
Setelah menyelesaikan pekerjaannya Bagas segera pulang dan membersihkan diri.
"Apa sekarang kau sudah tak becus lagi bekerja,Mery." Bagas memandang pelayan yang sudah biasa menyimpan perlengkapannya.
Sudah hampir setengah dari isi walk in closet Bagas coba,namun tak ada satupun baju yang cocok.Pak Man sebagai kepala pelayan juga merasa heran.
"Ada apa?" Leo yang baru masuk ruangan ganti Bagas merasa heran.
"Mereka sudah tak becus bekerja." Bagas mendudukkan pantatnya dikursi.
Leo memandang pak man.Pak man menundukkan kepalanya.
"Kalian boleh keluar." Bagas memerintahkan para pelayan.
Leo membuka salah satu walk in closet dan mengambil setelan jas berwarna navi.
"Berdiri." Leo berdiri dihadapan Bagas.
Leo memakaikan kemeja,celana,dan jas Bagas.Sedang Bagas hanya diam menurut.Seperti seorang anak yang menurut pada ayahnya,Leo menyisir rambut Bagas,menyemprotkan parfum ke pakaian yang dikenakan Bagas.Dan mengancingkan jas Bagas.
"Jadilah dirimu sendiri." Bagas merapikan kerah jas Bagas.
"Ini tuan." Pak Man menyerahkan sepatu kepada Bagas.
Bagas segera memakainya.
"Pergi sekarang." Leo memandang Bagas.
Bagas menganggukkan kepala.
"Jadi sedari tadi,kamu tak beres-beres hanya karena kepingin terlihat perfeck dihadapan Cinta." Leo berjalan keluar ruang ganti Bagas.
"Apa kita tak membawa hadiah kak." Bagas malah balik bertanya.
"Kita pergi untuk urusan pekerjaan,bukan untuk kencan, ingat itu, kendalikan dirimu tuan muda." Ledek Leo.
Bagas hanya diam.
Setelah dua puluh menit menempuh perjalanan dengan kecepatan sedang, mobil yang ditumpangi Bagas masuk ke basecamp DnC Restaurant.Dengan dijaga ketat bodyguard dan keamanan restoran Bagas memasuki ruangan VVIP dengan pintu khusus.
Didalam ruangan tersebut sudah menunggu keluarga Wiraatmadja.
"Selamat malam,tuan muda Bagas." Tuan Wiraatmadja memberi salam kepada Bagas dengan membungkukkan badannya sedikit, diikuti nyonya Wiraatmadja,Restu dan Cinta.
"Selamat malam tuan-tuan, nyonyaa,nona." Balas Bagas.
Mereka berjabat tangan.
"Deg." Mata Bagas dan Cinta saat pandangan mereka bertemu.
"Silahkan tuan." Tuan Wiraatmadja mempersilahkan Bagas dan Leo.
Pandangan mata Bagas dan Cinta terputus oleh suara tuan Wiraatmadja.
Bagas dan Cinta melepas jabatan tangannya.
__ADS_1
Mereka mengambil tempat duduk masing-masing.
Mereka duduk mengelilingi meja bundar.Nyonya Wiraatmadja duduk disebelah Kiri tuan Wiraatmadja,Bagas duduk disebelah kanan tuan Wiraatmadja.Sedang Restu duduk di sebelah nyonya Wiraatmadja.Leo yang semula duduk disebelah kanan Bagas.
"Ada bisa duduk disini nona Cinta,ada yang mau saya obralkan dengan tuan Restu." Leo bergeser supaya Cinta duduk disebelah Bagas.
Leo dan Cinta menjadi pusat perhatian.
Cinta memandang semuanya bergantian.Sampai Cinta bertukar tempat duduk dengan Leo.
Mereka duduk ditempat masing-masing.
"Langsung saja tuan Wiraatmadja.Ini dokumen kontrak kerjanya.Saya sudah menandatangani, silahkan anda baca dan anda tandatangani." Bagas menyerahkan dokumen tersebut kepada tuan Wiraatmadja.
Tuan Wiraatmadja menerima dan langsung menyerahkan ke Restu.Restu dengan cepat membaca dengan teliti.Restu memandang tuan Wiraatmadja dengan menganggukkan kepalanya.Sebenarnya Restu juga heran membaca isi perjanjian kerja tersebut karena barat sebelah atau lebih banyak menguntungkan DnC Restaurant.
Setelah tuan Wiraatmadja menandatangani kontrak kerja tersebut.
"Ini untuk DnC Restaurant tuan." Bagas menyerahkan dokumen tersebut kepada tuan Wiraatmadja.
Tuan Wiraatmadja menerima dokumen tersebut.
"Dan ini untuk Utama Group." Bagas menyimpan dokumen tersebut.
