
Cinta menggunakan lift untuk turun ke tempat parkir.Sesampai Cinta ditempat parkir, Cinta mengambil kotak bekal yang dibuatkan sang bunda.Cinta membawanya naik kelantai paling atas.
"Maaf bisa bertemu dengan mbk Mita." Cinta didepan pintu ruangan team sekretaris yang terbuka.
Merasa namanya dipanggil,Mita berdiri dan memandang kearah sumber suara.
"Ya saya." Mita nampak kaget.
"Mbak bisa minta tolong sebentar."Cinta masih didepan pintu.
"Ada apa?" Mita mendekat ke arah Cinta.
Cinta menarik Mita di balik pintu.
"Mbak bisa minta tolong, tolong ini berikan untuk tuan Bagas,tapi jangan bilang dari saya.Bilang saja dari seseorang."Cinta dengan suara pelan.
"Rahasia nich ceritanya." Mita dengan suara pelan pula.
Cinta menganggukkan kepala.
"Bisa mbak."
"Bisa,tapi kamu hutang penjelasan."
"Nanti istirahat Cinta temui mbak Mita di ruang Istirahat.Ok."
"Janji." Mita menyodorkan jari kelingkingnya didepan wajah Cinta.
"Janji." Cinta mengaitkan jari kelingkinnya.
"Terima kasih mbak."
Dijawab anggukkan kepala oleh Mita.
Cinta nampak terburu-buru meninggalkan tempat tersebut takut Bagas atau Leo melihatnya.
Nyatanya Leo yang keluar dari ruanganya melihat Cinta keluar lift,Leo segera bersembunyi dibalik dinding.Leo juga mendengar pembicaraan antara Cinta dan Mita.
Setelah Cinta tak terlihat,Mita menuju ruang Bagas dan mengetuk pintu setelah berada didepan ruangan Bagas.
"Masuk."Bagas menekan remot, pintupun terbuka.
"Maaf tuan, mengganggu waktu anda sebentar."Mita berjalan kearah meja Bagas.
"Heemmm." Pandangan Bagas tak beralih dari dokumen yang sedang dibacanya.
"Ada seseorang yang menitipkan ini untuk anda, tuan." Mita menaruh tas kecil diatas meja Bagas.
Bagas menghentikan kerjanya,meliriknya tas tersebut dan mengambilnya.
"Dari siapa?" Bagas mengambil kotak makan yang ada didalam tas kecil tersebut.
"Maaf tuan.Beliau tak mengizinkan saya menyebutkan namanya dihadapan tuan."
"Kamu bekerja untuk ku atau untuknya."
"Hhhhaaa." Mita tak tahu harus menjawab apa.
"Kau boleh pergi."
"Terima kasih, tuan." Mita merasa lega,Mita membungkukkan badan sedikit memberi hormat.
Ditutup kotak makan bagian luar tertempel notes bertuliskan "Dimakan sebelum jam sembilan ya..."dengan ditambah emoji hati.
Bagas mengambil dompet dari sakunya, mengeluarkan notes yang pernah Cinta tinggalkan di rumah sakit dan membandingkan tulisan, ternyata sama bentuk tulisannya.
"Kamu yang mengirim ini." Bagas menjepit kedua notes dengan jepit rambut Cinta yang tertinggal dikamarnya dan memasukkan kedalam dompetnya.
Bagas membuka kotak bekal tersebut.Bagas hanya memandanginya.
"Itu juga akan kamu simpan,tak kan kamu makan." Leo yang tiba-tiba masuk ruangan Bagas.
Bagas memandang kearah Leo.
"Dia yang mengirim ini,kak."
__ADS_1
"Ya,dia ada disini.Sedang mengurus DnC Restaurant ada masalah sedikit." Leo duduk di hadapan Bagas.
"Maksudnya apa kak."
"Makan dulu, setiap hari kamu melewatkan sarapan,coba kamu makan roti itu pasti nikmat."
Bagas menikmati roti yang dikirimkan Cinta dengan berbunga-bunga.
"Biarkan rasa ini Tuhan," Bagas dalam hati yang merasa bahagia mendapatkan perhatian kecil dari Cinta.
Setelah menyelesaikan sarapannya.Bagas menutup kembali kotak makan tersebut dan sekilas melihat gambar yang ada ditutup kotak makan tersebut.Dan menunjuk kearah Leo.
"Ppuuufff."Leo menahan senyumnya.
"Kenapa aku merasa geli sendiri kak."
Ya ditutup kotak makan tersebut bergambar animasi kuda berponi berwarna pink.
Bagas memasukkan kembali kedalam tas kecil tersebut.
"Ada apa kak,dia disini." Bagas menaruh kotak disisi pojok meja kerjanya.
"Kontainer milik DnC Restaurant dirampok.Sopir dan rekannya ditemukan diikat ditempat kejadian.Mungkin perampoknya mengira didalam kontainer barang berharga namun nyatanya didalam kontainer hanya sayuran." Leo bercerita merasa lucu atas kejadian itu.
"Pelakunya."
"Kabur."
Di gedung Utama Group tepatnya dilantai lima.
Para pekerja DnC Restaurant sedang sibuk mengolah makanan untuk makan siang para karyawan Utama Group.
Cinta juga sibuk memasak sup ayam.
Bel istirahat berbunyi, para karyawan berhamburan menuju ke lokasi istirahat.
Mita yang telah membuat janji dengan Cinta, celingukan mencari Cinta dengan nampan ditangannya.
"Hayo cari siapa?" Cinta menepuk pundak Mita dari belakang.
