Cinta Tanpa Restu

Cinta Tanpa Restu
Bab 30


__ADS_3

Diluar toilet Cinta yang sedang menunggu Crystal, asyik bercermin.


"Kakak sudah cantik,tak usah bercermin terus,takutnya pecah cerminnya." Crystal keluar dari bilik toilet.


"Hai bocah,ucapanmu seperti orang dewasa saja."Cinta mendengus kesal.


"Sudah." Lanjut Cinta.


Crystal menganggukkan kepala.


"Cuci tangan." Perintah Cinta dengan lembut.


Crystal bergegas mencuci tangan diwestafel yang ada di dekat Cinta.


"Lest go kak.Crystal sudah selesai." Crystal mendahului keluar dari toilet.


"Baiklah tuan putri." Cinta berjalan dibelakang Crystal.


Sesampai di aula hotel.


"Kamu sudah makan?" Tanya Cinta.


Crystal menggelengkan kepala sambil menunduk.


"Ok tuan putri mari kita berburu makanan.


Kamu mau makan apa,Apa makan kesukaanmu." Deretan tanya yang dilontarkan Cinta.


Crystal hanya diam.


Cinta mengandeng Crystal menuju meja menu.


"Bisa dibantu Nyonya?" Pelayan menawarkan diri.


Cinta sedikit kaget dipanggil Nyonya oleh pelayan.


"Apa sudah pantas aku jadi Nyonya,setua itu kah aku." Cinta dalam hati


"Sebentar nona" Balas Cinta.


"Mau makan apa?" Cinta menawari Crystal.


Crystal hanya diam.


"Kenapa?"


Crystal hanya menggeleng kepala.

__ADS_1


"Makanan kesukaanmu?" Cinta sambil mengambil piring, garpu dan sendok.


"Dim sum." Crystal menjawab dengan singkat.


"Ok,kita ambil dim sum." Cinta mengambil beberapa potong dim sum.


"Cukup."Cinta menyodorkan piring kedahapan Crystal.


"Kebanyakan kak."


"Tak apalah,kau kelihatan kecil dibandingkan anak seusia mu,apa kau tak makan dengan benar." Cinta mengoceh sendiri


Crystal hanya menggeleng kepala.


"Nona bisa kita minta dua botol air mineral yang kemasan kecil."Cinta kepada pelayan tersebut.


"Bisa nyonya.Ini nyonya." Pelayan menyerahkan dua botol air mineral kemasan kecil ke Cinta.


"Terima kasih nona." Cinta menerima botol tersebut.


"Sama-sama nyonya." Pelayan dengan hormat.


"Lest go tuan putri kita cari tempat duduk." Ajak Cinta.


Crystal hanya mengekor dibelakang Cinta.


"Hei anak kecil,kamu jangan dibelakangku terus,bejalanlah disampingku." Cinta menghentikan langkahnya sejenak.


"Kita duduk kembali ketempat tadi ya." Cinta menoleh sebentar kearah Crystal.


Crystal yang tak berani, hanya mengiyakan dalam hati, sambil mensejajarkan langkahnya.


"Kalau kita tak duduk disana banyak buaya darat yang akan mengintai kita." Cinta dengan suara pelan.


"Emang disini ada buaya darat kak." Crystal dengan lantang saat sudah ada didekat meja.


Membuat Bagas,Leo,Restu dan Dion memandang kearah Cinta dan Crystal.


"Hey kau berbicara apa pada anak kecil,jangan macam-macam,jaga bicaramu." Restu mencerocos terus.


"Kata kak Cinta,Kita akan aman kalau duduk disini om.kalau kita duduk sendiri,akan banyak buaya darat yang akan muncul.Ditempat ini emang ada buaya darat om. Bukankah buaya darat itu adanya di dikebun binatang dan dihutan om" Crystal duduk disamping Restu


Crystal memandang Restu.


Deg


Saat mata mereka bertemu.

__ADS_1


"ayo kak jawab." Cinta dengan nada meledek, sambil duduk.


"Ada, benar yang dikatakan kak Cinta disini banyak buaya darat,jadi kalian para perempuan harus hati-hati." Cinta mengacak-acak rambut Crystal.


"Aku berasa,posisi ku bakalan tereliminasi." Celetuk Cinta.


"Kita perempuan harus hati-hati, berarti buaya daratnya cowok dong om.Mana om,Crystal tak melihatnya."Crystal menoleh kanan dan kiri.


" Yaaa tak kelihatan nona kecil." Restu memberi penjelasan.


"Macam setan gitu om."


"Yaaa begitulah."


"Kakak benar kita akan aman disini."Crystal menghadap kearah Cinta yang duduk disebelah kanannya.


"Tentu, kalau ada buaya darat muncul kakak-kakak ini yang akan menghajarnya." Cinta menunjuk para pria yang ada satu meja dengannya.


"Bicara yang pantas sama anak kecil." Menyentil dahi Cinta.


"La emang banyak buaya darat kak disini,dari tadi Cinta merasa dilihatin terus.Atau Cinta terlalu pede aja ya...kak.Atau jangan-jangan ada yang salah ya kak dengan pakaian aku.Aduh bunda sudah ku bilang,aku tak cocok dengan pakaian ini. Lihatlah kak,banyak yang melihat kesini.Cinta takut." Cinta dengan suara pelan tapi masih didengar oleh para laki-laki yang duduk satu meja dengannya.


Bagas,Leo,Dion danRestu mengedarkan pandangannya menyapu banyak pasang mata laki-laki yang melihat kearah mejanya.


"Tak ada yang salah."Jawab Restu.


"Lee tukar tempat duduknya." Bagas bangkit dari duduknya.


Leo tanpa bersuara bergeser bertukar tempat duduk dengan tuannya.


Sehingga Bagas duduk disamping Cinta.


Detak jantung kedua sudah tak bisa dikendalikan.


Seketika semua pasang mata yang melihat Cinta tadi langsung menunduk,ada juga g memalingkan muka.


Dalam dunia bisnis Bagas terkenal dengan ketegasannya, Bagas tak segan-segan menggulingkan lawannya yang berani mengusiknya.


Membuat dirinya disegani oleh kawan maupun lawannya.


"Sudah jangan dihiraukan." Restu memenangkan Cinta.


Cinta menghembuskan nafas kasar untuk menghilangkan gugupnya.


"Baiklah tuan putri.Silahkan dimakan.Mau disuapi atau makan sendiri." Cinta menyodorkan dim sum yang sudah dipotong menjadi beberapa bagian kecil.


Crystal mengambil garbu menusukkan garbu itu kepotong dim sum dan menyodorkan ke mulut Cinta, bersiap menyuapi Cinta.

__ADS_1


"Kak,kita sekarang berteman."


"Baiklah." Cinta memakan potong kecil dim sum yang disodorkan Crystal.


__ADS_2