Cinta Tanpa Restu

Cinta Tanpa Restu
Bab 85


__ADS_3

"Ada yang sakit?"Restu balik bertanya.


"Pusing mual muntah jadinya."


"Jangan-jangan kamu hamil lagi."


Bagas dan Leo beradu pandang,lalu memandang Cinta dengan serius.


"Tu mulut kalau ngomong jangan asal."Cinta memejamkan mata karena merasa pusing.


"Laki aja belum punya,hamil dari Hongkong." Lanjut Cinta.


"La kan kamu lagi dekat dengan Willy." Restu dengan sedikit tersenyum.


"Bisa jadikan kamu hamil,La tiap malam dikeloni terus sama Willy."Lanjut Restu.


"Jangan ngawur."Cinta masih memejamkan mata.


"Ada membutuhkan sesuatu,nona." Leo berdiri disebelah Cinta.


"Mungki minuman hangat,tuan.Tapi mana ada ditempat seperti ini.Permen mungkin ,tuan Leo." Cinta membuka mata dan memandang Leo.


Tak sengaja sekilas mata Cinta memandang sabuk Leo nampak ada pistol yang tersimpan di sabuk Leo.


"Anda seperti mafia tuan Leo,membuat saya takut."


"Kebanyakan baca novel." Restu dengan ketus.


"Ini untuk jaga-jaga,nona."Leo langsung mengancingkan jasnya.


"Kakak juga ini apa." Cinta membuka laci yang ada didepan Restu.

__ADS_1


Nampak sebuah pistol tersimpan rapi disitu.


Cinta mengetahui disitu ada pistol saat membuka laci menawarkan P3K ke preman tadi.


Cinta terus memandang tajam sang kakak.


Sedang Restu memandang Bagas dan Leo bergantian.


Bagas dan Leo memandang Restu dan menunggu apa yang akan dikatakan Restu selanjutnya.


"Kak,jawab.Apa ayah bunda juga tahu."Cinta menyentak Restu.


Cinta tak menghiraukan rasa pusing dikepalanya.


"Buat jaga-jaga.Ayah dan bunda tak tahu." Jawab Restu.


Cinta menutup mata dan mensandarkan badannya kesadaran bangku mobil.


"Apa masih pusing."Restu mengamati Cinta.


"Lee." Bagas menatap Leo.


"Nona anda bisa duduk dibelakang.Biar saya yang gantikan mengemudi."Leo memandang Cinta.


Cinta menganggukkan kepala dengan pelan.


Dengan memeganggi kepala Cinta keluar dari mobil dan berpindah kebangku belakang.Leo membukakan pintu belakang.Bagas segera mengeser duduknya kesamping.


"Diluar mereka masih berkeliaran, kita tak bisa keluar sekarang."Leo terlihat menatap layar ponselnya.


Restu menekan tombol disebelah kanan dan atap mobil menjadi tertutup dan warna mobil berubah lagi dengan warna yang berbeda.

__ADS_1


"Kita bisa melakukan penyamaran,tuan Leo."Restu memandang Leo.


"Mobil anda bagus tuan Restu." Leo mengamati mobil Restu.


"Ini ulah teman saya tuan Leo.Niatnya mau modif namun gagal. Kelihatannya mobilku memang dijadikan bahan percobaan sama dia."Restu nampak engan bercerita.


"Tuan beberapa kilometer kedepan ada showroom mobil milik teman saya.Kontainer ini bisa masuk area bungkar,baru kita bisa keluar.Saya sudah bertukar pesan dengannya.Dan area bungkar sedang kosong karena masih pagi."Restu menunjukkan ponsel yang menampilkan gps.


Leo mengambil ponsel Restu dan menunjukkan ke salah satu bodyguard.


"Ya tuan ,saya tahu tempat itu." itu meninggalkan mereka.


Sesampai di showroom,pintu kontainer bagian belakang terbuka,Leo mengoperasikan mobilnya kebelakang diikuti satu mobil lagi yang ditumpangi oleh beberapa bodyguard.


Keluar dari showroom,Leo mengemudikan mobilnya dengan santai.


Bagas yang melihat Cinta memegangi kepalanya sambil memejamkan mata.


"Apa begitu sakit,nona." Bagas mengantikan memegangi kepala Cinta.


"Terima kasih, tuan.Sudah sedikit baikan.Rasanya seperti berputar-putar."Cinta tetap memejamkan matanya.


Sementara Restu yang duduk dibangku depan.


"Alasan." Restu menggoda Cinta.


"Awas ya....kak.Nanti Cinta adukan ayah dan bund kalau kakak bawa mobilnya ngebut."Cinta dengan suara pelan karena menahan rasa pusing.


"Hotel atau rumah sakit."Leo dengan fokus melihat jalan didepannya.


"Hotel." Jawab Bagas dengan cepat.

__ADS_1


"Mau ngapain ke hotel." Cinta tetap diposisinya.


"Tak usah banyak tanya." Restu dengan lembut.


__ADS_2