
Senin pukul 07.30 di lobi perusahaan Utama Group.
Cinta yang ditolak oleh keamanan perusahaan Utama Group, memilih duduk dihalte didepan perusahaan.
Cinta sudah mengirim pesan kepada Bagas,jika dirinya sudah berada di perusahaan Utama Group.
Namun Cinta tak mengabari jika dirinya ditolak oleh keamanan diperusahaa tersebut.
Bagas yang baru saja masuk kelobi, menghentikan langkahnya didepan resepsionis.
"Ada yang mencari saya?" Bagas dengan tanpa expresi.
"Mohon maaf,tuan.Tidak ada, tuan." Jawab resepsionis, resepsionis menganggap Cinta tak penting sehingga menjawab tak ada.
"Jangan bohong." Bagas masih dengan expresinya.
"Atau kamu ingin saya pecat." Lanjut Bagas.
Bagas menelpon Cinta.Dalam satu kali dering Cinta langsung mengangkatnya.
"Ya ,hallo tuan." Suara Cinta setelah mengeser tombol hijau diponselnya.
"Ada dimana?" Bagas to the point.
"Di halte bus depan gedung Utama Group." Jawab Cinta.
Bagas membalikkan badannya melihat halte bus didepannya.Ya Bagas bisa melihat ada perempuan duduk dihalte bus tersebut meski terhalang kaca.
"Kemari."
"Kemana,tuan."Cinta celingak-celinguk.
__ADS_1
"Masuk gedung Utama Group."
"Ish,apa anda sudah datang, tuan.Saya tadi sudah masuk malah diusir oleh satpam." Jelas Cinta.
"Kemarilah."
Cinta berjalan menuju pintu masuk gedung Utama Group.Namun masih dihalangi satpam.Bagas segera berjalan menghampiri Cinta.
"Beri jalan." Bagas dengan muka datarnya.
"Terima kasih." Cinta tersenyum sambil membungkukkan badannya sedikit.
"Dikantor ini anda dilarang tersenyum,nona.kau boleh tersenyum hanya kepada ku." Ucapan Bagas yang terakhir hanya dalam hati.
"Aturan dari mana itu." Cinta hanya dalam hati.
Cinta memandang Leo, namun Leo hanya diam saja, membuat Cinta memilih untuk diam juga.
Bagas berjalan didepan sedang Cinta dan Leo mengikuti dibelakang.
Sepeninggal Bagas.
"Mbak siapa nona tadi." Satpam bertanya ke resepsionis.
"Tak tahu, kelihatannya bukan orang sembarangan pak satpam.Apa kita akan kena masalah ya pak satpam,tadi kita tidak menerima nona tadi." Jawab resepsionis.
"Jangan nakutin lah mbk,saya masih butuh kerjaan ini." Jawab satpam.
"La emang saya tidak." Resepsionis menanggapi.
"Pak satpam kembali ketempatnya sana,nanti kita kena masalah lagi."Lanjut resepsionis.
__ADS_1
Sedang Bagas yang sudah keluar dari lift, berjalan diantara para karyawan yang berdiri sepanjang lorong untuk menyambutnya.
Para karyawan saling berebutan mengucapkan selamat pagi.Namun Bagas dan Leo hanya diam saja.
"Huuh sudah seperti pejabat saja.
Ni orang kenapa juga diucapin selamat pagi,hanya diam saja.Sombong amat.Ini ni yang tidak aku suka dari orang kaya." Cinta dalam hati.
Berbeda dengan para karyawan laki-laki yang terpesona oleh kecantikan Cinta,tak sedikit para karyawati malah memandang Cinta dengan sinis,seakan mengibaratkan bendera perang.Apalagi karyawati yang mempunyai kedudukan yang tinggi.
Bagas saat diujung lorong menghentikan langkahnya.Dan berbalik menghadap ke pegawainya.
"Perkenalkan beliau nona Cinta Anggraeni,beliau assisten saya.Jadi jangan persulit pekerjaannya." Bagas dengan tegas.
"Baik , tuan muda ." Jawab semua karyawan dengan serentak.
"Kalian bisa mulai bekerja." Bagas meninggalkan mereka semua.
Bagas,Leo dan Cinta masuk kedalam ruangan Bagas.
"Baiklah,nona.Apa anda sudah siap bekerja, tentu anda sudah membaca isi perjanjian kerja kita kan.Dan apa saja yang harus anda kerjakan." Bagas duduk disinggasananya.
Cinta menganggukkan kepalanya.
"Lee berikan agendanya." Bagas meminta Leo.
Leo menyerahkan buku nota yang lumayan tebal.
"Ini jadwal saya hari ini dan seterusnya." Bagas menyerahkan buku agenda ke Cinta.
"Untuk tugas pertama bisa anda buatkan saya kopi,nona." Bagas membetulkan posisi duduknya.
__ADS_1
"Baik, tuan." Jawab Cinta.