
Sudah hampir seminggu ini Cinta tak diperbolehkan keluar mansion oleh nyonya Wiraatmadja.Bahkan kunci pintu gerbang mansion dibawa kemanapun nyonya Wiraatmadja pergi.Ya disinilah Cinta sekarang,digasebo taman belakang mansion Wiraatmadja.Cinta merebahkan badan setelah menyelesaikan tugas kuliahnya.Dihari ketiga Cinta keluar rumah sakit dokter menyarankan untuk check up,nyatanya tidak dilakukan oleh nyonya Wiraatmadja.Nyonya Wiraatmadja memilih mendatangkan dokternya dari pada harus pergi ke rumah sakit,meski harus membayar lebih mahal.
Sedang Bagas dikantor, uring-uringan tak jelas.Semua yang dikerjakan pegawainya seakan tak ada yang benar.
"Kamu harus profesional,tak boleh membawa masalah pribadi kekantor." Leo yang tengah berada diruangan Bagas.
Jika Leo tak menyebut tuan saat memanggil Bagas itu berarti Leo memposisikan dirinya sebagai kakak.Dan Bagas tak kan mampu membantahnya.
Bagas membuang nafas dengan kasar.
"Sudah seminggu,kak." Bagas memijat pangkal hidungnya.
"Rindu itu berat ya." Goda Leo.
Bagas tak menanggapi.
Leo merogoh ponsel yang berada disaku jasnya dan menelpon seseorang.Leo dengan sengaja mengaktifkan loudspeaker
"Hallo,tuan Leo.Apa kabar?" Suara dari sebrang.
"Ya tuan Wiraatmadja.Saya baik.Bagaimana kabar anda beserta keluarga." Balas Leo.
Bagas segera memandang Leo saat menyebutkan nama ayah dari pujaan hatinya.
"Baik,tuan.Ada apa gerangan tuan Sudi menelepon saya." Tuan Wiraatmadja membalas.
"Tidak, tuan Wiraatmadja.Bagaimana kabar putri anda,Apa sudah sembuh?"
"Sudah tuan.Memang ada apa ,tuan Leo?"
"Tidak, hanya saja nanti malam jika anda ada waktu luang, bagaimana jika kita membicarakan kontrak kerja kita sambil makan malam ,ajak sekalian istri dan putra putri, anda."
"Oh dengan senang hati,tuan Leo.Dimana dan jam berapa tuan jadwalkan kita bertemu."
Leo nampak berfikir.
"Tuan Leo,anda masih disana."
"Ya, tuan Wiraatmadja."
"Bagaimana jika anda dan tuan muda Bagas saya undang berkunjung ke DnC Restaurant untuk menyicipi menu restoran kami."
Itulah jawaban yang Leo harapkan.
"Baiklah, tuan Wiraatmadja.Tapi saya punya satu permintaan lagi boleh.Sediakan satu menu masakan rumahan apa bisa tuan."
"Dengan senang hati,tuan Leo.Saya akan meminta istri dan putri saya untuk menyediakan pesanan anda."
Hati Bagas merasa berbunga, mendengar jawaban tuan Wiraatmadja.
"Baiklah tuan Wiraatmadja.Saya akan datang ke DnC Restaurant nanti malam jam 19.00 tepat."
"Saya tunggu kedatangan anda, tuan Leo."
Leo mengakhiri perbincangannya dengan tuan Wiraatmadja.
Leo memandang Bagas.
"Selesaikan pekerjaanmu dengan segera, supaya bisa cepat bertemu dengannya." Leo meninggalkan ruangan Bagas.
__ADS_1
"Kamu memang bisa diandalkan kak." Bagas melihat punggung Leo yang semakin jauh.
Bagas dengan semangat menyelesaikan pekerjaan.Meski kadang konsentrasinya terbelah menjadi dua antara pekerja dan Cinta.
Bagas sampai melewatkan makan siangnya.Sengaja Bagas tak makan siang, supaya bisa makan lebih banyak makanan buatan Cinta
Jam menunjukkan pukul 16.30 saat Bagas menutup dokumen terakhir yang harus ia tanda tangani.
"Selesai." Bagas meletakkan bolpoin ketempatnya dan mensandarkan badannya ke kursi.
Sementara di dapur DnC Restaurant telah terjadi kehebohan.Bagaimana tidak dari tadi nyonya Wiraatmadja terus saja marah-marah pada suaminya.
"Kenapa papa,tak menolak permintaan tuan Leo.Yang repot kan mama,iya kalau masakan mama cocok dengan tuan muda Bagas.Kalau tidak bisa batal kerja sama kita." Nyonya Wiraatmadja memandang suaminya.
