
Hari ini pekerjaan Cinta dapat dilalui dengan lancar.Jam menunjukkan pukul 16.00,jam kerja telah berakhir.Namun Bagas masih setia dengan dokumen-dokumen diatas mejanya.
Cinta merasa tuannya tidak ada tanda-tanda untuk pulang, Cinta memutuskan untuk minta izin ke musholla kantor.
"Maaf, tuan.Boleh saya izin sebentar."
"Mau kemana?"
"Musholla."
"Heemm."
Cinta meninggalkan tempat duduknya,dan berjalan keluar ruangan, saat didepan pintu,Cinta berpapasan dengan Leo.
"Selamat sore,tuan Leo."
"Selamat sore,nona Cinta.Mau kemana,nona."
"Izin ke musholla,tuan Leo."
Leo menganggukkan kepala.
Leo memandang Cinta sampai Cinta tak terlihat.
Cinta yang baru saja tiba di musholla kantor, segera mengambil air wudhu, ketika Cinta berjalan masuk ke musholla ponsel Cinta berdering.Cinta mengambil ponselnya,dan mengeser tombol hijau dilayar ponselnya.Nampak sang kakak sedang tersenyum dilayar ponselnya.
"Ya ,hallo kak,ada apa?" Cinta keluar dari musholla untuk mengangkat telpon, karena takut menganggu yang lain.
"Bagaimana kerjanya hari ini, sudah pulang." Bagas balik bertanya.
"Lancar.Belum,ini masih izin ke musholla." Cinta mengedarkan ponselnya.
"Bagaimana rasanya kerja ikut orang."Sang bunda yang tiba-tiba muncul dibelakang sang kakak.
"Harus serius bund,tak bisa santai." Cinta mensandarkan badannya kedinding musholla.
"Capek."
Cinta menganggukkan kepala.
Cinta merasa capek karena tegang, bagaimana tak tegang , Cinta satu ruangan dengan Bagas ,mau bergerak tak leluasa.Meski kerjaan Cinta hanya duduk dan memeriksa dokumen.
"Ya sudah, yang bener kerjanya,buruan sholat." Pesan sang kakak.
"Da...da..." Cinta melambaikan tangannya.Sebelum mematikan panggilan ponselnya.
Cinta segera melakukan kewajiban dengan khusuk tak lupa Cinta berdoa seusai sholat.
Sedang Leo masuk yang baru masuk keruangan Bagas.
"Lembur."
"Hem."
"Lebih baik dilanjutkan besok, takutnya dia akan bosan,kamu enak semangat terus ditungguin,la dia..."
"Tinggal beberapa lagi, kak.Aku usahakan dia kembali ini sudah beres." Bagas melihat beberapa dokumen yang berada disampingnya.
Leo keluar ruangan Bagas.
"Kalian boleh pulang." Leo setelah membuka pintu.Diluar ruangan Bagas ada team sekretaris,Bagas mempunyai beberapa sekretaris untuk membantu pekerjaannya.
"Tapi tuan muda belum pulang,tuan Leo." Angle salah satu diantara team sekretaris.
"Tak apa." Jawab Leo menutup pintu kembali.
"Wiih,tu anak baru bawa keberuntungan,tak pernah kita pulang
Secepat ini." Mitha sambil membereskan mejanya.
Mereka meninggalkan ruangan tersebut, menuju lift.Saat lift terbuka nampak Cinta akan keluar dari lift.
"Permisi." Cinta merasa tak ada jalan,karena mereka berdiri dihadapan Cinta.
"Anak baru ya..." Mita sambil bersedekap dada dengan muka judes.
__ADS_1
Cinta hanya menganggukkan kepala.
"Kenalan dong." Mita merubah expresinya menjadi tersenyum manis sambil mengulurkan tangan.Mita hanya mengerjai Cinta.
Cinta membalasnya dengan tersenyum dan mengulurkan tangan.
"Cinta."Cinta menyebutkan namanya.
"Mita." Mita menyebutkan namanya juga.
Mereka saling menyebut nama masing-masing,hanya Angle yang engan berjabat tangan dan berkenalan dengan Cinta.
"Mohon maaf, nanti jika ketemu sapa saya duluan ya , karena saya belum hafal dengan anda semua." Lanjut Cinta.
"Enak saja." Angle masuk ke dalam lift sambil menyenggol Cinta.
"Iya." Jawab Mita yang di iyakan juga oleh yang lain.
"Sudah sana,nanti bos nyariin, jangan sampai anda kena masalah dihari pertama." Mita dengan menarik tangan Cinta dan mendorongnya pelan.
"Daadaaa, pulang duluan ya." Mita yang diikuti oleh yang lain kecuali Angle.
Tanpa bersuara Cinta melambaikan tangannya sampai lift tertutup.
Cinta kembali keruangan dengan muka yang lebih segar.
"Kita kembali sekarang,nona." Bagas berdiri dari duduknya, saat Cinta tiba diruangannya.
"Pekerjaan anda sudah selesai,tuan." Cinta melihat meja Bagas bersih tak ada tumpukan dokumen lagi.
"Heemm."
Cinta berjalan ke meja kerjanya dan membereskannya.
