Cinta Tanpa Restu

Cinta Tanpa Restu
Bab 69


__ADS_3

Di ruang istirahat gedung Utama.


"Restu,kamu Restu kan."Mita yang sedang berjalan menghentikan langkahnya saat berpapasan dengan Restu.


"Mita." Jawab Restu.


"Apa kabar?" Mita mengulurkan tangan untuk berjabat tangan.


"Baik,kamu sendiri." Restu menyambut uluran tangan Mita.


"Baik."


"Sedang apa disini?" Tanya Mita.


"Lagi urusin kerjaan."Jawab Restu.


"Maksudnya."Lanjut Mita.


"Yang menyediakan makan siang disini aku."


"Oooo,lagi sibuk."


"Tidak,ada yang hendel.Aku kesini hanya ngecek saja."


"Bisa ngobrol dong, setelah lulus kuliah kita tak pernah ketemu."


"Bisa."


"Ok kamu cari tempat duduk,aku ambil makanan dulu ya..."


Restu mencari teman duduk yang kosong.


Selang lima menit,Mita kembali dengan nampan berisi makanan dan minuman.


"Lama."


Restu menggelengkan kepala.


"Maaf ya....aku sambil makan.Nanti jam satu harus kembali kerja.


Dari desas desus banyak yang cocok dengan menu makan siangnya." Mita sambil memasukkan suapan pertama kemulutnya.


"Syukur, kalau banyak yang suka."


"Kamu buka usaha catering atau rumah makan."


"DnC Restaurant."


"What." Mita hampir tersedak.


Restu segera mengambil minuman yang ada di atas meja dan menyodorkan ke Mita.


"Ternyata......,seandainya aku tahu pemilik DnC Restaurant kamu.aku pasti minta gratisan.Aku sering berkunjung kesana.Anakku cocok dengan menu disana."


"Sudah menikah."


Mita menganggukkan kepala, sambil mengunyah makanannya.


"Anakku cewek usia lima tahun.Tahun ini masuk taman kanak-kanak.Kamu."


Restu menggelengkan kepala.


"Kamu pilih-pilih mungkin."


"Tidak,belum ketemu jodohnya saja."


"Boleh bertanya?"

__ADS_1


"Hemmm." Mita sambil terus mengunyah makanannya.


"Tuan muda Bagas punya asisten baru,apa kamu tahu itu."


"Urusan apapun yang ada didalam perusahaan tidak boleh ada yang bergosip,atau menyebarkannya." Mita mencondongkan tubuhnya lebih dekat dengan Restu dengan nada suara yang sangat pelan, namun Restu masih bisa mendengarnya.


Restu menganggukkan kepala.


"Apa kamu sangat ingin mengetahuinya,apa hubungan kamu dengan Cinta." Mita penasaran.


"Kamu mengenal Cinta."


"Ya ,aku sempat kenalan dihari pertama dia bekerja.Namun dihari kedua dia tak terlihat lagi."


"Maksud kamu, Cinta bekerja disini hanya satu hari saja."


Mita menganggukkan kepala.


"Ada apa."


"Tak ada." Jawab Restu.


Mita telah menyelesaikan makannya bertepatan dengan bel tanda istirahat berakhir.Ya bel akan berbunyi sepuluh menit sebelum jam satu siang.


"Aku tinggal ya,lima menit sebelum jam satu para karyawan harus sudah kembali ketempatnya." Mita nampak terburu-buru menaruh piring dan gelas kotor ketempat yang telah disediakan.


Restu menganggukkan kepalanya seraya melihat Mita meninggalkan ruang istirahat menuju lift.


Restu bergegas menuju resepsionis.


"Mbak,apa tuan muda ada ditempat,saya bisa bertemu dengan beliau."Restu menunjukkan ID card yang tergantung di lehernya.


Hanya orang yang memakai ID card yang boleh keluar masuk gedung Utama Group.


"Ada,tuan.Tapi apa beliau mau menerima anda,saya tak jamin,tuan.Saya akan mencoba menghubungi team sekretaris." Petugas resepsionis memberi penjelasan.


"Bilang saja Restu dari DnC Restauran."Restu tatkala petugas resepsionis mengangkat gagang telepon.


Restu menunggu dengan tidak sabar.


"Tuan,silahkan anda naik ke lantai lima puluh.Keluar lift anda lurus saja,anda akan menemukan ruangan team sekretaris, anda bisa bertanya disana."


"Terima kasih."


Restu dengan langkah lebar berjalan menuju lift.Restu menggunakan lift menuju ruangan Bagas.Sampai dilantai paling atas, Restu dengan segera keluar dari lift dan terus berjalan kedepan sesuai petunjuk resepsionis.Restu menemukan ruangan team sekretaris.


"Maaf,bisa tunjukkan ruangan tuan Bagas."


Karena tertegun melihat ketampanan Restu,Salah satu team sekretaris yang Restu tanyai.Hanya menunjuk kearah ruangan Bagas.