"Ayo cari tempat duduk,mbk." Cinta celingukan mencari tempat duduk yang kosong.
"Disana." Mita dengan menggerakan wajahnya kearah tempat duduk kosong.
Cinta mengikuti arah mata Mita memandang dan menganggukkan kepala.
Mereka berdua berjalan menuju tempat duduk yang kosong tersebut.Keduanya duduk berhadapan.
"Sudah makan?" Minta bertanya kepada Cinta.
"Belum nanti saja." Jawab Cinta.
"Apa hubunganmu dengan Restu." Mita to the point.
"Mbak Mita kenal dengan kakak Restu."
"Kakak.Beneran kamu adik Restu atau adik ketemu gede."
"Beneran kakak ,mbak.Mbak Mita kenal dengan kak Restu."
"Teman kuliah."
"Oooo "Cinta manggut-manggut.
"Satu lagi,kenapa aku melihat kamu kerja disini hanya dihari pertama saja selanjutnya aku tak pernah melihat kamu."
"Mungkin Cinta tak ada rejeki jadi karyawan Utama Group."
"Kamu ini, semua orang bermimpi bisa bekerja disini tapi kamu malah menyia-nyiakan."
"Bukan menyia-nyiakan,tapi rejekiku tak ada di Utama Group mbak Mita cantik."
"Ish. Kamu orang ke lima yang mengatakan aku cantik"Mita dengan pedenya.
"Mbak bisa minta tolong lagi, tolong kasih ini untuk tuan Bagas dan tuan Leo."Cinta menyodorkan tempat makan tahan panas susun dua sebanyak dua.
__ADS_1
"Kamu tak menaruh sesuatu yang tak baik kan didalamnya." Mita dengan nada serius meski ucapannya hanya bercanda.
"Apaan sich mbk.Ini hanya makan siang biasa,aku pun tak tahu,apa tuan Bagas dan tuan Leo menyukainya atau tidak.Aku dengar tuan Bagas selalu melewatkan makan siang.Aku hanya ingin membantu saja mbak.Oh...ya mbk tadi dimakan tidak mbak sarapannya."
"Aku tak tahu.
Jadi kamu ingin menggaet keduanya,serakah sekali kamu." Mita dengan mendekatkan wajahnya ke wajah Cinta.
"Mbak Mita,apaan sich.tak ada maksud apapun mbk.Murni seratus persen aku hanya ingin membantu. Secara tuan Bagas dan tuan Leo kan kemanapun bersama,aku kan tak enak hati jika hanya memberi tuan Bagas.
Tolong nitip ini ya mbak, please."Cinta mengatupkan kedua tangannya.
"Ok.ok
Tapi ni tak gratis,suatu saat aku pasti minta imbalan.
Tapi ngomong-ngomong kenapa tak kamu antar sendiri saja."
"Kan sekalian mbak Mita sambil keatas." Cinta mencari alasan.
"Ya sudah aku antar sekarang supaya bisa cepat dimakan."Mita berdiri.
"Terima kasih mbak."
"Aku dengar tuan Bagas dan tuan Leo tak suka wanita."Mita membisikkan ke telinga Cinta.Dan segera pergi.
"Iiiihhh mbk Mita jangan bergosip." Cinta sedikit mengeraskan suaranya.
Mita mengembalikan piring dan gelas kotor ketempatnya.
Cinta memandang Mita sampai Mita masuk kedalam lift yang membawanya kelantai paling atas.
Sesampai didepan ruang Bagas.Mita langsung masuk karena pintu ruangan Bagas terbuka.
"Permisi tuan.Ini ada titipan lagi dari seseorang.Satu untuk tuan Bagas dan satu lagi untuk tuan Leo."Mita berjalan kearah meja Bagas dan meletakkan kotak makan tersebut dihadapan Bagas.
Mita juga memutar badannya ke arah Leo yang sedang duduk sofa ruangan Bagas dan meletakkan dihadapan Leo.
"Ish kenapa dia juga buatin untuk kamu Lee."Bagas meraih tas kecil tempat kotak makan tersebut.
Bagas mengintip sekilas dan mengambil nota yang ada didalamnya.
"Selamat makan, semoga suka." dan tak ketinggalan emoji hati.Itu pesan Cinta yang ditulis dinotes yang diletakkan di atas kotak makan.
"Punyamu ada ini Lee." Bagas menunjuk notes kecil ke Leo.
Leo mengintip dan mengambil kotak makan tersebut dari dalam tasnya.
"Tak ada." Leo mengamati kotak makan tersebut.
"Apa kau akan memakannya Lee."
"Tidak tuan,ini untuk tuan saja." Leo berdiri dan menyerahkan kotak makan tersebut ke Bagas.
"Saya makan yang ini saja." Leo kembali ke sofa,dan mengambil makanan yang ada dihadapannya.
Ya setiap hari Leo akan menyediakan makan siang,namun Bagas tak pernah menyentuhnya.
"Kamu sudah makan,nona." Leo memandang Mita yang setia berdiri didekat Sofa.
"Sudah tuan Leo." Jawab Mita.
"Maaf tuan Bagas,apa anda makan sarapan anda dengan benar,tuan.Saya hanya ingin pastikan itu saja tuan."
Mita memandang Bagas.
"Habis." Bagas menyerahkan kotak makan kosong ke Mita.
Mita menghampiri Bagas dan menerima kotak makan tersebut.
"Saya permisi tuan.Selamat siang." Mita undur diri.
Setelah Mita keluar dari ruangan Bagas.
Bagas dan Leo menikmati makan siangnya masing-masing.
__ADS_1