
Sedang didalam mobil,Leo yang siap dibangku kemudi dikejutkan keberadaan Dion yang sudah berada didepan mobil dengan merentangkan kedua tangannya.
Bagas yang ada di bangku belakang menghela nafas.
"Buka pintunya Lee."
Leo membuka pintu mobil bagian depan sebelah kiri.
Dion segera masuk dan menutup pintunya kembali.
Leo mengemudikan mobilnya.
"Kalian tega." Dion membetulkan posisi duduknya.
"Kenapa mengejar kami,mau minta ganti rugi uang lo tadi." Bagas sibuk dengan handphonnya.
"CK." Dion menetap lurus kedepan.
"Kalau gue minta ganti uang gue, sudah dari dulu gue minta ganti.Ini sudah ke sekian kalinya gue bayarin lo semua makan." Gerutu Dion.
"Terus..." Lanjut Bagas.
"Gue ikut kalian saja."Dion sambil memakai sabuk pengaman.
"Kita mau pulang tuan." Leo dengan tetep fokus pada jalan didepannya.
"Tak apalah ketimbang gue bete sendirian." Dion tak bersemangat.
"Mobil lo." Bagas menyelidik.
__ADS_1
"Nanti biar diambil sopir gue." Dion santai.
"Yang penting bukan orang gue aja yang lo suruh ambil mobil lo." Bagas sinis.
"Kagak lah.Kapok gue.Gimana tak kapok tiap gue pakai orang lo.lo potong gaji gue." Bagas sewot.
Ya Bagas pernah ngerjain Dion. Motong gaji Dion.Tapi tak jarang juga Bagas kasih bonus ke Dion.
"Potongan sama bonus,masih gedean bonus yang gue kasih.
Bete kenapa lo.Bete Lo paling tak jauh dari yang namanya perempuan." Ketus Bagas.
"Ketimbang bete Lo pada,soal kerjaan mulu.Gue sumpahin lo pada ketemu cewek sampai Lo bucin sebucin bucinnya." Dion menekan kata-katanya.
" Sumpah lo tidak berlaku disini." Bagas mengambi botol mineral yang tinggal seperempat lalu memukul ke kepala Dion dari belakang.
"Bete kenapa lo?" Bagas meletakkan botol mineral ketempat semula.
"Gue tadi janjian ketemu sama cewek,gue kenal lewat ig, difoto biiih cakep banget sop.Tapi fakta lapangan....." Dion dengan lesu.
"Tambah cakep gitu." Goda Bagas padahal Bagus sudah bisa menebak.
"Boro-boro cakep,masih cakepan ART gue." Dion dengan kesal.
"Dan lo kabur sebelum ketemuan, sudah bisa ditebak." Bagas melengos.
"Dasar buaya buntung, kambing dibedakin juga cantik menurut lo." Bagas melanjutkan ucapannya.
"Tak apalah,ketimbang kayak lo pada.Muka ganteng tapi masih gantengan gue sih,kaya raya, jabatan CEO muda ta..." Dion tak melanjutkan ucapannya, karena merasa mobil yang ditumpangi tak bergerak.
__ADS_1
Benar saja Leo menepikan mobilnya dan berhenti ditepi jalan.
Bagas dan leo menatap Dion dengan tajam.Seakan siap menguliti Dion.
Dion yang ditatap menjadi gugup.
"bercanda sob, gitu aja sensi.Seperti perempuan saja." Dion sambil mengangkat tangannya dan menekuk tiga jarinya,tersisa jari telunjuk dan jari tengah membentuk huruf v.
Leo menginjak pedal gas dan melajukan mobilnya.
"Apa benar kalian tak tertarik dengan yang mananya perempuan?" Lanjut Dion.
"Lee didepan ada lapangan kosong, kita berhenti disitu,kita hajar ni orang.Dari tadi ngoceh ,tak ada guna." Bagas dengan tegas.
"Baik tuan." Leo dengan lantang.
Ketika dekat dengan lapangan yang dimaksud Bagas.Leo benar-benar menginjak pedal rem seakan memberhentikan mobilnya.
"Kalian tak sungguh-sungguh kan." Dion gugup.
Kalau soal berantem Bagas dan Leo jangan tanya, merekalah pakarnya.
Hanya sekali pukul bisa merobohkan Lawannya.
Leo tak benar-benar menghentikan mobilnya,Leo hanya mengerjai Dion.
Dion bernafas lega.
Memang benar Bagas dan Leo akan sensitif jika berhubungan dengan perempuan.
__ADS_1