Pandangan Restu mengikuti arah jari telunjuk wanita yang ada dihadapannya.


"Oh...Tuhan.CiptaanMu begitu sempurna.Beruntungnya aku bisa masuk ke team sekretaris, setiap hari bisa melihat yang bening-bening." Ucapan salah satu team sekretaris, setelah kepergian Restu.


"Halah kambing dibedakin juga bening menurut lo."Jawab salah satu rekannya.


Dan ditanggapi gelak tawa teman-temanya yang lain.


Restu mengetuk pintu setelah berada di depan ruangan Bagas.


Bagas menekan remot untuk membuka pintu.Pintupun terbuka.


"Silahkan masuk tuan Restu." Bagas beranjak dari duduknya untuk menyambut Restu.


Setelah pintu terbuka Restu melangkahkan kakinya mendekati Bagas.


"Selamat siang ,tuan Bagas.

__ADS_1


Saya datang sebagai seorang kakak yang sedang mencari adiknya.


Apa anda mengetahui keberadaan adik saya,tuan?"Restu dengan muka datar dan sebisa mungkin untuk tidak mengeluarkan amarahnya.


Bagas menyerahkan kertas bertuliskan alamat kos dan tempat kerja Cinta.


"Maaf." Bagas dengan menyesal.


Restu mengambil kertas tersebut, membacanya sekilas,dan bergegas meninggalkan ruangan Bagas tanpa sepatah katapun.


Bagas yang mengetahui Restu marah hanya mampu memandang kepergian Restu sampai Restu tak terlihat.


Sedang Restu yang berjalan terburu-buru tak menyadari jika sedang berpapasan dengan Leo.


"Selamat siang tuan Restu." Leo menghentikan langkahnya.


"Selamat siang tuan Leo." Balas Restu.


"Ada yang bisa saya bantu,tuan Restu."


"Tidak tuan Leo,saya sehabis bertemu tuan Bagas,ada urusan sedikit dengan beliau.Saya pamit tuan Leo."


"Saya antar sampai kebawah,tuan."


"Apa saya tidak merepotkan tuan Leo."


"Tidak sama sekali, tuan Restu."


Mereka berdua masuk kedalam lift.


Didalam lift.


"Apa yang sebenarnya terjadi, tuan Leo." Restu memecah keheningan, karena sedari masuk lift tak ada pembicaraan antara keduanya.


"Saya juga tidak tahu tuan Restu.Tuan Bagas tidak mau bercerita dan saya tak enak hati untuk bertanya kepada nona Cinta."Jawab Leo.


"Selama ini nona Cinta masih dalam perlindungan kami 24 jam,tuan.Tuan muda menempatkan beberapa orang black Jaguar disekitar nona Cinta tanpa sepengetahuan nona Cinta.


Dan saya mewakili tuan muda mohon maaf,tuan Restu." Lanjut Leo.


Restu menghela nafas.Restu harus menahan amarahnya, karena belum mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.


"Kita sama-sama tidak tahu apa yang telah terjadi,tuan Leo.Saya sebagai kakak dari Cinta, mohon maaf juga tuan Leo.Jika ada kesalahan yang dibuat oleh adik saya."


Leo menganggukkan kepalanya.


Lift telah membawa mereka sampai ke lantai dasar.


Restu segera pamit, meninggalkan gedung Utama Group.Leo memandang Restu sampai sudah tak terlihat lagi.


Restu meninggalkan gedung Utama Group menuju alamat yang sudah diberi tahu oleh Bagas.


Sekarang Restu berada didepan pintu gerbang sebuah rumah berlantai tiga.


Restu celingak-celinguk mencari seseorang yang bisa ditanyai.Tak ada seorang pun, Restu mengetuk-ngetuk gerbang dengan kunci mobil yang dibawanya.


"Ya,cari siapa." seorang laki-laki yang berusia kisaran empat puluh tahunan berjalan mendekat ke pintu gerbang.


"Maaf pak,apa ada penghuni kos yang bernama Cinta Anggraeni.Saya ingin bertemu dengannya."Tanya Restu.


"Ada,tapi maaf anak muda.Kami tak kan mengizinkan laki-laki masuk." Jawab laki-laki tersebut.


"Saya kakak dari Cinta,pak.Sedang ada masalah di keluarga kami makanya dia kabur dari rumah,saya sudah mencari adik saya kemana-mana pak dan saya baru mengetahui jika adik saya tinggal disini.Saya akan mengajaknya pulang pak.


Jika anda tak percaya ini foto keluarga kami."Restu menunjukkan foto di dalam ponselnya.


"Mohon izinkan beliau masuk pak.Saya yang akan menjadi jaminan." Mita dari arah belakang.

__ADS_1


Laki-laki yang diketahui pemilik kosan tersebut akhirnya membuka pintu gerbang.


"Terima kasih,pak."Restu dengan sopan.


__ADS_2