
Selesai membersihkan diri,Bagas keluar kamar mandi dengan mengeringkan rambutnya menggunakan handuk kecil.
Mendengar decitan pintu kamar mandi terbuka,Cinta yang sudah selesai mengerjakan sholatnya langsung memandang pintu kamar mandi yang terbuka, nampaklah pemandangan yang menakjubkan.Ciptaan Tuhan yang sempurna, tampilan Bagas dengan baju rumahan membuatnya tambah lebih muda dari usianya dan terlihat keren.
"Masyaallah, ciptaanMu Ya Rob."Cinta dengan suara pelan.
Bagas yang merasa diperhatikan Cinta,melihat dirinya dari bawah sampai keatas.
"Ada yang salah dengan saya,nona."
"Anda begitu tampan,tuan." Cinta langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya setelah sadar apa yang barusan diucapkannya.
Bagas tersenyum melihat tingkah Cinta.Bagas merasa ada ribuan kupu-kupu yang mengitarinya,karena dipuji orang yang dicintainya dalam diam.
Azan magrib berkumandang,Cinta melakukan tayamum dan memakai mukena untuk melakukan sholat magrib.
"Bukan anda baru saja melaksanakan ibadah,nona.Sekarang anda akan melakukan lagi." Bagas memasukkan handuknya ke paper bag yang barusan dia bawa dari kamar mandi.
"Dalam agama saya,sehari semalam kami melaksanakan ibadah wajib lima kali,tuan." Jelas Cinta.
Saat Cinta melaksanakan sholat magrib,Bagas memilih keluar,bukan karena apa,hanya saja Bagas tidak mau menganggu ibadah Cinta.
Sekira Cinta sudah melaksanakan sholatnya,Bagas masuk bersama dua orang suster dengan membawa dua nampan berisi makan malam.
Bagas duduk disamping brankar.
__ADS_1
"Selamat malam,tuan nona." Dua suster tersebut bersama-sama.
"Selamat malam, suster."Jawab Cinta.
Cinta memandang Bagas.
"Dasar orang kaya."Cinta dalam hati.
"Ini makan malam anda,nona." Salah satu suster dengan menata meja kecil dihadapan Cinta dan menaruh nampan berisi makanan lengkap dengan susu dan buah.
"Susunya saya taruh disini,nona." Suster menaruh gelas berisi susu diatas nakas.
"Ya, suster.Terima kasih."
"Ini makan anda tuan,ini sesuai permintaan dokter Cantika.Mau ditaruh dimana,tuan." Suster yang membawa nampan makanan milik Bagas.
"Siapa dokter Cantika? Apa...." Cinta dalam hati.
"Bawa sini." Bagas menengadahkan tangannya.
Suster menyerahkan nampan tersebut ke tangan Bagas.
Bagas meletakkan nampannya diatas nakas, membuka tudung saji dan mengambil piringnya saja.
"Boleh saya makan disini,nona." Bagas membuka pembatas brankar dan menaruh piring disamping Cinta duduk.
__ADS_1
"Sebaiknya anda makan disini,tuan." Cinta mengambil piring Bagas dan meletakkan di meja kecil dihadapannya.
"Naiklah,tuan.Duduklah disitu." Cinta menunjuk tempat tidurnya.
Cinta membuka tudung saji nampan yang ada dihadapannya.Nampak makanan Cinta tak sama dengan makanan Bagas,ya memang makanan Cinta identik dengan orang sakit.Cinta memandang makanannya dan makanan Bagas.
"Anda menginginkan ini,nona." Bagas mengangkat piringnya sedikit.
Cinta menggelengkan kepalanya.Padahal makanan milik Bagas mengiyurkan bagi Cinta.Mengetahui Cinta seperti menginginkan makanannya,Bagas menukar piringnya dengan piring Cinta.
"Tuan....." Cinta tak melanjutkan ucapannya karena Bagas segera memotong ucapannya.
"Sudahlah, cepat makan atau saya yang akan menyuapi anda,nona."
Cinta segera mengambil sendok dan menyendok makan yang ada dihadapannya lalu memakannya, tak lupa Cinta berdoa dalam hati.Cinta dan Bagas menghabiskan makanan masing-masing.Selesai mereka makan,Bagas membereskan wadah bekas makanan mereka dan membawa keluar dari ruangan.Baru kali ini Bagas membersihkan bekas makanannya sendiri, biasanya dia akan membiarkannya,dan pelayan yang akan membersihkannya.Diluar Bagas disambut oleh bodyguard yang siap menerima nampan tersebut.
"Kalian sudah makan?"
"Belum tuan,rekan kita masih keluar untuk membeli makanan, tuan."
Meski Bagas tak pernah tersenyum kepada orang lain selain keluarga dan sahabanya,tapi Bagas sudah menganggap pegawainya bagian darinya.
"Jangan sampai melewatkan makan malam kalian." Bagas meninggalkan para bodyguard dan masuk kedalam ruangan dimana Cinta dirawat.
"Baik ,tuan." Para bodyguard dengan hormat.
__ADS_1