Cinta Tanpa Restu

Cinta Tanpa Restu
Bab 45


__ADS_3

Sementara Sari dan pak Agung sampai ditempat tujuan, dimana tuan dan nyonya Wiraatmadja bertemu dengan tuan Bagas.


Sari memasuki gedung pencakar langit itu dengan gemetar, Sari segera bertanya ke resepsionis tentang keberadaan pertemuan antara tuan dan nyonya Wiraatmadja dengan tuan Bagas.Namun Sari tak mendapatkan informasi apapun,memang benar perusahaan Utama Group tertutup hanya orang tertentu yang bisa keluar masuk dengan pemeriksaan yang ketat pula dan sulitnya mendapatkan informasi sekecilpun apapun tentang Utama Group.


Sari hanya mondar mandir didepan pintu masuk perusahaan Utama Group sambil mencoba menelpon Cinta dan tuan Wiraatmadja namun keduanya tidak ada yang mengangkat panggilannya.


"Bruk." Sari menabrak seseorang.


"Maaf tuan." Sari menundukkan kepala tanpa melihat wajah orang tersebut karena begitu takutnya, dibelakang orang tersebut berdiri beberapa orang berseragam hitam dengan badan yang sama besarnya.


"Siapa dia?" Charles bertanya kepada satpam yang berjaga di depan pintu masuk perusahaan Utama Group.


"Dari DnC Restaurant,tuan." Jawab satpam.


"Ada yang bisa saya bantu nona." Charles dengan memperhatikan Sari yang sedang menunduk.


Sari perlahan memandang orang tersebut.Sari menarik nafas panjang dan mengembuskan dengan perlahan.


"Lebih baik terus terang saja siapa tahu Tuhan memberi kemudahan, aamiin." Sari dalam hati.

__ADS_1


"Maaf tuan, saya dari DnC Restaurant .Saya ingin bertemu tuan saya yang sekarang sedang meeting dengan tuan muda Bagas,tuan.Saya hanya ingin memastikan ,jika semua baik-baik saja, tuan." Sari dengan menahan gemetar dikakinya.


"Maksud nona,apa ada kesalahan?" Lanjut Charles.


"Begini tuan,ada sedikit kesalahan tuan.Dokumen kerja sama dengan perusahaan Utama Group tertukar dengan dokumen lain.Dan tadi nona kami sedang mengantarkannya,apa nona kami sudah sampai ke sini,saya hanya ingin memastikan itu saja, tuan.Karena nona kami kesini mengendarai motor yang remnya rusak." Jelas Sari.


"Kelihatannya aku bisa mendapatkan informasi dari dia." Batin Charles.


"Apa ini yang anda maksud nona." Charles menunjuk dokumen ditangannya.


Sari melihat dengan sekilas lalu memandang Charles.


"Saya harus jawab yang mana dulu nona." Suara Charles.


Sari langsung menundukkan kepalanya.


"Maaf,tuan saya tak sopan,saya sedang mencemaskan tuan dan nona saya."


"Anda bisa ikut dengan saya nona."Charles dengan melangkah kakinya.

__ADS_1


"Terima kasih,tuan." Sari mengikuti langkah Charles dari belakang.


Charles membawa Sari keruangannya.Charles adalah orang kepercayaan Bagas dan Leo,jika keduanya tidak ada ditempat Charleslah yang menghendel semua.


Sampai diruangannya, Charles mempersilahkan sari untuk duduk.


"Silahkan duduk,nona." Charles duduk di sofa ruang kerjanya.


Sari duduk disofa sebrang Charles.


"Langsung saja pada intinya nona.Jika nona bisa diajak kerja sama maka saya akan memudahkan urusan anda, urusan tuan dan nona muda anda." Charles dengan serius.


"Maksud tuan." Sari yang tak paham atas apa yang dimaksud Charles.


"Begini nona.Ada beberapa pertanyaan yang akan saya tanyakan.Mohon jawab dengan jujur.Jika anda menjawab dengan jujur maka urusan anda,tuan anda dan nona muda anda akan kami mudahkan termasuk soal kerja sama ini.Dan jika anda berbohong satu kalimatpun anda tahu konsekuensinya,anda pasti sudah tahu soal Utama Group yang tak suka dengan kebohongan dan penghianatan.Jika anda berbohong bukan hanya anda,namun keluarga dan tempat anda bekerja yang akan kena masalah juga." Charles dengan penekanan.


Sari hanya menganggukkan kepalnya,karena menahan gemetar ditubuhnya.


Charles meletakkan ponselnya dimeja,sekilas tak ada yang aneh diponsel tersebut, karena ponsel tersebut sedang tidak menyala.Namun siapa yang tahu jika diujung ponsel Charles ada lubang kecil seperti colokan handset namun itu adalah kamera tersembunyi yang begitu kecil.

__ADS_1


__ADS_2