
Cinta yang baru saja menginjakkan kaki di restoran tiba-tiba.
"Cinta,bahaya ini, bahaya ini." Sari sang sekretaris ayahnya.
"Ada apa?" Cinta dengan santai.
"Tuan dan nyonya pergi bertemu klien tapi dokumen tertukar." Sari dengan cemas.
Cinta mengambil dokumen dari tangan Sari.
Cinta melihat sampul dokumen tersebut.
"What,kok bisa." Cinta kaget.Cinta yang mengetahui pentingnya pertemuan kedua orang tuanya dengan perusahaan Utama.
"Tidak penting, yang terpenting sekarang, bagaimana dokumen ini bisa ketangan tuan dan nyonya sebelum jam satu." Jelas Sari.
Cinta melihat jam dipergelangan tangannya.Tanpa menunggu lama, Cinta segera berlari keluar restoran berharap ada ojol,taxi,tumpangan atau apalah,tapi sialnya Cinta tak menemukannya.
Cinta segera berlari keparkiran yang berada dibelakang restoran.
Cinta melihat motor yang tak asing baginya,sudah menyala dan siap untuk digunakan,tanpa berpikir panjang Cinta segera menaikinya.
Cinta menarik setir gas membuat motor metik itu langsung melaju.
Sementara yang punya langsung berlari mengejarnya.
__ADS_1
"Mbak Cinta jangan,itu remnya rusak." Pak Agung berteriak sekencang mungkin sambil berlari berusaha mengejar Cinta.
Tapi sayangnya teriakan pak Agung tak didengar oleh Cinta.
Karena tidak mungkin bisa mengejar,pak Agung menghentikan langkahnya tepat didepan pintu masuk restoran.
Ya Cinta mengetahui sepeda itu milik pak Agung salah satu satpam restoran ,Cinta juga sering pinjam saat ada keperluan disekitar restoran,karena ribet jika harus menggunakan mobil.
"Ada apa pak Agung." Sari berdiri tepat di depan pintu restoran.
"Mbak Sari.Mbak Cinta pergi kemana?" Pak Agung dengan nafas yang tersengal-sengal.
"Perusahaan Utama Group." Jawab Sari dengan singkat.
"Aduh pak Agung ini bagaimana, sepeda rusak masih saja dibawa ke tempat kerja,kalau sepeda rusak itu dibawa ke bengkel pak." Gerutu Sari.
Sari merogoh saku blazernya mengambil ponsel miliknya dan segera menelpon Cinta.
"Tak diangkat." Sari cemas.
"Mbak Sari kita susul saja mbak Cinta." Sahut pak Agung.
"Pak Agung pinjam motor siapa gitu,kita kejar Cinta sekarang pak.Saya tunggu disini pak." Sari dengan cepat.
Pak Agung segera berlari keparkiran meminjam motor milik temannya.
__ADS_1
"Mbak Sari ayo." Teriak pak Agung yang sudah siap diatas motornya.Sambil menyerahkan helm ke Sari.
"Tadi Cinta menggunakan helm tidak pak." Sari sambil memasang helm dikepalanya.
"Tidak mbk." Pak Agung dengan segera.
"Ya Tuhan kenapa jadi berantakan begini hari ini." Sari sambil naik dijok belakang motor.
"Yang cepat ya pak,tapi hati-hati juga." Lanjut Sari.
"Semoga hari ini keberuntungan berpihak kepada kita, aamiin." Sari dalam hati.
Sementara Cinta yang tidak mengetahui motor yang digunakan remnya blong terus saja menarik setir gasnya.
Dari jauh Cinta mengetahui ada lampu merah diperempatan depan,segera menarik tukas rem.Cinta menariknya berulang kali tapi tak ada reaksi dari motor yang dikendarainya.
Cinta semakin panik, ketika motornya terus mendekat ke lampu merah sementara didepannya ada mobil mewah yang sedang berhenti.
Cinta yang yang panik membelokkan sedikit motornya kekanan, tetapi motor yang dikendarai Cinta yang sudah tidak bisa dikendalikan tiba-tiba.
"Ssssrrrreeeetttt."
Motor yang dikendarai Cinta menyrempet mobil mewah itu,sehingga membuat banyak goresan dibody mobil sebelah kanan,dari belakang sampai kedepan.
Tak hanya disitu, motor Cinta yang tak terkendali terus melaju.Tanpa Cinta sadari dari arah kanan ada pengendara motor lain yang juga sedang melaju dengan kecepatan sedang.Pengendara motor itu tak bisa mengendalikan motornya karena jarak mereka terlalu dekat.Membuat kecelakaan tak bisa dielakkan.Cinta dan motornya terseret beberapa meter dari posisi semula, pengendara itupun ikut terjatuh juga .
__ADS_1