
Bagas segera dipindahkan kekamar VVIP.Supaya bisa istirahat dengan tenang.
"Kemana nona Cinta." Leo bertanya kepada bodyguard.
"Ada di musholla,tuan."
"Ya sudah."
"Baik,tuan."
Setelah beberapa saat.
"Tuan Leo,bagaimana keadaan tuan muda."
"Beliau sedang istirahat,nona.
Nona kita bisa bicara sebentar.
Sebaiknya kita bicara dicafe depan rumah sakit."
Cinta hanya mengangguk kepalanya.
Setelah mereka tiba di cafe depan rumah sakit.Leo memesan ruangan VVIP.
"Anda ingin makan atau minum sesuatu,nona."
Cinta menggelengkan kepalanya.
"Langsung saja nona.
Tuan muda menginginkan perjanjian ini berakhir." Leo membakar surat perjanjian itu dihadapan Cinta.
Entah kenapa saat Leo membakar surat perjanjian itu, Cinta meneteskan air mata.Entah apa yang dirasakan Cinta,campur aduk, susah untuk dijelaskan.
"Diluar ada pegawai kami yang akan mengantarkan anda,nona.Koper anda juga ada didalam mobil."
Cinta tak bisa membendung air matanya.Air matanya mengalir tanpa alasan, yang jelas Cinta merasa sedih.
"Baiklah,nona.Saya permisi." Leo berdiri akan meninggalkan ruangan namun.
"Tuan Leo, boleh saya bertemu tuan muda untuk yang terakhir kalinya."
"Maaf nona, bukannya melarang tapi ini demi kebaikan tuan muda."
Cinta hanya pasrah.
"Saya permisi,nona." Leo meninggalkan ruangan tersebut.
Cinta juga segera meninggalkan ruangan tersebut.
Diluar cafe Cinta disambut oleh pegawai Bagas.
"Nona Cinta.Saya ditugaskan untuk mengantarkan anda."
Cinta menganggukkan kepala.
"Silahkan,nona."
Cinta masuk kedalam mobil.
"Kita mau kemana,nona."
Cinta yang bingung harus kemana.
"Taman kota,tuan."
__ADS_1
"Panggil saya Danang,nona."
"Pak Danang sudah lama ikut keluarga Utama."
"Sudah nona, hampir lima belas tahun."
"Lama juga ya pak.Bapak tahu yang menimpa tuan muda Bagas sepuluh tahun yang lalu.Bapak bisa menceritakan pada saya." Cinta dengan berharap.
Karena tak tega pak Danang menceritakan kisah sepuluh tahun yang lalu.
"Tapi jangan bilang jika saya yang memberi tahu anda ya... nona.Saya masih membutuhkan pekerjaan ini."
"Jika bapak dipecat, bapak bisa mencari saya di DnC Restaurant ,saya akan kasih bapak pekerjaan."
"Sepuluh tahun yang lalu,tuan muda depresi karena beliau merasa tak bisa menjaga nyonya besar.Tuan muda merasa bersalah.Tuan muda menghancurkan isi mansion, menendang memukul apa saja yang ditemui.Beliau juga mengalami beberapa luka di kedua tangan dan kakinya.Nyonya besar dikabarkan kecelakaan dan meninggal dunia namun mayatnya tak diketemukan karena mobil yang ditumpangi nyonya masuk kejurang dan meledak."
Cinta diam menyimak cerita pak Danang.
"Berarti semalam dia menyakiti dirinya sendiri karena merasa bersalah setelah apa yang dia lakukan." Tebakan Cinta.
"Nona,masih mendengarkan saya."
"Hhhaaa, bagaimana pak."
"Anda masih mendengar saya."
"Ya pak.
Pak kita kembali ke rumah sakit."
"Tapi nona."
"Ku mohon,pak." Cinta mengatupkan kedua tangannya.
Membuat pak Danang kasihan.Pak Danang memutar kemudinya kembali ke rumah sakit.
Cinta setelah tiba rumah sakit, Langsung berjalan menuju ruang Bagas dirawat.
"Tuan Leo boleh saya bertemu tuan Bagas." Cinta berdiri tepat didepan Leo yang sedang duduk didepan ruangan Bagas dirawat.
Karena merasa kasihan,Leo mengizinkan Cinta untuk menjenguk Bagas.Leo membuka pintu perlahan.Sedang Bagas yang terbiasa bangun hanya ada gerakan sedikit saja, pura-pura tidur.Cinta melangkah kakinya perlahan memasuki ruangan Bagas.Leo menutup kembali pintunya.Air mata Cinta tak terasa mengalir.Cinta terus mendekat.
