Cinta Tanpa Restu

Cinta Tanpa Restu
Bab 75


__ADS_3

Bagas hanya menggelengkan kepalanya.


"Tidurlah lebih cepat,jika suasana hati sedang baik." Leo melangkah meninggalkan Bagas, sambil menyambar kotak makan kosong untuk diberikan kepada pelayan supaya dibersihkan.


Malam ini berakhir dengan damai.


Di pagi hari Bagas bangun dengan suasana hati yang baik,Bagas begitu bersemangat untuk pergi kekantor.Bisa makan makanan buatan Cinta seperti kemarin selalu terniang dipikirkannya.


Bagas turun melalui tangga dengan sedikit berlari.Bagas menghampiri Leo yang berada di ruang makan.


"Kenapa belum sarapan." Tanya Bagas, karena Leo hanya memainkan ponselnya sedang didepannya sudah tersedia roti.


Nyonya Irene menikmati sarapannya dengan tenang, sedang Crystal selalu menunduk jika ada Bagas dan Leo.Bagas memandang Crystal sekilas.


"Nunggu kamu." Leo memasukkan ponselnya ke saku jasnya.


"Aku tak sarapan." Jawab Bagas dengan melangkahkan kakinya meninggalkan ruang makan.


Leo segera mengambil tisue dan membungkus roti yang ada dihadapannya dan memakannya sambil mengejar Bagas.


"Selesaikan sarapanmu dengan benar." Bagas yang mendapati Leo makan sambil berjalan.


"Sudah." Leo yang telah menyelesaikan sarapannya meski dengan berjalan.


Mereka masuk kedalam mobil.


Didalam mobil Leo menenguk air mineral yang ada di pintu mobil yang selalu disiapkan oleh pelayan.

__ADS_1


"Bahagia juga butuh asupan." Leo menyindir Bagas.


Sedang Bagas hanya diam saja tak menanggapi ucapan Leo.


Sesampai di gedung Utama Group.


Bagas langsung menuju keruangannya.Saat membuka pintu ruangannya, Bagas mendapati kotak makan bersusun tiga.Bagas mengambilnya dan bergegas menuju ruang team sekretaris.


"Siapa yang menaruh ini dimejaku." Bagas dengan suara menggelegar.


Membuat yang ada diruangan itu menghentikan aktivitasnya.Leo juga merasa heran.


Tak ada satupun diantara mereka yang berani bersuara.


"Mita ,apa ini kamu yang menaruh dimejaku?" Suara Bagas tak kalah menggelegar dari yang pertama.


Mita menggelengkan kepalanya karena merasa bukan kotak makan itu yang Mita taruh dimeja Bagas tadi.


Bagas semakin yakin akan kecurigaan.


Bagas melempar kotak makan itu diatas meja panjang yang biasa untuk meeting team sekretaris.


"Saya akan cari tahu pelakuya.Jika diantara kalian pelakunya, kalian sudah pasti tahu apa konsekuensinya." Bagas meninggalkan ruangan team sekretaris.


Mita mengikuti Bagas dari belakang.


Saat berjalan menuju ruangannya, pandangan Bagas tak sengaja melihat teman sampah yang sedikit terbuka yang terletak disebelah pintu ruangannya.

__ADS_1


Bagas membuka tempat sampah tersebut,dan nampak ada tiga kotak makan dengan tas masing-masing.


Bagas mengambilnya dan membawa masuk ke ruangannya.


Mita dan Leo terus mengikuti Bagas.


Bagas hendak membukanya.


"Apa yang akan kamu lakukan, jangan katakan kalau kamu akan memakannya." Leo dengan nada dinding.


"What?" Mita kaget.Mita tak menyangka jika Bagas akan senekat itu.


Namun Bagas tidak bergeming,terus saja membuka kotak makan tersebut.


Leo berjalan mendekat dan merebut kotak makan tersebut berniat untuk membuangnya.Terjadilah tarik ulur antara Bagas dan Leo memperebutkan kotak makan tersebut.


Mita segera menelpon Cinta.Pada deringan pertama, Cinta langsung mengangkatnya karena posisi Cinta sedang membuka ponselnya.


"Ya mbak Mita.ada apa?" Cinta dari sebrang telpon.


"Ada dimana?" Mita dengan mengeraskan suaranya.


"Perempatan setelah gedung Utama Group."


"Kembali kesini."


"Ada apa mbak."

__ADS_1


"Pokoknya kembali kesini,aku tunggu di lobi."Mita tak sengaja membentuk Cinta karena merasa panik.Bagas dan Leo menghentikan tarik ulur kotak makan tersebut dan memandang kearah Mita.


"Tuan sebaiknya itu jangan anda makan.Paling lambat tiga puluh menit sarapan anda akan siap." Mita keluar dari ruangan Bagas.


__ADS_2