Cinta Tanpa Restu

Cinta Tanpa Restu
Bab 68


__ADS_3

"Baiklah Cinta.Saya harus pergi bekerja.Kamu berani aku tinggal sendiri."


Cinta menganggukkan kepala.


Silvy keluar kamar untuk pergi bekerja, sedangkan Cinta masuk kamar mandi untuk membersihkan diri.


Dua bulan sudah kejadian itu berlalu.


Hari-hari dilalui Cinta dengan lancar, setiap akhir pekan Cinta berkunjung ke DnC Restaurant atau ke panti asuhan.Cinta masih berpura-pura tetap bekerja di Utama Group.


Sehari-hari Cinta disibukkan dengan kuliah,tak jarang pula Cinta membantu teman-temannya mengerjakan tugas kuliah,dari situ Cinta mendapatkan uang saku.Cinta juga bekerja paruh waktu di toko kue depan kos-kosannya.


Hari ini Cinta sedang menunggu temannya,karena mereka telah membuat janji.Temen Cinta ingin minta bantuan Cinta untuk mengerjakan tugas kuliahnya.Cinta berada disalah satu restoran bintang lima yang menjadi tempat mereka membuat janji.Cinta memilih bangku paling pojok.


Tiba-tiba datang seorang laki-laki yang tak asing baginya.


"Selamat siang,nona.


Apa kabar?"


Cinta mamandang laki-laki tersebut.


Cinta bangkit dari duduknya dan hendak pergi meninggalkan restoran tersebut,namun tangan laki-laki itu menahannya dengan memegang tangan Cinta.


Bersamaan dengan beberapa orang berbadan tegap dan berseragam serba hitam keluar dari ruangan VVIP.Cinta yang tak asing dengan orang-orang tersebut,memperhatikan mereka seperti pengunjung lainnya.Ya orang-orang berbadan tegap dan berseragam serba hitam itu adalah bodyguard yang sedang mengawal Bagas dan Leo.


Bagas dan Leo dikawal beberapa bodyguard meninggalkan ruangan VVIP restoran.


Bagas dengan mengenakan kata mata hitam, berjalan dengan tegap.Cinta terus memperhatikan Bagas dengan jantungnya berdetak kencang,sampai Bagas sudah tak terlihat lagi.


Sementara Bagas dibalik kacamatanya sempat memperhatikan Cinta.Bagas mengeratkan rahangnya menahan amarahnya taat kala tangan Cinta dipegang oleh Steven.Ya laki-laki itu adalah styven yang tak sengaja melihat Cinta dan menghampirinya.


"Dasar penghianat, bicaranya saja sok suci, padahal kenyataannya suka di pegang-pegang laki-laki." Bagas dalam hati.


Setelah Bagas masuk kedalam mobil,Bagas memukul dan menendang bangku sopir dari belakang, membuat sang sopir kaget.


"Kendalikan dirimu."Leo yang mengetahui Bagas marah, karena Leo juga melihat kebenaran Cinta direstoran tadi namun pura-pura tidak melihatnya.


Setelah kepergian Bagas, Cinta yang baru menyadari tangannya dipegang Styven langsung menghempaskan tangannya.Tanpa berbicara sepatah katapun, Cinta meninggalkan restoran tersebut.


Cinta mengenakan jaket dan topinya berjalan menelusuri trotoar menuju ketempat kerjanya.


"Syukur Alhamdulillah, kalau dia sudah sembuh." Cinta dengan menahan air matanya.


setelah berjalan sepuluh menit Cinta tiba di tempat kerjanya.


"Maaf apa aku terlambat?"


"Tidak." Jawab seorang laki-laki pemilik toko kue tersebut.


"Saya ganti baju dulu." Cinta berjalan menuju ruang ganti.


Setelah Cinta mengenakan seragamnya, Cinta ke posisi kerjanya.Cinta ditempatkan dikasir oleh pemilik toko kue tersebut.


"Cinta kita dapat orderan masuk lagi,dua ribu kotak kue, besok pagi jam tujuh harus sudah diantar ke Cantika Hospital."


"Wih,ampuh tu bos.Terus bagaimana?"


"Ya aku lembur lagi.Mau nemenin."


"Ada uang lemburnya."


"Ya adalah emang aku mau makan keringat kamu."


"Deal."


"Jadi kamu mau."


Cinta menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Yes,jadi semangat dech.Kalau ada yang nemenin."


"Kan ada juga karyawan yang lain yang nemenin bos."


"Ya lain lah."


"Apanya yang lain bos."


"Sudah kamu kerja sama."


"Siap bos,Siapa tadi yang ajak ngobrol." Ucapan Cinta yang terakhir hanya dalam hati.


Jam pun berjalan dengan begitu cepat.Tepat di jam enam pagi.Semua pesanan telah masuk kedalam mobil box tertutup siap untuk meluncur ke tempat tujuan.


"Cinta kamu yang antar ya.Jerry baru datang nanti jam sembilan.Sedang aku tak mungkin ninggalin toko.Hanya kamu dan Jerry yang bisa mengemudi ."


"Baik bos."


Cinta memakai topi dan kacamata fotocromic.Cinta mengemudikan mobil box tertutup tersebut dengan kecepatan sedang membelah jalanan yang masih nampak lengah.Cinta ditemani Jamal teman satu kerajaan namun beda bagian.