"Kita langsung pulang ke mansion,nona Cinta."
Ya dalam kontrak kerja Cinta harus berada 24 jam disamping Bagas.Dan siap sewaktu-waktu jika Bagas membutuhkan,jadi Cinta harus tinggal dimansion keluarga Utama.
"Saya belum bawa baju ganti,tuan Bagas."
"Ya sudah nona Cinta,kita ketempat anda dulu, mengambil perlengkapan anda."
Mereka bertiga keluar ruangan.Menuju lift khusus.Sampai dilobi banyak karyawan yang akan keluar gedung Utama Group.Bagas,Leo dan Cinta keluar dengan pintu khusus.
Mereka bertiga meninggalkan gedung Utama Group dengan dikawal beberapa bodyguard karena atas permintaan Cinta.
Mobil yang ditumpangi Bagas masuk kepekarangan rumah Cinta.
"Ini rumah anda,nona."Bagas setelah keluar dari mobil mewahnya.
"Bukan tuan,Ini milik kedua orang tua saya.Beliau menempati saat masih merintis usaha dikota ini.Sekarang beliau menempati mansion di Anggrek Permai.
Silahkan masuk tuan."
"Itu sama saja nona Cinta."
"Beda tuan muda.Kalau punya saya ,saya yang beli pakai uang saya sendiri."
Leo yang heran hanya memandang keduanya dengan bergantian.Selama ini Bagas tak pernah berbicara banyak dan tak ada yang membantah atau sekedar menanggapi, mereka mengiyakan semua yang diucapkan Bagas meski tak sesuai dengan pendapatnya.
Cinta masuk kedalam rumah diikuti oleh Bagas dan Leo.
"Silahkan duduk,tuan Bagas,tuan Leo."
Bagas dan Leo duduk.
"Anda ingin minum sesuatu, tuan."
"Kopi." Jawab Bagas.
"Anda, tuan Leo."
"Sama dengan tuan Bagas,Nona."
"Saya tinggal sebentar, tuan."
__ADS_1
Saat Cinta akan masuk keruangan tengah,bi Narsih sudah muncul dari belakang.
"Nona pulang." Bi Narsih dari arah belakang.
"Iya,bik.Cinta hanya mau mengambil baju bik."
"Nona tidak makan malam dulu, biar bibi masakin sesuatu."
"Tuan, bagaimana jika anda makan malam disini?"
Bagas dan Leo saling pandang.
"Boleh,nona." Jawab Bagas.
"Anda ingin makan apa tuan Bagas,biar saya buatkan."
"Terserah, nona saja."
"Jika terserah,saya yang pusing, tuan.
Anda tuan Leo,mau makan apa."
"Nasi goreng boleh,nona Cinta."
"Anda masih mau terserah,tuan Bagas."
Bagas nampak berfikir.
"Mie instan boleh,nona."
"No." Bukan Cinta yang menjawab melainkan Leo.
"Hanya kali ini Lee, pelit amat."
"Demi kebaikan anda,tuan muda Utama."
"Ada apa, tuan Leo.Kenapa tak boleh, sesekali boleh makan mie instan,tapi jangan sering-sering ."Cinta dengan heran.
"Tuan muda Bagas alergi mie instan,nona Cinta."
Cinta manggut-manggut.
"Kalau mie olahan sendiri,apa juga alergi,tuan."
"Belum pernah mencoba,nona Cinta." Jawab Leo.
"Bagaimana kalau saya coba buatkan mie sendiri,tapi nanti kalau alergi tuan kambuh...."
"Segera bawa kerumah sakit,beres.
Tahukah anda ,nona.Saya selama ini makan mie hanya satu kali,itu yang pertama dan terakhir.Bayangkan nona, betapa tersiksanya saya,hanya dapat memandang orang-orang menikmati mie." Bagas dengan sedih yang dibuat-buat.
Membuat Leo geleng-geleng.
"Saya yakin setelah ini,nona pasti akan membuat anda mie, tuan.Karena akting anda begitu sempurna." Leo dalam hati, sambil memijat pangkal hidungnya.
"Bagaimana tuan Leo,apa boleh."
"Baiklah nona,kita tidak tahu sebelum mencobanya.Semoga saja tak kan terjadi apa-apa terhadap tuan Bagas."
Cinta bergegas berjalan ke dapur, untuk membuat mie, Cinta dapat resep membuat mie dari koki direstoran, karena di DnC Restaurant semua menggunakan bahan organik.
Sepeninggal Cinta, tinggal Bagas dan Leo duduk diruang tamu.
Leo segera mengambil ponselnya dan menelpon seseorang.
"Kirimkan ambulan ke Perum Borobudur no 1."
"Ish,kau menyumpaiku mati Lee."
"Ini ambulan tuan muda Utama,bukan mobil jenazah."
"Yang kau khawatirkan tidak akan bakalan terjadi Lee,berani beraruh."Bagas memandang Leo dengan serius.
"Satu bulan gaji." Bagas mengulurkan tangan untuk berjabat tangan.
__ADS_1
"Deal." Leo dengan pedenya.
Sementara itu didapur Cinta yang dibantu oleh bi Narsih tengah sibuk membuat mie.