Cinta mengambil satu lembar notes yang terletak diatas nakas dan menuliskan "Sorry" dengan ditambahkan emoji hati.Cinta meletakkan lembaran notes itu ketelapak tangan Bagas.Cinta dengan perlahan berjalan mundur meninggalkan Bagas yang terbaring dengan banyak luka lebab diwajah dan banyak luka di kedua tangannya.
Cinta keluar ruangan dan menutup pintunya kembali.Setelah Pintu tertutup, Cinta menghapus air matanya.
"Terima kasih banyak, tuan Leo." Cinta membungkukkan badannya sedikit.
Cinta bergegas meninggalkan tempat tersebut.
Sementara Bagas setelah Cinta pergi, membuka matanya dan membaca pesan yang ditulis Cinta di kertas notes tersebut.Bagas memejamkan matanya.
Cinta yang telah sampai ditempat parkir rumah sakit.
"Maaf pak Danang.
Pak Danang tidak usah mengantarkan saya.Saya sudah memesan taxi online."
"Tapi nona."
"Jika pak Danang dipecat cari saja kak Restu di DnC Restaurant, mintalah pekerjaan kepadanya atas permintaan aku."
Pak Danang tidak bisa berbuat apa-apa hanya bisa melihat Cinta pergi dengan menyeret kopernya.
Cinta masuk kedalam taxi online yang sudah dipesannya.
__ADS_1
Dua puluh menit menempuh perjalanan,taxi yang ditumpangi Cinta berhenti di tempat tujuan.
Cinta turun dari taxi, Cinta memilih bangku kosong yang terletak jauh dari keramaian.Ya Cinta sedang berada di taman kota.
Cinta memejamkan matanya.Didalam otak Cinta terus berputar-putar apa yang harus dia lakukan.
"Boleh duduk,disini." Sapa seorang wanita seumuran dengan Cinta.
Cinta membuka matanya.Melihat asal suara.
"Maaf boleh duduk disini, tempat duduk yang lain penuh."
Cinta mengedarkan pandangannya, benar saja tempat duduk disekitarnya sudah terisi, padahal saat Cinta datang tempat duduk disekitarnya kosong dan sepi.
"Boleh."
Si wanita tadi duduk di sebrang Cinta.
"Dari mana atau mau kemana."Tanya wanita tersebut.
Cinta binggung harus menjawab apa.
"Tak apa jika itu privasi."
"Sedang cari tempat tinggal.Kos-kosan misal."Jawab Cinta.
"Wah kebetulan,saya sedang mencari teman supaya saya bisa berbagi bayar sewa kamar kos.Maklum anak perantauan harus bisa berhemat." Wanita tersebut dengan tersenyum.
"Bagaimana jika kita berbagi kamar kos.
Tenang saja tempatnya bersih, tempat tidurnya ada dua.Kamar mandinya didalam kamar,ada tempat jemuran diatas,ada dapur juga dibelakang."Lanjut wanita tersebut.
Cinta nampak berfikir.
"Pasti kamu tidak mau ya... Secara dilihat dari penampilan kamu, kamu orang berada."Wanita tersebut dengan mimik kecewa.
"Eeemmm anu.Bukan begitu.Ya sudah saya mau." Cinta lebih memilih mengiyakan, dari pada pusing menanggapi wanita tersebut.Toh dirinya juga lagi membutuhkan tempat tinggal.
"Silvy." Wanita tersebut memperkenalkan diri.
Wanita tersebut mengeluarkan kartu tanda pengenal dari dompetnya.
"Ini tanda pengenalku.Jika kamu masih belum percaya padaku.Kamu boleh membawanya."
"Ish mana boleh.
Bagaimana jika aku menggunakannya untuk hal-hal yang melanggar hukum."
"Habisnya kamu seperti tak percaya sama aku."
"Bukan begitu.Namaku Cinta Anggraeni.Apa perlu aku tunjukkan juga tanda pengenalku."
"Tidak perlu."
"Kita pergi sekarang."
"Boleh."
Mereka berdua pergi meninggalkan taman kota,dengan menggunakan angkutan umum.Tiga puluh menit perjalanan mereka sampai ditempat kos Silvy.
"Silahkan masuk."Silvy membuka pintu kamar kosnya dan menyalakan lampu.
"Semoga kamu suka." Lanjut Silvy.
Cinta memandangi isi kamar tersebut.Ada dua spring bed susun yang bisa ditarik dan didorong.Ada dua almari dengan dua pintu.
__ADS_1
"Aku tidur di sini,jangan protes." Silvy menarik spring bed yang ada dibawah.
"Aku terbiasa tidur dibawah, jadi jika harus tidur diatas tak kan bisa aku memejamkan mata." Lanjut Silvy.