
Selang beberapa menit lampu lalu lintas menunjukkan warna merah,para pengendara menghentikan mobilnya.Bagas berjalan dengan langkah panjang membuat Cinta ketinggalan meski tak sejauh tadi.
Saat Bagas menyebrang jalan,ada sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi namun Bagas tak menyadarinya.
Sebenarnya Bagas sedang menahan marah.Membuatnya tak menyadari jika ada bahaya yang sedang mengintainya.Bagas beranggapan Cinta tak menganggapnya ada.
"Apa tak menganggapku ada, kenapa tidak meminta bantuanku." Yang berputar-putar dipikiran Bagas.
Cinta yang menyadari mobil tersebut sengaja ingin mencelakai Bagas segara berlari dan melakukan tendangan melayang ala Bruce Lee dibagian punggung Bagas membuat Bagas tersungkur kedepan sedang tubuh Cinta jatuh tepat di kap mobil,karena mobil terus melaju dengan kencang dan Cinta tak ada peganggan membuat Cinta jatuh kesamping mobil.Beruntung Cinta jatuh kesamping jika tidak sudah bisa dipastikan jika Cinta pasti akan terlintas mobil.
Para bodyguard yang melihat kejadian itu dengan sigap ada yang menghampiri Bagas dan Cinta.ada juga yang merampas mobil atau motor pengendara lain untuk mengejar mobil tersebut.Ada juga yang memberi pengertian kepada para pengendara yang dirampas akan memberi ganti rugi.
Bagas yang melihat kejadian itu hanya melamun.Sampai seorang bodyguard menghampiri.
"Maafkan kami tuan." Bodyguard membungkukkan badannya.
Bagas yang sadar akan lamunannya segera berlari kearah Cinta yang dibantu berdiri oleh salah seorang bodyguard.
Cinta yang jatuh dengan tengkurap membuat kedua telapak tangan dan kedua lututnya tergores.
"Kenapa mesti kamu lagi yang terluka.Ini saja ada bekas jahitan,aku binggung menutupinya.sekarang kamu lagi,kakiku kan tak cantik lagi."Cinta mengerutu.
__ADS_1
Sedang para bodyguard yang mengerumuni Cinta saling beradu pandang.
"Nona,anda aneh.Anda hampir saja celaka,tapi masih saja anda bercanda." Salah seorang bodyguard.
"Hai tuan.Anda pikir saya bercanda.Lihat ini lutut saya terluka,pasti bekasnya tak akan hilang." Cinta menyikap roknya sedikit menunjukkan luka dilututnya.
"Aku yang akan membuatnya cantik lagi." Bagas dengan menutup rok Cinta dan mengendongnya ala bridal style.
"Hey tuan turunkan saya." Cinta memberontak, Cinta memandang wajah Bagas.Nampak Bagas mengeluarkan air mata.
Cinta pasrah dalam gendongan Bagas.
Mendapat sentuhan dari Cinta.Bagas mengalihkan pandangannya kearah Cinta yang sedang digendongnya.
Bagas terus berjalan menuju kearah gedung Utama Group meski memasuki lift Bagas masih tetap mengendong Cinta.Tepat di lantai paling atas gedung Utama Group Bagas yang terus melangkahkan kakinya setelah lift terbuka disambut oleh Leo.
"Panggilan kak Cantika sekarang." Bagas dengan nada tegas.
Leo segera merogoh saku celana mengambil ponselnya untuk menelpon dokter Cantika.
Bagas membawa Cinta masuk kedalam ruangannya.
__ADS_1
Bagas membaringkan Cinta disofa.Bagas menegakkan badannya.
"Plak" Sebuah tamparan mengenai pipi Bagas.
Ya pelakunya adalah Leo.
"Jadi kamu sok pintar,sok kuat.Keluar tanpa pengawalan.Jika kamu cari mati sekarang juga aku bisa melempar kamu dari atas gedung ini." Leo terus melakukan pukulan dan tendangan namun Bagas selalu bisa menangkisnya.
"Tuan kumohon hentikan." Cinta berteriak namun tak ada yang menghiraukannya.Leo terus saja melakukan serangan meski Bagas bisa menangkisnya.
Cinta berdiri dan menyerang Leo.
"Jadi mau main keroyokan." Leo disela menghentikan serangannya.
Sedang Bagas dan Cinta diposisi siap menyerang Leo.Bagas dan Cinta melangkahkan kakinya baru satu langkah tiba-tiba
"Aaauuuu." Cinta mengaduh kesakitan.
Bagas dan Leo segera menghampiri Cinta.
"Kalau aku tak pura-pura sakit ini tak kan berakhir."Cinta dalam hati.
__ADS_1