo mematikan panggilan telponnya.
Bagas mensandarkan badannya kesadaran kursi dan memejamkan mata.
"Kamu percaya adanya Cinta sejati.Seperti cerita Romeo Juliet,Laila Qais.Nyatanya didunia itu memang ada cerita seperti itu,ada beberapa orang yang beruntung mengalami itu.Aku rasa kalian berdua sedang mengalami itu.Jadi jangan menyakiti dirimu sendiri jika kamu tak ingin dia juga terluka." seperti biasa Leo menasehati Bagas.
Bagas hanya diam mencerna nasehat Leo.
Keesokan harinya.
"Kita ada masalah di Utama Group." Tuan Wiraatmadja dengan cemas.
"Ada apa yah/pa?" Cinta dan Restu bersamaan.
"Kontainer logistik kita untuk Utama Group tertahan dijalan tol belum tahu penyebabnya." Jelas tuan Wiraatmadja.
"Kok bisa pa,kalau soal teknis kita selalu rajin mengecek armada kita." Restu dengan heran.
"Papa juga tak tahu nak." Jawab tuan Wiraatmadja.
"Begini saja pa.Papa dan mama ke DnC saja, Cinta ke gedung Utama Group,pasti orang-orang kita disana sekarang sedang cemas juga,tenangkan mereka.Restu akan mengecek kontainer kita."
__ADS_1
"Kakak hati-hati."pesan Cinta.
"Kamu juga dek,sebaiknya kamu membawa sopir dek."Restu dengan pelan namun penuh penekanan.
Cinta menganggukkan kepala.
"Kalian bawa ini,sempatkan dimakan."Nyonya Wiraatmadja menyodorkan dua tepak bekal berisi roti kehadapan kedua anaknya.
"Bunda dan ayah." Cinta menerima bekal yang sudah dimasukkan kedalam tas kecil.
"Bunda dan ayah bisa sarapan di restoran." Jawab tuan Wiraatmadja.
"Baiklah Cinta berangkat dulu ayah bunda,Cinta berangkat dulu,kak." Cinta mencium punggung tangan kedua orang tuanya.
"Restu juga berangkat sekarang,pa ma." Restu mencium punggung tangan kedua orang tuanya.
"Hati-hati kalian." Tuan dan nyonya Wiraatmadja bersama-sama.
"Ya pa ma/ya ayah bunda." Restu dan Cinta bersama-sama.
Mereka berdua meninggalkan mansion untuk pergi ketujuan masing-masing, selang beberapa menit tuan dan nyonya Wiraatmadja juga pergi ke DnC Restaurant.
Jam 08.00 di gedung Utama Group.
Para karyawan sudah berada dibagian kerjanya masing-masing.Sedang Bagas yang baru satu langkah menginjakkan kaki di gedung Utama Group lewat pintu khusus menghentikan langkahnya dan memegangi dadanya, karena merasa jantung berdetak lebih cepat.
"Kenapa Lee bukankah aku rutin mengecek kesehatanku,tapi ni kenapa jantungku berdebar kencang sekali."
"Apa yang anda rasakan,tuan." Leo memegang Bagas dari belakang.
"Panggilkan team medis keruangan tuan muda sekarang." Leo memerintahkan bodyguardnya dengan tegas.
"Aku tak apa Lee." Bagas menegakkan badannya dan membenarkan jasnya.
Cinta yang juga baru menginjakkan kakinya di gedung Utama Group lewat pintu utama juga menghentikan langkahnya, Cinta juga memegang dadanya karena merasa jantungnya berdebar.
Cinta berharap hari ini tak kan bertemu Bagas.
Karyawan DnC Restaurant yang melihat Cinta langsung menghampiri.
"Nona,baik-baik saja." Orang kepercayaan DnC Restaurant yang bertugas di Utama Group.
"Baik pak Hardi.Bagaimana pak."Cinta balik bertanya.
"Kami sedang cemas nona.Seharusnya kami sudah mulai masak jam segini." Pak Hardi mengikuti Cinta ke resepsionis.
"Dari DnC Restaurant,mbk." Cinta berbicara dengan resepsionis.
Resepsionis yang masih mengingat betul wajah Cinta segera memberi ID kepada Cinta, karena takut dapat teguran lagi dari tuannya.
Cinta segera naik ke lantai lima dimana disana tempat istirahat dan tempat DnC Restaurant mengolah makanan.
Diruang masak DnC Restaurant di gedung Utama Group para koki juga sedang cemas.
"Nona,nona,nona." Mereka bersahutan menyapa Cinta.
Cinta menganggukkan kepala.
__ADS_1
"Menu kita hari ini seharusnya apa." Tanya Cinta.
"Seharusnya capcay dan ayam goreng." Jawab pak Hardi.
"Ayamnya sudah siap."
"Sudah nona,sebagian karyawan sedang membersihkannya nona."
"Begini pak Hardi.Saya akan coba menemui pihak Utama Group.Menu hari ini kita ubah ayam geprek, semoga mereka menyetujuinya."
"Apa perlu saya temani nona."
"Tak usah pak Hardi."
Cinta segera ke ruang personalia untuk mengutarakan niatnya.
Di ruang kepala personalia.Setelah Cinta mengutarakan niatnya.Kepala personalia menelpon Bagas, untuk minta persetujuannya.
"Maaf tuan ada perwakilan dari DnC Restaurant, ingin mengganti menu makan siang hari ini.Menu yang dijadwalkan hari ini nasi capcay dengan lauk ayam goreng diganti dengan nasi dengan ayam geprek , tuan.Menurut keterangan logistik yang sedang mengangkut bahan makanan DnC Restaurant sedang tertahan dijalan tol belum tahu penyebabnya."Kepala personalia meminta izin.
"Siapa perwakilan dari DnC Restaurant."
"Nona Cinta,tuan."
"Ternyata kamu ada disini." Bagas dalam hati.
"Tuan anda masih mendengarkan saya."
"Ya, izinkan." Bukan Bagas melainkan Leo.
"Baik tuan."
Panggilan telepon berakhir.
"Apa perlu aku panggilankan dia kesini.Mungkin ada yang ingin kalian obrolkan."
Bagas masih memejamkan mata sambil menggelengkan kepala.
"Kirim beberapa orang kesana, lihat apa yang sedang terjadi." Bagas memerintahkan Leo.
Tanpa bersuara Leo meninggalkan ruangan Bagas.
Disisi lain Cinta yang baru keluar dari ruang personalia tak sengaja mendengar pembicaraan dua karyawan cleaning servis Utama Group.
"Apa kamu tahu, kalau tuan Bagas sakit.Tadi dokter klinik memeriksanya."Kata seorang karyawan Utama Group.
"Bagaimana tak sakit,kerja pulang larut,makan siang tak disentuh." Jawab temannya.
"Bagaimana kamu tahu?" Tanya balik karyawan Utama Group.
"Kata satpam dan aku yang slalu membersihkan makan siangnya." Jawab sang teman.
"Sudah ayo kita kerja lagi." Ajak salah satu dari mereka.
Yang disetujui oleh temannya.
Setelah mendengar pembicaraan mereka, Cinta juga meninggalkan tempat tersebut menuju lantai lima.
__ADS_1
"Pak Hardi menu hari ini ayam geprek disetujui oleh pihak Utama Group." Cinta saat bertemu pak Hardi.
"Syukur nona.Baik kita kerjakan sekarang nona." Pak Hardi meninggalkan Cinta menuju dapur.