Cinta Tanpa Restu

Cinta Tanpa Restu
Bab 65


__ADS_3

Mereka bertiga sedang berada dimeja makan siap dengan menu masing-masing yang ada dihadapannya.


Bagas memandang hidangan yang ada dihadapannya dengan berbinar.Sedang Leo harap-harap cemas,meski ambulan yang dipesan sudah siap berada dihalaman depan rumah Cinta.


"Berdoa dulu, tuan muda." Cinta membuyarkan lamunan Bagas.


Bagas menganggukkan kepala.


Mereka berdoa sebelum makan.Bagas mulai menikmati hidangannya.


Cinta hanya pasrah tentang apa yang terjadi selanjutnya.


Sedang Leo mengamati Bagas makan.


"Kenapa tak dimakan, tuan Leo."Cinta membuyarkan konsentrasi Leo.


Leo menyendok makanannya namun pandangannya tak lepas dari Bagas.


"Kenapa Lee,apa kamu mau?" Bagas sambil menikmati mie buatan Cinta.


Bagas merebut sendok Leo, mengambil sesendok mie dari mangkuknya,dan menaruh dipiring Leo.


"Cobalah."Bagas memandang Leo.


Tanpa aba-aba Leo memasukkan sendok yang berisi mie tadi kemulutnya.Leo mengunyahnya dengan pelan,Leo menikmati setiap kunyahannya.


"Enak." Tanya Bagas.


Leo menganggukkan kepala.


Leo mamandang mie dimangkuk Bagas sudah hampir tinggal separo.


"Mau lagi,Lee.Tak kan aku kasih,makan tu makanan kamu sendiri." Bagas sambil terus menikmati mienya.


Leo segera mengalihkan pandangannya ke hidangan yang ada dihadapannya dan menyantapnya.


Leo juga meresa heran,Bagas sudah menyantap hampir separo namun Bagas baik-baik saja.Dulu saat Bagas diketahui alergi mie instan,Bagas baru makan satu suap saja, Bagas langsung muntah,pusing,muncul ruam merah disekujur tubuhnya dan pingsan.La sekarang baik-baik saja, perasaan Leo campur aduk,antara heran dan senang.Soal taruhannya dengan Bagas,Leo tak menghiraukan karena toh itu juga uang Bagas, menjadi bagian dari keluarga Utama saja adalah suatu keberuntungan yang luar biasa.


Mereka menikmati makan malamnya hingga usai, dengan lancar dan Bagas baik-baik saja.


"Bi, Cinta pamit ya.Bibi bisa kembali ke mansion ayah dan bunda.Disana bibi akan banyak teman lagi." Cinta mengurai pelukanya.


Bibi Narsih menganggukkan kepalanya,sambil mengusap air matanya.


"Ish...bibi menangis segala, Cinta cuma pindah tidur bi..., Cinta juga masih ada dikota ini.Sudah, hapus air matanya." Cinta menghapus air mata bi Narsih.


"Cinta pamit bi...


Pak Yudi, Cinta pamit ya."Cinta masuk kedalam mobil.


"Hati-hati,nona.Jada diri baik-baik,jika sempat telpon bapak ya..." Pak Yudi sebelum menutup pintu mobil.


Mobil mewah milik Bagas meninggalkan rumah Cinta.


"Bagaimana anda pamit sama kedua orang tua anda,nona." Bagas saat mobil meninggalkan rumah Cinta.


Cinta menggeleng kepala.


"Saya minta bantuan kak Restu,tuan.Entah pakai cara apa kak Restu, sampai ayah dan bunda mengizinkan."Jelas Cinta.


"Saya amati, keluarga anda begitu menyayangi anda,nona."

__ADS_1


"Bukankah setiap anggota keluarga harus saling menyayangi,tuan muda."


"Ya memang harus begitu." Bagas merutuki kebodohannya.


"Pertanyaan macam apa itu." Bagas dalam hati.


Sedang Leo yang duduk dibangku penumpang bagian depan,nemepuk jidatnya.


"Ada apa,Lee." Bagas yang mengetahui jika dalam diamnya Leo menertawakannya.


"Tak ada tuan,saya begitu mengantuk apa saya boleh menutup mata ,tuan."


Mobil yang meraka tumpangi masuk kepekerangan mansion mewah milik keluarga Utama.


Saat keluar dari mobil, Cinta tercengang.


"Berapa banyak uang yang dimiliki keluarga Utama sampai bisa membangun mansion semewah ini." Cinta dalam hati.


"Silahkan masuk,nona." Suara Bagas membuyarkan lamunan Cinta.


"Hhhaaa." Cinta menutup pintu mobil dan berjalan kebelakang mobil.


"Anda mau kemana nona."


"Koper saya,tuan."


"Sudah dibawa masuk,nona."


