Cinta Tanpa Restu

Cinta Tanpa Restu
Bab 37


__ADS_3

Menjelang pagi.


Jam menunjukkan pukul 04.30


Seperti bias Cinta bangun dari tidurnya.Meski dalam keadaan masih mengantuk Cinta memaksakan diri untuk bangun.Setelah melakukan perenggangan ringan,Cinta mengambil tremos kecil yang ada di nakas sebelah ranjangnya dan meminum air yang ada di dalam nya.Cinta bergegas turun dari ranjang menuju kamar mandi.Cinta membersihkan diri dan mengambil air wudhu untuk mengerjakan kewajiban sebagai seorang muslimah.


Meski belum menggunakan hijab, Cinta tidak pernah meninggalkan sholat lima waktu.


Setelah sholat,seperti biasa Cinta melakukan wirid dan menengadahkan kedua tangan meminta kepada Sang Maha Kuasa atas keberkahan dunia dan akhirat.


Ritual sholatnya beres, Cinta melipat mukena dan menaruhnya ditempat semula.


Cinta membuka tirai,cendela dan pintu balkon kamarnya.Membersihkan dan menata kembali tempat tidurnya.Tak lupa mengelap semua perabot yang ada di dalam kamar dan mengepel lantai kamar tidurnya.Bahkan Cinta menyimpan alat pel sendiri didalam kamar mandinya agar memudahkan dia dalam mengepel kamar tidurnya sendiri,tanpa harus turun kegudang untuk mengambil alat pel.Menurut Cinta kamar tidur adalah privasi tak sembarang orang bisa masuk tak terkecuali ART.Maka dari itu Cinta membersihkan kamar tidurnya sendiri tanpa bantuan ART.


Membersihkan kamar tidurnya sendiri sudah beres.Cinta turun menuju dapur,disitu sudah ada ART yang sedang sibuk menyiapkan sarapan untuk keluarga Wiraatmadja.


"Ada yang bisa dibantu nona-nona cantik." Cinta menyapa mereka semua.


"Nona anda sedang memuji kami atau sedang menghina kami." Tukas mbok Imen ART keluarga Wiraatmadja mengantikan bibi Narsih yang sekarang tinggal dengannya.


Ya di dapur ada tiga ART yang usianya bisa dikatakan lanjut sedang memasak untuk sarapan pagi.


Cinta hanya tersenyum.


"Masak apa mbok." Cinta mengintip penggorengan yang ada di atas kompor.

__ADS_1


"Cap Jay dan telor dadar nona.Anda menginginkan yang lain nona." Tawar mbok Imen.


Cinta menggeleng kepala sambil mencemol krupuk yang baru digoreng oleh mbok Inem.Krupuk udang goreng,makanan yang tidak boleh terlewatkan ketika Cinta berada dirumah orang tuanya.


"Saya bantuin apa mbok." Tawar Cinta.


"Tak ada nona semua sudah beres." Balas mbok Inem.


"Cinta olah raga Saja kalau begitu." Cinta berlalu keruang gym dibangunan belakang rumah keluarga Wiraatmadja.


Sedang diruang gym sudah ada Restu.


"Sudah lama kak." Cinta menyapa sang kakak.


Mereka melakukan olahraga bersama tanpa mengeluarkan sepatah katapun.Selesai melakukan olahraga Restu dan Cinta segera mandi dan bersiap-siap untuk melakukan aktivitas hari ini.Cinta ke kampus dan Restu ke restoran.


Dimeja makan tuan dan nyonya Wiraatmadja sudah siap menunggu anak-anaknya untuk sarapan.


Selang beberapa menit Restu dan Cinta turun.Mereka sarapan bersama.


"Restu apa jadwal kamu hari." Tuan Wiraatmadja bertanya kepada anaknya.


"Restu ada kunjungan ke restoran di ibu kota bagian pa.Mungkin Restu akan kembali nanti malam.Memang ada apa,pa" Jawab Restu.


"Kamu Cinta." Tuan Wiraatmadja memandang Cinta.

__ADS_1


"Seperti biasa yah.Cuma kuliah sampai setengah hari,lalu kerestoran." Jawab Cinta.


"Ya sudah kalian hati-hati." Pesan sang ayah.


"Ya pa /Ya yah." Restu dan Cinta bersama-sama.


Mereka berjalan menuju kedepan.


Disitu sudah ada mobil orang tuanya siap dengan sang sopir yang siap mengantar kedua orang tuanya kemanapun.


Sebelum kedua orang tuanya berangkat.Cinta dan Restu menjabat tangan keduanya.


"Kamu naik apa ,maaf Kak tak bisa antar.Kakak keburu siang, nanti macet kalau kesiangan" Restu berjalan menuju garasi.


"Sejak kapan mobil kamu ada disini.Perasaan kemarin kesini bareng kakak." Restu memandang Cinta.


"Semalam Cinta minta tolong mang Ucup untuk mengambilnya." Cinta cengengesan.


"Ya sudah hati-hati." Pesan sang kakak.


Cinta menganggukkan kepalanya.


"Kakak juga hati." Cinta melambaikan tangan.


Mereka berpisah untuk melakukan aktivitas masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2