
Berita kecelakaan CEO Utama Group telah membuat gempar seluruh penjuru negri.Bukan saja berita kecelakaan namun berita kematian Bagas juga telah tersebar.
Semua yang mendengar berita atas kematian CEO Utama Group menjadi bersedih dan turut berduka,tapi tidak dengan keluarga Utama yang mengetahui bahwa Bagas sedang baik-baik saja.
Bagas,Leo,Restu dan Cinta yang sedang berada dikamar hotel dengan ponsel ditangan masing-masing kecuali Cinta yang sedang tertidur lelap karena pengaruh obat yang diberikan dokter Cantika.
"Apa rencanamu selanjutnya." Leo memandang Bagas.
"Belum tahu."Jawab Bagas singkat.
"Bagaimana menurut anda tuan Restu."Bagas meminta pendapat Restu.
"Maaf tuan,saya tidak berhak untuk ikut campur dalam urusan keluarga anda.Coba bicarakan dengan keluarga." Restu dengan sopan.
Bagas menganggukkan kepalanya.
"Tuan sebenarnya anda tadi akan pergi kemana?" Tanya Bagas.
"Saya akan berkunjung ke panti asuhan." Jawab Restu.
"Mohon maaf, tuan Restu.Saya telah menggagalkan agenda anda." Bagas tak enak hati.
"Tak masalah tuan Bagas.Saya bisa berkunjung ke panti lain waktu." Restu dengan sopan.
Menjelang siang Cinta yang terbangun dari tidurnya,mendapati sang kakak,Bagas dan Leo sedang asyik memainkan ponselnya masing-masing.Cinta dengan pelan bangun dari tidurnya.
"Kak." Cinta duduk diatas ranjangnya.
__ADS_1
Seketika Bagas, Leo dan Restu menoleh kearah Cinta.
"Sudah bangun."Restu memandang Cinta.
"Pulang atau lanjut." Restu berjalan mendekat kearah Cinta.
Cinta melihat jam dipergelangan tangannya.
"Lanjut saja kakak.Mereka pasti sedang menunggu kita."Jawab Cinta.
"Masing pusing." Restu duduk ditepi ranjang.
Cinta menggelengkan kepala kepala.
"Ok kita berangkat sekarang.Rapikan dulu tu rambut sudah seperti singa saja." Restu berdiri.
"Mohon maaf tuan Bagas dan tuan Leo.Sepertinya kami harus pamit." Restu berjalan dan kearah Bagas dan Leo.
"Apa tak bisa anda tinggal lebih lama lagi tuan." Bagas berdiri dari duduknya.
"Maaf tuan Bagas.Lain kali kita agendakan bertemu lagi." Jawab Restu dengan sopan.
"Kak ayo." Cinta setelah keluar dari kamar mandi.
Seketika semua mengarahkan pandangannya kearah Cinta.
Restu menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Kami pamit tuan Bagas ,tuan Leo."Restu mengulurkan tangan untuk berjabat tangan.
"Terima kasih tuan,saya berhutang nyawa sama anda." Bagas menyambut uluran tangan Bagas dan membawa kedalam pelukannya.
"Terima kasih ,tuan Restu." Bagas dalam pelukan Restu seraya memejamkan mata.
Restu hanya tersenyum dan menepuk punggung Bagas.
"Tak ada kata terima kasih dalam berteman." Restu dengan mengurai pelukan.
Restu beralih bersalaman dengan Leo.
"Terima kasih tuan Restu.Jika ada sesuatu jangan sungkan meminta bantuan kami.Sebisa mungkin sebagai teman kami akan membantu anda." Leo menjabat tangan Restu dan menggenggamnya dengan erat.
"Baiklah tuan tuan.Kami permisi." Restu meninggalkan Bagas dan Leo,dan berjalan menuju Cinta.
"Permisi tuan Bagas,tuan Leo."Cinta membungkukkan Badannya sedikit.
"Nona terima kasih."Bagas memandang Cinta.
Cinta menganggukkan kepalanya dan tersenyum manis.
"Ayo." Restu berjalan melewati Cinta.
"Permisi." Cinta membungkukkan badannya sedikit dan segera berbalik badan meninggalkan Bagas dan Leo.Cinta bergegas mengejar Restu dan bergeluyut manja ditangan sang kakak.
Restu dan Cinta meninggalkan hotel milik Utama Group.Mereka melanjutkan perjalanan menuju Panti.Tak lupa mereka berbelanja makanan ringan untuk anak-anak dipanti.
__ADS_1