"Kapan,aku tak melihatnya." Cinta dalam hati.


Cinta dan Leo mengikuti langkah Bagas dari belakang.


Bagas membuka pintu dan masuk kedalam kamarnya.Koper Cinta sudah berada didalam kamar Bagas.


Cinta yang tak tahu harus berbuat apa hanya diam saja.


"Sekarang ini menjadi kamar anda juga nona."


"What." Cinta kaget.


"Yang benar saja." Cinta dalam hati.


"Ada masalah,nona." Bagas berjalan ke arah Cinta.


"Eee....anu..." Cinta binggung harus berucap apa.


"Anda ingin berbicara sesuatu,nona." Bagas terus mendekat.


Cinta refleks mundur kebelakang,langkah Cinta berhenti saat badannya menempel ditembok.


"Saya tidur dimana,tuan."Cinta menundukkan kepalanya.


"Ya diranjang situ."Bagas menunjuk ranjangnya.


"Anda." Masih tetap menundukkan kepala.


"Ya diranjang situ."


"Maksud tuan kita tidur satu ranjang."


"Ya ,ada masalah."

__ADS_1


"Tapi tuan...."


"Itu kan ada guling ,itu bisa jadi pembatas.


Apa yang anda pikirkan,nona.


Atau kita tidak menggunakan pembatas.Persis seperti disurat perjanjian." Salah satu tangan Bagas bertumpu pada dinding dan tangan satunya lagi dimasukkan saku celana.


Cinta menggelengkan kepalanya.


"Sebaiknya anda cepat membersihkan diri,tuan.


Saya akan menyimpkan airnya."Cinta mendorong dada Bagas pelan, karena jarak mereka terlalu dekat membuat Cinta sulit untuk bergerak.


Bagas memegang salah satu tangan Cinta yang berada didadanya.


"deg."


Cinta mendongakkan kepalanya, menatap Bagas.Mereka saling beradu pandang dalam waktu yang lama.Cinta dapat merasakan detak jantung Bagas yang Cepat.


"Maaf, tuan.Saya akan menyiapkan airnya."


Bagas perlahan melepaskan pegangan tangannya.Dan memberi jalan Cinta.Cinta segera berjalan menuju kamar mandi.Bagas hanya melihat Cinta.Saat berada didepan kamar mandi,Cinta membuka gagang pintu kamar mandi,namun saat berusaha membukanya,pintu kamar mandi tidak bisa dibuka.Bagas berjalan mendekat kearah Cinta.Bagas memegang tangan Cinta yang memegang gagang pintu.


"Dengan perasaan nona, jangan terburu." Bagas menekan tangannya kebawah dan mendorong sedikit pintunya.


Pintu kamar mandi pun terbuka.


saat pintu kamar mandi terbuka,Cinta cengegesan untuk mengurangi gugupnya.


"Saya mandi dengan shower saja nona,jad anda tak perlu menyimpan air hangatnya.Anda bisa menyiapkan baju tidur saya ,nona.Tempatnya ada disini." Bagas membuka pintu disebelah kamar mandi.


"Anda bisa membuka semuanya,agar bisa tahu letak semua baju saya dan perlengkapan saya,nona."Lanjut Bagas.


Cinta menganggukkan kepala.


Bagas segera masuk kedalam kamar mandi dan melakukan ritual mandinya.Dengan segera Bagas menyelesaikan mandinya.Selesai mandi Bagas masuk ke ruang ganti.


"Sudah,nona.Mana baju ganti saya."


Cinta menoleh kearah pintu dinama Bagas berdiri hanya mengenakan handuk dipinggangnya.Sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil.Seketika Cinta menutup matanya.sambil menutup mata, Cinta menunjuk letak baju ganti Bagas yang ditaruh diatas sofa.


"Kenapa anda menutup mata,nona."


"Anda menodai mata saya,tuan.Mata saya hanya akan memandang tubuh suami saya ,tuan."


"Buka mata anda nona."


Cinta menggelengkan kepala.


"Atau saya yang akan membukanya secara paksa."


Cinta membuka matanya sebentar,namun segera menutup matanya kembali karena Bagas masih bertelanjang dada.


"Anda yang memaksa saya,nona."


Bagas memiringkan kepalanya,dan mengecup bibir Cinta.Seketika Cinta membuka mata.Sementara ciuman Bagas terus menuntut, Bagas menahan tengkuk Cinta.


Cinta terus memberontak sambil menangis,tangan Cinta memukul dada Bagas.


Bagas yang kalap karena Cinta membicarakan laki-laki lain,terus memperdalam Ciumannya.Ya Bagas marah karena Cinta mengatakan "Mata saya hanya akan memandang tubuh suami saya.".Bagas merasa Cemburu.

__ADS_1


__ADS_2