Cinta Tanpa Restu

Cinta Tanpa Restu
Bab 28


__ADS_3

Disela-sela perbincangannya dengan Dion.Restu tak sengaja pandangannya tertuju pada dua pria yang sedang duduk didekat Dion dan sedang sibuk memainkan hpnya.


Restu memandang keduanya bergantian.


Sedang Bagas yang sudah selesai membalas pesan dedynya, memasukkan ponselnya ke saku jasnya,sesaat pandangannya bertemu dengan Restu.


Bagas tersenyum.


Entahlah kenapa Bagas tersenyum, padahal jika bertemu dengan orang baru Bagas akan bersikap datar.


Restu membalasnya.


"Kirain sombong, ternyata ramah juga nich anak." Restu dalam hati.


"Ooooya sob kenalin nich teman-teman gue." Dion memperkenalkan Bagas dan Leo ke Restu.


"Sob kenalin nich kakak ipar gue." Canda Dion memperkenalkan Restu ke Bagas dan Leo.


"Bagas." Bagas berdiri dan mengulurkan tangannya.


"Restu." Restu menyebutkan namanya dan menyambut uluran tangan Bagas.


"Jadi nama Lo Restu sob." Dion yang baru mengetahui nama Restu.


Restu menganggukkan kepalanya.


"Gue Dion." Dion mengulurkan tangan.


Restu menyambut uluran tangan Dion sambil tersenyum.


"Sahabat macam apa lo,tak tahu nama sahabatnya sendiri." Ledek Bagas seraya duduk kembali.


Dion hanya cuek.


Bagas menendang kaki Leo.


Leo menatap Bagas.

__ADS_1


Bagas memberi isyarat ke Leo dengan ekor matanya.


Leo mengikuti arah mata Bagas.


Mengerti maksud Bagas.Leo berdiri mengulurkan tangannya.


"Leo." Menyebutkan namanya.


"Gabung sini saja sob." Tawar Dion.


"Terima kasih bro,tapi maaf gue harus cari adik gue." Tolak Restu dengan sopan.


"Sudahlah sini saja, palingan adik Lo lagi asik ngobrol sama temannya." Dion memaksa Restu duduk disampingnya.


Selang beberapa menit Cinta yang merasa capeknya sudah hilang segera mencari keluarganya.


Cinta yang mengetahui kakaknya duduk diseberang bangku yang agak jauh dari tempat berdiri segera menghampiri kakak.


"Kak." Cinta menyapa kakaknya.


Mendengar suara Cinta, semua yang ada dimeja itu memandang Cinta.


"Kan sudah izin tadi ketoilet,kenapa ditinggal." Cinta berbisik.


"Lama banget." Lanjut Restu.


"Antri." Cinta masih dengan nada pelan.


"Sob nich adik Lo, boleh kenalan." Dion memiringkan badannya.


Sedang dibawah meja kaki Bagas menendang tulang kering Dion.


Bagas begitu kesal Dion mengajak Cinta kenalan.


"Aawwww." Dion menahan sakit.


"Kenapa bro?." Restu cemas.

__ADS_1


"Tak apalah hanya seperti kesemutan gitu kaki gue." Bohong Dion.


"Dik kenalin nich teman-teman kakak.Dion ,Bagas ,Leo" Restu menyebutkan nama-nama temannya sambil menunjuk satu persatu.


"Cinta." Cinta menyebutkan namanya dan mengatupkan kedua tangannya didepan dada dan melihat teman-teman kakaknya satu persatu.


Dion menarik tangan yang sudah terlanjur terulur.


"Silahkan duduk nona Cinta." Dion menawarkan duduk.


"Terima kasih." Cinta dengan sopan.


Restu menarik kursi untuk duduk Cinta.


"Duduk sini." Restu menyuruh Cinta duduk disebelahnya.


"Sob bisa tukar duduknya." Dion yang berniat mendekati Cinta.


Cinta menahan tangan Restu, sambil menggelengkan kepalanya.


"Maaf bro kelihatannya adik gue kurang nyaman." Restu dengan sopan.


"Hai nona saya tak menggigit kok,saya sudah jinak." Canda Dion.


Cinta hanya tersenyum.


Disela-sela mereka ngobrol.


Restu yang mengetahui Cinta gelisah.


"Kenapa?"


Cinta menggelengkan kepala.


Cinta merasa gugup karena bisa dilihat dari penampilan mereka bahwa teman-teman kakaknya adalah orang kaya, Cinta takut berbuat kesalahan sehingga bisa mempermalukan kakaknya atau orang tuanya.


Bagas yang sejak awal jantungnya berdetak tak karuan memilih mengedarkan pandangannya meyapu seluruh ruangan untuk mengurangi rasa gugupnya.

__ADS_1


Padahal diam-diam Bagas memperhatikan Cinta.


Bagas sering bertemu kolega bahkan pejabat tapi tak pernah merasa Segugup ini.


__ADS_2