
Selepas Bagas melompat dari mobil mewahnya.Mobil tersebut melaju dengan tak terkendali dan menabrak salah satu mobil Jeep membuat kedua mobil tersebut terguling ketepi jalan dan selang beberapa menit terjadi ledakan kedua mobil tersebut terbakar hebat.
Mobil yang dikendarai Cinta perlahan mendekat kearah dimana mobil Bagas terbakar.
Nampak para preman yang ingin mencelakai Bagas sedang mondar mandir menyaksikan mobil Bagas dan mobil Jeep yang terbakar.
Cinta menginjak pedal gas dan mobil pun terhenti jarak beberapa meter dari kejadian.
"Tuan ada apa?"Cinta bertanya kepada salah satu preman.
"Ada kecelakaan,nona." Jawab si preman.
"Apa ada korban jiwa ,tuan."
"Ada satu nona.Pengemudi mobil merah itu.Tapi belum dipastikan nona.Kami tak berani mendekat."
"Sudah telpon polisi dan ambulan tuan.La itu kenapa."Cinta menunjuk keempat orang yang sedang duduk dengan beberapa luka ditubuhnya.
"Sudah nona.Mereka yang berada di mobil Jeep.Mereka sempat melompat sebelum terjadi ledakan."
Cinta terus saja bertanya mengenai hal-hal yang tidak begitu penting.Membuat preman tersebut risih.
"Oooooo.Apa mereka butuh minum tuan.Saya ada."Cinta mengambil botol mineral yang ada dipintu mobil dan menyerahkan ke preman tersebut.
"Atau kotak P3K."Cinta nampak membuka laci yang ada dibangku sebelahnya.
__ADS_1
"Tidak-tidak mereka harus dibawa kerumah sakit,tuan. Takut ada luka yang serius." Cinta berbicara dengan expresi cemas yang dibuat-buat.
"Tidak nona.Mereka baik-baik saja."
"Apa saya bisa segera pergi,tuan." Cinta menoleh kebelakang nampak ada beberapa mobil yang juga akan melintas namun terhalang oleh mobilnya.Dan ada pengendara yang keluar dari mobilnya hanya untuk menyaksikan kejadian itu.
"Itu lebih baik,nona."Preman nampak bernafas lega.
"Terima kasih,tuan.Saya duluan."
Cinta menyalakan mesin mobil dan dengan pelan melajukan mobilnya.Diikuti mobil dibelakang.
Cinta terus saja melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.Cinta mengambil jalur kiri.Mobil yang ada dibelakangnya satu persatu mendahuluinya.Setelah tak ada satupun pun mobil disekitar mobilnya.Cinta menekan tombol hijau atap mobil belakang terbuka.Restu dan Bagas mengambil posisi duduk.
Restu dan Bagas melihat kedepan,ada sebuah kontainer besar dengan pintu dibelakang terbuka dan ada jembatan yang menghubungkan jalan aspal dengan kontainer.
"Nona masuk saja kekontainer itu." Bagas memandang Cinta.
Bagas menyakini jika itu Leo beserta orangnya.Karena selama sembunyi tadi Bagas dan Leo bertukar pesan lewat ponsel.
"Kak,apa aku bisa?" Cinta tetap menatap kedepan.
"Bisa."Jawab Restu tegas.
Saat melihat sang kakak dari kaca spion,mata Cinta tak sengaja ada cahaya mobil dari belakang.
__ADS_1
"Kak lihat kebelakang."
Restu dan Bagas menoleh ke belakang.
"Itu mereka tadi ,dek.Cepat tambah kecepatan dan masuk kekontainer itu." Perintah Restu.
Tanpa berpikir panjang Cinta menambah kecepatan dan masuk kedalam kontainer.
Setelah berada di dalam kontainer,pintu belakang kontainer tertutup dengan sendiri dan lampu menyala membuat kontainer tersebut menjadi terang.
Nampak Leo diikuti beberapa bodyguard dengan gagah berjalan mendekat kearah Cinta,Bagas dan Restu yang duduk di bangku mobil Restu.
Cinta mematikan mesin mobil dan bersandar di bangku mobil sambil membuang nafas.Cinta memejamkan mata.Restu melompat kebangku depan, seraya memperhatikan Cinta.Restu membuka sabuk pengaman Cinta.Restu menghadap Cinta kearahnya.
Leo menampar Bagas.
"Sudah dibilang jangan keluar sendiri.Nyawamu ada berapa." Sentak Leo.
"uuuwwweeekkk."Cinta nampak muntah dan mengenai baju yang dikenakan Restu.
Leo yang semula ingin marah kepada Bagas.Segera memandang kearah Restu dan Cinta.
Bukannya jijik Restu membersihkan mantahan Cinta yang mengenai bajunya dengan tisu.
"Maaf,kak." Cinta sambil mengambil tisue dan mengelap mulunya.
__ADS_1