Jam 06.30 Mobil yang dikemudikan Cinta masuk keparkiran dapur Cantika Hospital.


Cinta beserta temannya dibantu karyawan Cantika Hospital menurunkan kue-kue tersebut.


"Maaf ,pak.Ini kurangan tagihannya."Cinta menyodorkan nota.


"Sebentar nona.Tunggulah sebentar.Pemilik rumah sakit ini sedang menuju kemari.Ini pesenan beliau.Nona silahkan duduk,selagi menunggu dokter Cantika." Kepala bagian dapur Cantika Hospital mempersilahkan Cinta duduk.


"Terima kasih,pak."


Cinta beserta Jamal duduk ditempat yang telah disediakan.


"Maaf menunggu lama." Dokter Cantika masuk ke ruangan dapur Cantika Hospital.


Untuk sesaat Cantika tertegun melihat Cinta.


"Nona Cinta." Sapa Cantika.


"Hhhhaaa."Cinta menoleh ke kanan dan ke kiri.


"Saya,dokter.Maaf anda mungkin salah orang."Cinta menunjuk dirinya sendiri.


"Maaf dokter,ini tagihannya.Mau chas apa transfer." Lanjut Cinta.


"Saya transfer saja ya.Mana nomor rekeningnya."


"Ini dokter." Cinta menunjukkan nomor rekening toko yang tertera dinota.


"Ini nona Cinta buktinya."Cantika menunjukkan layar ponselnya kehadapan Cinta.


"Oh....Maaf nona,saya salah ucap,anda seperti seseorang yang dicintai adik saya.Namanya Cinta.Wajah anda begitu mirip dengannya."Lanjut Cantika.


"Deg." Cinta memandang Cantika.


"Anda salah orang dokter,saya bukan yang anda maksud." Cinta mengalihkan pandangannya.


"Anda bisa konfirmasi ke nomor WhatsApp toko dokter.Jika anda sudah membayar via transfer."


Cantika mengirimkan bukti transfer tersebut ke nomor ponsel yang tertera di nota.


"Sudah,nona."


"Terima kasih, dokter.Semoga anda menyukai kue dari toko kami.Dan kami tunggu orderan anda selanjutnya, dokter." Cinta membungkukkan badannya sedikit.


"Pasti."


Cinta beserta Jamal segera undur diri.


Cinta masuk ke dalam mobil bagian kemudi.Sedang Cantika memandang Cinta sampai mobil yang dikemudikan Cinta sudah tak terlihat.

__ADS_1


Cantika segera menelpon Leo.


"Lee,aku bertemu dia." Cantika mengawali panggilannya.


"Siapa?" Jawab Leo diseberang telpon.


"Cinta.Dia bekerja atau pemilik toko kue."


"Hanya bekerja."


"Kamu mengetahui semua,Lee."


"Hheemm."


"Kenapa dia tak kembali kekeluarganya saja ,Lee."


"Tak tahu mungkin dia punya alasan."


"Lee kita telah memisahkan anak gadis orang dengan keluarganya."


Lee hanya diam saja.


"Lee ,kau masih disitu kah."


"Hheemm."


"Ya sudah,aku tutup telponnya."


Cantika mengakhiri pengilannya.


"Pak tolong ini bagikan ke seluruh karyawan dan pasien di kelas ekonomi."Cantika berpesta kepada kepala bagian dapur rumah sakit.


Sedang Cinta setelah menempuh sekitar tiga puluh menit mobil box tertutup yang dikendarai Cinta masuk keparkiran toko Jaya Bakery.Cinta segera menemui pemilik toko dia bekerja.


"Ini bos kunci mobilnya, kurangan tagihannya sudah diterima kan."


"Sudah."


"Bos,pamit ya.."


"Ini kamu bawa pulang." Si bos menyerahkan papar bag kecil berisi beberapa kue.


"Tak usahlah bos."


"Sudah jangan menolak."


"Segera pulanglah dan istirahat.Terima kasih."


"Permisi bos."


Cinta keluar dari toko tempat ia kerja.Cinta menyebrang jalan.Ya kos-kosan Cinta terletak diseberang jalan toko Jaya Bakery.


Sampai didepan pintu kamar kosnya, Cinta langsung membuka pintu dengan kunci yang dibawanya.


Masuk kedalam kamar, Cinta mendapati Silvy didalamnya


"Tak kerja."Tanya Cinta.


"Tidak,lagi males saja." Jawab Silvy.


"Emang perusahaan tempat kamu kerja milik nenek moyang Lo." Celetuk Cinta.


"Capek?" Silvy tak menanggapi ucapan Cinta malah balik bertanya.


"Sudah sarapan?" Lanjut Silvy.


"Sudah tadi sarapan roti dan teh.Itu ada roti makanlah.Aku tidur ya.Aku sudah tak kuat."


Cinta menghempaskan badannya ke ranjang tempat tidur dengan tengkurap.Tak sampai lima menit Cinta sudah tertidur pulas.Silvy menganti lampu kamar menjadi lampu tidur.Mengatur volume AC dan menyelimuti Cinta.

__ADS_1


__ADS_2