Cinta Tanpa Restu

Cinta Tanpa Restu
Bab 70


__ADS_3

Setelah Restu diizinkan masuk.


"Silahkan ikut saya tuan Restu."


"Anda mengenal saya nona."


"Maaf."


Restu hanya diam.Restu berfikir ini mungkin yang dikatakan Leo tadi , kalau Cinta masih dalam perlindungan Bagas.


"Berapa banyak teman anda disini,nona."


"Semua yang ada disini masuk team Black Jaguar,tuan.Disini ada tiga puluh kamar,setiap kamar dihuni dua orang"


"Gila, sesepesial apa Cinta dihadapan Bagas sampai menempatkan bodyguard sebanyak ini untuk melindungi Cinta.Siapa yang tak tahu black Jaguar." Restu dalam hati.


Tak terasa mereka berdua sudah ada di depan pintu kamar yang ditempati Cinta.


"Mohon tidak berisik tuan.Nona Cinta sedang tidur, beliau baru tidur jam sembilan tadi."Silvy membuka pintu kamar dengan perlahan.


Sebenarnya Restu sudah tidak sabar ingin bertemu Cinta,dan menanyakan apa yang terjadi,nanun Restu mengingat pesan Silvy.


Restu membuka sepatu dan perlahan masuk ke dalam kamar dimana Cinta sedang tertidur pulas.Silvy mengikuti Restu masuk dan menutup pintunya kembali.


Silvy memilih duduk dipojok tanpa beralaskan apapun.Sedang Restu terus mendekat kearah Cinta dan duduk di dekat Cinta.


Restu nampak ingin menyingkirkan rambut yang sebagian menutupi muka Cinta, namun Restu mengurungkan karena takut Cinta terbangun.


Hampir satu jam Restu dan Silvy duduk di dalam kamar tanpa bersuara menunggui Cinta tidur.


Cinta mengeliat dan perlahan membuka matanya.Pertama yang dilihat Cinta adalah wajah Restu sedang tersenyum.Karena maresa tak percaya apa yang dilihatnya, Cinta mengucek matanya.


"Masih mengantuk." Suara Restu membuat Cinta kaget dan percaya kalau ini nyata.


"Kakak." Cinta segera duduk.


"Anak nakal." Restu menyentil dahi Cinta.


"Maaf." Cinta menundukkan kepalanya.


"Sampai kapan kamu akan terus disitu, cepat mandi dan kita pulang tak ada penolakan sama sekali,atau kamu memang suka kalau kakak menunggu lebih lama lagi."


Tanpa bersuara Cinta turun dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi dengan hati yang campur aduk.


Dengan Cepat Cinta menyelesaikan mandinya.Cinta keluar kamar mandi sudah mengenakan celana jens dan kaos oblong sambil mengeringkan rambutnya.


"Sejak kapan kamu merubah style pakaianmu"Restu heran, karena selama ini yang Restu ketahui Cinta tak pernah memakai celana.


"Aku ketularan Silvy tu kak.Mana pernah dia pakai rok atau dres." Cinta mencari pembenaran.Sebenarnya Cinta merubah penampilan supaya tidak dikenali orang disekitarnya.


"Mengapa anda menyangkut pautkan dengan saya,nona.Saya seperti ini karena tuntutan pekerjaan." Jawab Silvy.


"Ish..." Cinta mendengus.


"Cepat berkemas,kita segera pulang."Restu dengan tegas.


"Tapi kak."

__ADS_1


"Tak ada tapi-tapian,atau papa dan mama yang akan menjemput kamu."


Cinta menggelengkan kepalanya.


"Lima menit." Restu tak terbantahkan.


"Ish... kebiasaan. Tiga puluh menit, Cinta juga belum sholat dhuhur."Cinta dengan cemberut.


setelah mengerjakan sholat.Cinta duduk di depan meja rias mengoleskan pelembab,suncreen dan bedak kewajahnya.Cinta juga memakai pelembab bibir.Memakai handbody,menyemprotkan sedikit parfum dan menyisir rambutnya.Semua itu tak luput dari pengamatan Restu.


"Cewek seribet itukah,nona." Restu menyindir Cinta, namun Silvy yang diajak bicara oleh Restu.


"Hhaaa" Silvy yang baru sadar jika diajak bicara Restu.


"Nyindir Ceritanya." Sahut Cinta.


"Cepat berkemas."Restu dengan tidak sabar.


"Iya sebentar bawel."Cinta dengan cemberut.


"Kak,bisa ambilkan." Cinta menunjuk diatas almari baju terdapat koper berukuran sedang.


