
Sesuai rencana, mereka pulang lebih awal untuk mempersiapkan diri.
Selepas mengerjakan sholat Maghrib Cinta didandani oleh MUA.
Selesai di make up.
"Perfeck." Ucap MUA setelah mengerjakan tugas.
"Anda begitu cantik nona." Lanjut sang MUA.
Cinta perlahan membuka mata.
"Apa benar ini aku?" Cinta menatap dirinya dicermin.
Sang MUA hanya tersenyum.
"Anda begitu hebat nona." Puji Cinta kepada sang MUA.
"Bukan nona,ini karena anda benar-benar cantik saya hanya memoles sedikit."MUA menjawab.
"Terima kasih nona atas bantuan anda." Cinta bangkit dari duduknya.
"Sama-sama nona" Sang MUA menatap Cinta dengan kagum.
"Saya bantu anda turun nona." Sang MUA menawarkan diri.
"Terima kasih nona,memang saya begitu kesusahan dengan gaun ini."
Cinta yang tak biasa menggunakan gaun.
Cinta keluar kamar,menuruni anak tangga dibantu oleh MUA.Tangan Cinta yang satu digenggam MUA yang satu lagi memegangi roknya agar mudah dalam melangkah.
__ADS_1
Saat Menuruni anak tangga.Cinta menjadi perhatian tuan dan nyonya Wiraatmadja.
"Nak,kamu yakin tak jatuh cinta dengannya." Nyonya Wiraatmadja mengamati Cinta yang turun dari tangga dibantu MUA.
"Mama bicara apa?" Restu masih sibuk dengan ponselnya.
"Lihatlah..." Nyonya Wiraatmadja menyenggol-nyenggol Restu.
Restu mendongakkan kepalanya melihat Cinta yang begitu cantik, untuk sesaat Restu terkesima atas kecantikan Cinta.
Restu segera sadar dan membantu Cinta menuruni anak tangga.
"Kalian pasangan yang serasi,tapi sayangnya...." Batin Nyonya Wiraatmadja saat melihat tangan Cinta mengandeng tangan Restu berjalan menuju kearahnya seperti sepasang kekasih.Nyonya Wiraatmadja segera sadar dari lamunannya.
Nyonya Wiraatmadja berharap Cinta menjadi menantunya,tapi Restu tak menyetujuinya.Restu memilih menjadikan Cinta sebagai adik.
Menurut Restu jika menjadi suami istri masih bisa menyakiti,tapi jika kakak adik tidak ada alasan untuk saling menyakiti.Cinta juga membenarkan itu.
"Bagaimana pa, kita panggil penghulu sekalian." Canda Nyonya Wiraatmadja.
Sedang Cinta hanya tersenyum.
"Kalian benar-benar serasi." Nyonya Wiraatmadja mengandeng tangan suaminya.
"Kita berangkat sekarang." Tuan Wiraatmadja beranjak pergi dengan mengandeng tangan istrinya.
"Cinta nanti jika disana jangan minum sembarangan." Pesan sang ayah disela langkahnya.
"Ya ayah." Jawab Cinta.
Mereka segera berangkat menuju hotel yang tertera diundangan.
__ADS_1
Sesampai di hotel, tuan dan nyonya Wiraatmadja berjalan didepan sedang Restu dan Cinta mengikuti dibelakangnya.
Tuan Wiraatmadja menunjukkan undangan dan mengisi buku tamu.
Mereka masuk kedalam aula hotel, disitu sudah ada banyak tamu yang sudah datang.
Tuan dan nyonya Wiraatmadja menemui sang pemilik acara.
Seraya mengucapkan selamat ulang tahun dan menyerahkan bingkisan.
"Selamat menikmati pestanya tuan, jangan sungkan." Tuan Krisna mempersilahkan Tuan Wiraatmadja beserta keluarga.
Mereka berbaur dengan tamu undangan lainnya. Tuan dan nyonya Wiraatmadja saling kenalan dengan tamu lainnya.
Cinta izin ketoilet, setelah kembali Cinta tak menemukan ayah bunda dan kakaknya.
Setelah capek mencari dan tak menemukan keluarganya.Cinta memiliki duduk.
Sedang ditempat lain, Restu yang celingak-celinguk mencari Cinta, pandangannya tak sengaja bertemu dengan Dion.
"Hai sob." Dion mengangkat tangan dan berdiri dari duduknya.
"Hai bro." Restu mengangkat tangan dan menghampiri Dion.
"Sama siapa?" Dion celingukan.
"Sama bokap nyokap sama adik gua.Nich sedang cari adik gue ,tadi izin ketoilet sampai sekarang belum kembali." Jelas Restu.
"Apa perlu gue susulin adik Lo." Dion jahil.
"Tak usah, terima kasih.Tadi juga sudah gue cari ditoilet tapi tak ada." Restu menjawab Dion.
__ADS_1
"Paling juga ketemu sama temennya terus keasikan ngobrol." Dion menenangkan Restu
"Bisa jadi." Restu menganggukkan kepalanya, membenarkan ucapan Dion.