"Semoga kerja sama kita nanti tidak ada hambatan tuan muda Bagas." Tuan Wiraatmadja berdiri dan mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.
"Semoga." Jawab Bagas dengan menyambut uluran tangan tuan Wiraatmadja.
Mereka duduk kembali.
Semua menganggukkan kepala, tanda setuju.
Selang beberapa menit pelayan membawakan minuman dan hidangan untuk mereka.
"Ini semua buatan istri dan putri saya,tuan." Tuan Wiraatmadja ikut menata beberapa menu dihadapan mereka.
"Bagaimana,kita langsung makan saja." Tuan Wiraatmadja menawarkan,dan disetujui oleh semua.
Cinta yang berada diantara Bagas dan Leo tak tahu harus berbuat apa.Cinta terlihat tegang.
"Dek, tolong tuan muda Bagas dibantu diambilkan makanannya." Suara Restu menambah gemetar Cinta.
"Sebentar,tuan Restu.Saya akan mencuci tangan terlebih dahulu." Bagas berdiri dari duduknya.
"Saya tunjukkan tempatnya,tuan." Cinta mengikuti Bagas.
"Kapan bisa mulai bekerja." Bagas saat mencuci tangan.
"Hem.Ma..maaf tuan beri waktu beberapa hari lagi.Saya belum berbicara dengan kedua orang tua saya ,tuan." Cinta gugup.
"Apa masih sakit?" Bagas memandang lutut Cinta.Namun terhalang oleh dres yang dikenakan Cinta.
Cinta menggelengkan kepala.
"Hari Senin pastikan anda sudah mulai bekerja nona."
__ADS_1
"Apa tidak bisa beri saya waktu lagi,tuan."
"Tak bisa,besok masih ada waktu anda untuk meminta izin kepada keluarga anda,dan lusa anda harus sudah siap bekerja,nona.Atau...." Bagas berjalan kearah Cinta.
"Saya yang akan membawa anda secara paksa." Bagas berdiri tepat dihadapan Cinta membuat Cinta gugup.
"Anda bisa menyingkir,nona.Saya akan menggunakan itu." Mata Bagas tertuju alat pengering tangan yang terletak dibelakang Cinta.
Cinta memutar badan mengikuti mata Bagas memandang,dan segera menyingkir.
"Maaf, tuan Bagas." Cinta memberi jalan untuk Bagas.
setelah mengeringkan tangannya,Bagas meninggal westafel menuju meja makan.
Sedang Cinta dengan cepat mencuci tangan,mengeringkan tangan dan dengan cepat menyusul Bagas.
"Anda menginginkan apa ,tuan." Cinta sudah siap dengan sendok ditangannya untuk mengambil hidangan di hadapannya.
"Capcay dan telur dadar boleh,nona." Jawab Bagas.
Cinta mengambilkan permintaan Bagas.
"Dek itu ambilkan tuan Bagas sayurannya sekalian, supaya ada hijau-hijaunya." Sahut Restu saat Cinta mengambil capcay.
Cinta mengikuti omongan Restu mengambilkan cah kangkung, Cinta juga mengambil perkedel dan udang asam manis.
"Waoo,anda ingin membuat saya gendut,nona." Bagas saat menerima piring sudah berisi dengan nasi lengkap dengan sayur dan lauk.
"Anda tak akan gemuk gara-gara hanya makan segitu, tuan." Balas Cinta.
"Deeekkk." Restu dengan let.
"Maaf,kak."
"Maaf, tuan.Bukan maksud saya tak sopan." Cinta meminta maaf ke Bagas.
"Tak apa,nona.Saya tahu anda bercanda." Jawab Bagas.
"Ayah,mau Cinta ambilkan sekalian." Cinta memandang sang ayah.
"Tidak itu sudah tugas bundamu." Tuan Wiraatmadja menyodorkan piring kehadapan istri.
"Nyonya, mohon maaf saya sudah merepotkan." Bagas merasa tak enak hati.
"Ha...Sa..saya merasa tak repot,tuan."Nyonya Wiraatmadja gugup, sedari tadi nyonya Wiraatmadja hanya diam, takut jika salah berucap.
"Silahkan tuan Leo.Jangan sungkan." Restu mempersilahkan Leo.
"Saya jadi binggung,tuan Restu.Mau ambil yang mana." Leo hanya mengambil satu macam sayur.
Restu dengan cepat mengambil sayur yang berbeda dan meletakkan dipiring Leo.
"Cukup tuan.Anda akan membuat saya tak bisa tidur nanti karena kekenyangan." Leo menghentikan Restu.
"Mana ada tuan,jika kita kenyang , tidur kita akan nyenyak."Jawab Leo.
__ADS_1
"Anda menghabiskan berapa jam nyonya untuk masak sebanyak ini." Leo memandang nyonya Wiraatmadja.