Restu berdiri, berjalan kearah almari dan berjinjit untuk mengambil koper.


Cinta segera mengemas barang-barangnya.


"Biar saya bantu,nona."Silvy mendekat kearah Cinta.


"Hey sejak kapan panggilanku berubah." Cinta sambil mengamati Silvy.


Silvy memandang Restu.


"Sudah cepat bereskan." Restu dengan muka serius.


Cinta dibantu Silvy memasukkan barang-barangnya ke dalam koper.


"Sudah kak." Cinta menurunkan koper dari atas ranjannya.


"Baiklah nona, terima kasih.Dan tolong sampaikan terima kasih saya untuk tuan anda." Restu pamit.


"Apa maksudnya kak." Cinta yang tak paham atas pembicaraan kakaknya.


"Tak penting." Jawab Restu.


"Iya,tuan.Akan saya sampaikan." Jawab Silvy.


Cinta dan Restu meninggalkan kamar tersebut diikuti Silvy.


"Aku pasti akan merindukanmu Silvy." Cinta setelah sampai didekat mobil.


Cinta dan Silvy berpelukan.


"Kita masih bisa bertukar kabar lewat pesan,nona.Jaga diri baik-baik nona." Silvy mengurai pelukannya.


Cinta masuk kedalam mobil dan Restu mulai menjalankan mobil mewahnya.


Cinta melambaikan tangan tanda perpisahan dengan Silvy.

__ADS_1


Restu memberhentikan mobilnya di taman kota.Restu mencari tempat yang sepi.Ada beberapa hal yang akan Restu tanyakan.


"Sekarang ceritakan."Restu setelah mendudukkan pantatnya dikursi panjang ditaman.


"Hhhaaa" Cinta mengeser duduknya menghadap ke Restu.


"Mulai sekarang berjanjilah,kamu takkan berbohong lagi,ini kebohongan kamu yang terakhir.Jika kamu berbohong lagi,kakakmu ini takkan berumur panjang." Restu mengeser duduknya menghadap ke Cinta dan mengatupkan kedua tangannya dipipi Cinta.


"Kakak." Cinta memandang Restu.


"Ceritakan." Restu mengeser duduknya dan memandang lurus kedepan.


Cinta menyandarkan kepalanya dibahu sang kakak.


"Dia ngambil ciuman pertamaku,kak.Aku nya nangis,dia menyakiti dirinya sendiri." Cinta mengenang kejadian itu.


"Dan apa kamu tahu,dia depresi dan dirawat dirumah sakit selama satu bulan." Cinta menegak duduknya dan memandang Restu serius.


"Serius kak." Cinta yang tak percaya akan ucapan sang kakak.


Restu menganggukkan kepala.


Cinta juga menceritakan saat setelah Bagas dibawa ke rumah sakit dan pembicaraan dengan pak Danang.


"Apa kamu mencintainya dek."


"Hhhaaa."


"Apa kamu mencintainya."


Cinta menggelengkan kepala.


Cinta tak tahu apakah dirinya mencintai Bagas atau tidak.


"Apa kamu tertarik dengannya."


"Wanita mana yang tak tertarik dengannya,kak.Tampan,kaya, mempunyai kedudukan tinggi, mempunyai karir cemerlang.Semua wanita pasti mengidolakan dia,kak."


"Kamu sendiri."


"Cinta takut mengidolakan dia,kak.


Dibalik kesuksesan dan gemerlap hidupnya pasti anginnya juga semakin kencang,kak.


Kalau Cinta bersanding dengannya,Cinta takut tak kan mampu menghalau angin itu,kak.


Kalau Cinta sich yang pasti-pasti saja.Dari pada sakit hati.Lebih baik buang rasa itu." Cinta membuang nafas dengan kasar.


"Mulai sekarang berjanjilah,kamu tak kan berbohong lagi.Apapun yang terjadi cerita sama kakak.Kita hadapi bersama.Kakak akan ada slalu buat kamu."Restu menggenggam kedua tangan Cinta dengan kedua tangannya.


Cinta menganggukkan kepala.


"Sebaiknya kita segera pulang." Restu beranjak dari tempat duduknya.


Cinta mengikuti Bagas.


"Ingin sesuatu." Restu menghentikan langkahnya saat berada tepat di depan penjualan kembang gula yang nampak tak laku dagangannya.

__ADS_1


"Semua." Jawab Cinta.


Restu sudah menebak, itulah yang akan dilakukan Cinta.Dan dipastikan setelah ini akan membaginya untuk anak-anak kecil di lampu merah.


__ADS_2