Cinta Tanpa Restu

Cinta Tanpa Restu
Bab 58


__ADS_3

Cinta keluar dari kamar mandi dengan penampilan yang baru, terlihat lebih segar.


Bagas tak berani memandangnya.Bagas segera pamit untuk pergi kekantor.


"Nona, urusan kita sudah selesai.Kami mohon pamit.Dokumen ini untuk anda,dan ini obat yang harus anda minum,pesan dokter harus dihabiskan.Tiga hari dari sekarang anda harus cek lagi kesini, untuk memastikan anda benar-benar sembuh.Anda bisa langsung meninggalkan rumah sakit ini , kapanpun anda mau." Leo memberi penjelasan kepada Cinta.


Saat Cinta masuk ke kamar mandi, Cantika dan Dion segera pergi keruang kerjanya, karena banyak yang harus mereka kerjakan.Cantika hanya menitipkan pesan saja.


"Terima kasih, tuan." Cinta dengan membungkukkan badan sedikit.


"Selamat pagi,nona."


"Selamat pagi juga, tuan."Balas Cinta.


Leo dan Bagas meninggalkan ruangan dimana Cinta dirawat.Sedang Bagas tak tahu harus berbuat atau berucap apa.


"Maaf." Hanya kata-kata itu yang bisa keluar dari mulut Bagas saat lewat didepan Cinta.


Cinta hanya tercengang.Sampai Cinta sadar sudah tak ada siapapun diruang itu.


"Ternyata dia manis sekali,tak seperti yang diberitakan." Cinta merebahkan tubuhnya diatas brankar dengan mendekap bantal.


Cinta segera berberes.


"Anda sudah siap,nona." Sapa seorang bodyguard yang diutus Bagas untuk mengantarkan Cinta pulang.

__ADS_1


"Uuhhh." Cinta membalikkan badan sambil memegangi dadanya dan menatap orang tersebut yang berdiri didepan pintu.


"Anda siapa, tuan." Sapa Cinta.


"Saya utusan tuan muda Bagas,nona.Untuk mengantar kemanapun anda pergi." Jawab sang bodyguard.


"Saya bisa pulang sendiri,tuan.Anda..." Cinta tak melanjutkan ucapannya karena sudah dipotong.


"Mohon,nona.Jangan membuat saya dalam kesulitan." Sang bodyguard dengan memelas.


Cinta paham apa yang dimaksud oleh bodyguard itu, pasti kata-kata Bagas tak terbantahkan.Dan dia sebagai bodyguard harus mampu melaksanakan.


"Tunggu sebentar,tuan." Cinta merasa tak enak hati.


"Tuan Muda Utama."


Bagas yang merasa ada yang memanggil namanya, melihat kearah sumber suara dan menghentikan langkahnya.


"Selamat pagi, tuan." Restu dan kedua orang tuanya menyapa Bagas duluan.


"Selamat pagi juga, tuan-tuan nyonya." Bagas memandang ketiganya bergantian.


Para bodyguard yang berada didepan Bagas,segera memberi akses jalan untuk Restu dan kedua orang tuanya.


Mereka berjabat tangan.

__ADS_1


"Apa ada yang sakit,tuan nyonya. Sampai anda ada disini." Tanya Bagas pura-pura tidak tahu.


"Anak kami sedang dirawat disini,tuan." Jawab tuan Wiraatmadja.


"Bagaimana keadaan kerabat anda,tuan.Saya dengar ada kerabat anda yang masuk rumah sakit karena kecelakaan." Lanjut tuan Wiraatmadja.


"Baik-baik saja,tuan.Hari ini juga sudah diperbolehkan pulang.


Mohon maaf tuan jika kemarin saya berhalangan hadir untuk menemui anda." Bagas dengan hormat.


"Ta....tak apa, tuan.Saya paham posisi anda." Jawab tuan Wiraatmadja dengan sedikit gugup karena tak menyangka jika seorang tuan muda dari keluarga Utama meminta maaf hanya karena hal sepele.


"Baiklah.tuan-tuan nyonya,saya harus pergi.Semoga putri anda segera sembuh.Lain waktu saya akan mengundang anda makan malam untuk permintaan maaf saya,tuan." Pamit Bagas.


"Dengan senang hati.Silahkan,tuan."


Restu dan kedua orang tuanya minggir memberi jalan kepada Bagas dan Leo yang dikawal oleh puluhan bodyguard.


Bagas dan Leo beserta bodyguardnya meninggalkan Restu dan kedua tuanya.


"Jadwalkan Lee." Bagas seperti biasa dengan muka datar.


"makan malam dengan calon mertua." Leo dengan senyum tipis dibibirnya.


"Jangan meledek." Bagas dengan tegas untuk mengurangi rasa malunya.

__ADS_1


__ADS_2