Cinta Tanpa Restu

Cinta Tanpa Restu
Bab 34


__ADS_3

Sampai dimeja.


Cinta melepas gandengan tangannya,dan berhambur memeluk Restu dengan menumpahkan seluruh air matanya yang ditahan sedari tadi.


Cinta menenggelamkan wajahnya di dada bidang milik kakaknya.Restu mengelus punggung Cinta.


"Kak dia menyentuhku disini.Bersihkan kak, bersikan kak." Cinta mengarahkan tangan Restu kepinggangnya.Cinta mengibas-ibaskan tangannya dibajunya yang dipegang Steven tadi, seperti sedang membersihkan kotoran dibajunya.Meski Cinta menangis tanpa bersuara,namun pundak Cinta bergetar hebat menandakan Cinta menangis dengan pilu.


"Sudah-sudah jangan menangis lagi.Dilihat Crystal apa tak malu." Restu memegang kedua pundak Cinta dengan kedua tanganya.


Cinta mengambil sapu tangan milik Bagas yang ada di dalam tas kecilnya dan membersihkan air mata dan ingusnya dengan menunduk dihadapan Restu.


Bagas menurunkan Crystal dari gendongannya dan mendudukkannya dikursi.


Bagas mengirimkan pesan kepada Leo.


"Kak,tolong bereskan cctv disini.Carikan baju yang sama dengan yang digunakan Cinta.Pesankan satu kamar hotel disini." Isi pesan WhatsApp Bagas kepada Leo.


Pesan WhatsApp Bagas terkirim ke ponsel Leo.


Ponsel milik Leo yang diletakkan didalam saku celana bergetar,Leo segera mengambilnya dan membukanya.

__ADS_1


Melihat isi pesan dari Bagas.Leo menganggukkan kepala ,meski heran untuk apa Bagas memesan kamar hotel.Leo tetep menjalankan perintah Bagas.


Leo segera menyuruh anak buahnya untuk mengerjakan perintah dari Bagas.


Selang beberapa menit seorang datang dengan paper bag dan kartu kamar hotel.Orang itu menyerahkan kepada Leo.Bersamaan dengan ponsel Leo yang bergetar ada notifikasi pesan WhatsApp masuk.


"Sudah beres tuan.Saya sudah menghapusnya.Ini saya kirim rekamannya tuan." Isi pesan WhatsApp tersebut.


"Tuan Restu ikutlah dengan saya,anda ajak sekalian adik anda." Bagas menawarkan diri.


Entah kenapa Restu menyetujui tawaran Bagas dengan menganggukkan kepala.


Mereka beranjak meninggalkan aula hotel.Leo berjalan didepan diikuti yang lain.Sedang Crystal yang bingung tak tahu harus berbuat apa,hanya mengikuti mereka orang dewasa.


"Bruk." Crystal yang berjalan dibelakang sendiri terjatuh.


Seketika Crystal menjadi perhatian.Bagas segera mengendong Crystal.


"Ceroboh sekali, badanmu terlalu kecil, apa kau tidak makan dengan benar." Gerutu Bagas.


"Aku memang masih kecil kak.Nanti kalau aku sudah dewasa,aku akan secantik dan setinggi kak Cinta.Iya kan om." Crystal meminta pembelaan Restu.Crytal yang digendong Bagas dengan posisi tangannya melingkar dileher, menaruh kepalanya dipundak dan menghadap ke belakang.

__ADS_1


"Tentu, saat kamu dewasa kamu akan secantik kak Cinta adik manis.Tapi sayangnya masih cantikan kak Cinta." Goda Restu.


Crystal memanyunkan bibirnya.Membuat gemas.


"Om tak asyik."


Selang beberapa menit Crystal yang benar-benar mengantuk akhirnya tertidur digendongan Bagas.


"Silahkan tuan." Leo yang sudah menemukan kamar hotel dan membukanya.


Mereka semua masuk kekamar hotel.Bagas segera menidurkan Crystal diranjang dengan pelan-pelan.Karena terlalu mengantuk Crystal tak terbangun saat Bagas menidurkannya diranjang.


"Mandilah nona dan pakai ini.Noda tangan bajingan tadi supaya hilang." Bagas mengambil paper bag dari tangan Leo dan menyerahkan ke Cinta.


Tanpa ragu Cinta mengambil paper bag dari tangan Bagas dan bergegas ke kamar mandi hotel.


Bagas keluar kamar hotel menuju balkon dengan merogoh rokok yang ada didalam saku Celana.Meski Bagas bukan pecandu rokok,Bagas selalu membawa rokok dimanapun berada.Bagas akan merokok jika hanya pikirannya kacau.Pikiran Bagas menerawang kemasa lalu,dimana Steven selalu merecokinya.


Sementara Restu yang berniat menyusul Bagas dicegah oleh Leo.


"Jangan tuan, sebentar saja, tuan saya sedang tidak ingin diganggu." Leo mencekal lengan Restu.Leo yang sudah hafal dengan kebiasaan Bagas.Kalau pikiran sedang kalut Bagas akan merokok dan menyendiri tak mau diganggu siapa pun.

__ADS_1


Restu hanya diam dan duduk ditepi ranjang.


__ADS_2