
Bagas berharap Cinta akan menariknya dari wanita-wanita yang sedang mengerumuninya.Nyatanya setelah Cinta melihat kearah Bagas yang dikerumuni para wanita, Cinta justru segera mendorong trolinya.Cinta melanjutkan belanjanya.
"Hai nona." Sapa wanita parubaya yang tadi ditemuinya.
"Nyonya." Jawab Cinta dengan sopan.
"Mana suamimu nona." Wanita parubaya tersebut celingukan mencari kebenaran Bagas.
"Itu suamimu dikerumuni para wanita, kenapa kamu diam saja." Lanjut wanita parubaya tersebut.
"Dia yang ingin nyonya.Kalau dia tidak ingin dikerumuni para wanita, dia bisa menolaknya.Dia laki-laki saya kira persoalan mudah untuk menghindari para wanita tersebut."Jelas Cinta panjang lebar.
Si wanita parubaya tersebut hanya manggut-manggut.
"Mari kita lanjut belanja." Ajak wanita parubaya tersebut.
Cinta menganggukkan kepala.
Setelah kepergian Cinta para bodyguard segera mengamankan tuannya dari para wanita yang mengerumuninya setelah mendapat kode dari tuannya.
Cinta dan wanita parubaya tersebut belanja bersama meski mereka tak saling kenal, mereka saling bertukar pendapat tentang bahan makanan yang akan mereka beli.Nampak dari jauh Bagas sedang mengamati Cinta sambil melipat kedua tangannya dan bersandar didinding.Bagas senyum-senyum sendiri.
Setelah merasa belanjaannya sudah cukup Cinta mendorong troli kekasir.Tak lupa Cinta berpamitan kepada wanita parubaya tersebut.
Menunggu beberapa menit penjaga kasir selesai menghitung belanjaannya.
__ADS_1
Saat Cinta mengambil kartu kreditnya didalam dompet,ada tangan yang sudah menaruh black card dimeja kasir.
"Pakai ini saja."
Cinta menoleh ke sumber suara.
"Tidak usah pakai ini saja." Cinta menyodorkan kartu kreditnya.
Karena mendapat tatapan tajam dari Bagas, pegawai kasir mengambil black card kepunyaan Bagas.Cinta menarik nafas dan memasukkan kartu kreditnya kedalam karena percuma jika berdebat dengan Bagas, pada akhirnya akan kalah juga.
Cinta memandangi barang belanjaannya.
Bagas memberi kode ke bodyguardnya untuk membantu Cinta.
"Nona membutuhkan jasa saya." Bodyguard yang menyamar menawarkan jasanya.
"Seikhlasnya saya nona." Bodyguard menyahut, karena merasa Cinta mulai curiga.
"Baiklah kak, tolong bawakan dua kantong ini ke gedung sebrang jalan bisa." Cinta menunjuk dua kantong besar belanjanya.
"Saya bisa membawa semuanya,nona."
"Tidak usah kak,yang satu ini kantongnya kecil jadi saya masih mampu untuk membawanya."
"Apa anda yakin nona."
__ADS_1
Cinta menganggukkan kepala.
Namun saat bodyguard akan mengangkat dua kantong belanjaan Cinta.Bagas menepisnya,dan mengangkat kedua kantong belanjaan Cinta.
"Hey tuan.Itu rejeki kakak ini.Kenapa anda mengambilnya." Cinta dengan kesal.
Tanpa berbicara Bagas merogoh dompet dari dalam saku celananya dan mengambil dua lembar uang seratus ribuan.
"Cukup." Bagas menyodorkan uang tersebut ke bodyguard yang menyamar jadi kuli.
Bodyguard tersebut hanya diam.Bagas memasukkan uang tersebut kedalam kantong kaos yang dikenakan bodyguardnya.
"Tapi tuan." Bodyguard menahan tangan Bagas.
Bagas memberi kode.Bodyguard mengiyakan dengan kodenya juga.
Bagas mengangkat kedua kantong besar belanjanya Cinta.
"Hiiiihiii." Cinta mengepalkan tangannya dan mengayunkan tangannya ke Bagas seakan memukul Bagas dari belakang.
"Saya tahu apa yang anda lakukan nona." Bagas terus melangkahkan kakinya.
"Maaf kak, permisi.Saya tidak jadi menggunakan jasa anda." Cinta membungkukkan badannya sedikit.
"Tak apa nona." Bodyguard dengan membungkukkan badan sedikit juga.
__ADS_1
Dengan langkah panjang Bagas meninggalkan supermarket, sedang Cinta mengikuti dari belakang.Merasa tak bisa mengimbangi langkah Bagas.Cinta memutuskan semampunya berjalan,membuat jarak mereka semakin jauh.Namun saat akan menyebrang jalan,lampu menunjukkan hijau membuat Bagas menghentikan langkahnya.Sehingga Cinta mampu mengejarnya.