"Mana enak ma.Papa menolak." Jawab tuan Wiraatmadja.
"Hey anak gadis sedari tadi kamu santai saja,kamu masak apa untuk menyambut tuan muda Bagas,main ponsel mulu." Nyonya Wiraatmadja memandang Cinta.
"Ish,Bunda ini." Cinta menaruh ponsel.
Sebenarnya Cinta sedari tadi juga sibuk mencari rekomendasi masakan apa yang cocok.
Sampai Cinta punya ide.
"Ayah.Cinta minta nomor ponsel tuan Leo." Cinta memandang sang ayah.
"Buat apa?" Jawab tuan Wiraatmadja.Namun tuan Wiraatmadja tetap mengirimkannya.
"Ada dech?" Jawab Cinta.
"Jangan macam-macam."Selidik nyonya Wiraatmadja.
Cinta mengirimkan pesan ke ponsel Leo, dalam pesannya Cinta minta no ponsel Bagas.
Bagas yang sedang memandangi profil WhatsApp Cinta, tiba-tiba muncul nomor ponsel Cinta.Cinta yang berniat melakukan panggilan telepon entah kenapa yang bergeser malah Video.Sebenarnya Bagas sudah menyimpan nomor ponsel Cinta, namun malu untuk menelepon Cinta.
Bagas segera mengeser layar ponselnya keatas.Nampaklah Cinta yang menidurkan kepalanya dimeja dapur restoran.
Cinta yang tak mengetahui jika ponselnya melakukan panggilan video tetap pada posisinya.Ya Cinta menidurkan kepalanya diatas meja karena merasa pusing setelah berdebat dengan sang bunda soal menu untuk makan malam nanti.
"Selamat sore,tuan Bagas." Cinta memulai pembicaraan.
Bagas yang melihat Cinta dilayar ponselnya begitu bahagianya.
"Sehat." Bagas tak menjawab, malah balik bertanya.
Cinta memandang layar ponselnya saat mendengar suara Bagas.
"What." Cinta kaget, segera membetulkan posisi duduknya dan merapikan rambutnya.
"Maaf, tuan Bagas."
"Bagaimana sudah sehat?" Tanya Bagas dengan lembut.
"Sudah tuan." Jawab Cinta.
"Ada dimana ini?"
"Hah, bagaimana tuan."
__ADS_1
"Lagi dimana?"
"Dapur DnC Restaurant."
"Boleh lihat."
Cinta mengerakkan ponselnya merekam semua yang ada diruang itu.Ruangan yang begitu luas, penuh dengan alat-alat dapur dan para pekerja.
"Bersih,luas, alat-alatnya juga sudah modern." Suara Bagas disebrang telpon.
"Ada apa? kangen ya." Kata Bagas yang terakhir namun hanya dalam hati.
"Heeemm." Cinta nampak ragu.
"Katakan."
"Begini tuan,nanti malam tuan pingin makan apa?" Tanya Cinta to the point.
"Maksudnya." Bagas pura-pura tak tahu.
"Kata ayah.Tuan akan berkunjung ke DnC Restaurant.Anda kepingin makan makanan rumahan.Kami bingung tuan,kami harus masak apa?.Bunda sedari tadi uring-uringan takut jika masakkan bunda tak cocok dengan anda." Jelas Cinta.
"Maaf." Bagas dengan suara lembut.
"Bukan begitu,tuan.Jangan salah paham.Kami hanya ingin yang terbaik untuk anda."
"Bilang sama bunda,apa pun yang dimasak pasti akan saya makan ,nona."
Wih bunda,Bagas juga heran kenapa Bagas memanggil nyonya Wiraatmadja dengan sebutan bunda mengikuti Cinta.
"Apa anda alergi makanan tertentu, tuan."
Bagas menggelengkan kepalanya.
"Makanan kesukaan anda,tuan."
"Dim sum."
"Anda meledek saya tuan."
"Tidak."
Ya Bagas akan berusaha menyukai apa yang disukai Cinta.
"Anda kepingin,saya masak apa tuan."
Bagas nampak berfikir.
"Capcay dengan lauk telur dadar boleh."
"Huuuhhh.Ternyata sesimpel itu tuan permintaan anda." Cinta membuang nafas.
"Baiklah, tuan.Sampai bertemu nanti malam.Daaaa." Cinta menutup teleponnya.
"Da,love you." Balas Bagas namun ponsel Bagas hanya nampak gelap.
Bagas mensandarkan badannya kekursi kebesaran dan menutup matanya sambil tersenyum.
"Heemmm" Leo berdehem.
__ADS_1
Bagas membuka matanya.
"Sudah dari tadi kak."