
"Motor pak Agung berada di bengkel bund,tadi Cinta hampir celaka gara-gara motor pak Agung remnya rusak,Cinta bawa sekalian saja ke Bengkel." Jawab Cinta.
"Dokumen kita kenapa ada ditangan orang Utama Group?" Nyonya Wiraatmadja penasaran.
Cinta memandang Bagas lagi.
Bagas menghela nafas.
"Kurir." Bagas mengetik kurir diponselnya dan menunjukkan ke Cinta.
"Tadi sewaktu Cinta mengantar dokumen,Cinta hampir celaka bund, karena motor pak Agung remnya rusak,kebetulan ada kurir,Cinta minta tolong kurir untuk mengantakan dokumennya,dan Cinta putuskan membawa motor pak Agung ke bengkel,anda sudah puas bu Polwan." Cinta dengan meledak.
"Bukan begitu sayang,bunda kan mencemaskan kamu." Nyonya Wiraatmadja dengan santai.
Nyonya Wiraatmadja tahu kalau Cinta sedang jengkel dengannya karena beberapa pertanyaan.
"Satu lagi sayang,baru saja bunda mendengar suara laki-laki,siapa itu sayang.Apa dia kekasihmu" Nyonya Wiraatmadja penasaran.
"ih bunda,jangan fitnah.Cinta ada ditaxi online,itu tadi suara drivernya, bunda mau bicara dengan drivernya."Cinta berbohong.Ya Cinta putuskan untuk berbohong,Cinta akan menghadapinya sendiri,Cinta yakin pemilik mobil yang Cinta tabrak pasti akan mencarinya dan meminta ganti rugi, mengingat mobil itu mobil mewah,dan Cinta yakin ganti ruginya tidak sedikit.Cinta akan menanggung itu sendiri tanpa harus melibatkan keluarganya.
Bagas menggelengkan kepalanya, merasa dirinya disebut driver taxi, untuk menutupi kebohongan Cinta.
"Ish." Nyonya Wiraatmadja sewot.
"Bund,Cinta boleh berlibur." Cinta meminta izin kepada sang bunda.
"Berapa hari?" Tanya sang bunda.
"Sampai Senin pagi Cinta pulang." Jawab Cinta.
__ADS_1
"Mau kemana nak?" Tuan Wiraatmadja merebut dengan halus ponsel istrinya.
"Rencananya mau ke pedesaan atau pegunungan,yah." Jawab Cinta.
"Dengan siapa?"
"Sama teman-teman yah."
"Teman atau kekasih kamu."
"Ih ayah, kalau Cinta punya kekasih Cinta pasti akan kenalkan ke ayah."
"Baiklah, ayah beri izin."
"Yah, bagaimana dengan kakak.Kakak pasti tak kan kasih izin."
"Serahkan ke ayah,semua pasti beres."
"Jadi cuma ayah yang dapat kata love you, bunda tidak." Nyonya Wiraatmadja mendekatkan bibirnya ke ponsel.
"Ayah juga, terlalu memanjakannya apapun permintaannya mesti ayah turuti." Nyonya Wiraatmadja memanyunkan bibirnya.
"Yah, bunda marah."Cinta tahu jika bundanya pura-pura marah,Cinta tahu bundanya tidak akan memberi izin jika Cinta pergi tanpa keluarganya.
"Sudahlah itu urusan,ayah." Jelas sang ayah.
"Bunda,i love you."
"Love you to." Jawab sang bunda.
__ADS_1
"Kenapa bunda tak bisa marah sama kamu, sayang." Lanjut sang bunda.
"Karena bunda sayang Cinta."
"Ish,sok tahu."
"Bunda masih marah."
"Tidak."
"Baiklah ayah bunda.Cinta tutup dulu telponnya."
"Jangan lupa setiap satu jam sekali kabari bunda."
"Tak janji,bunda."
"La kok tak janji."
"La iyalah bun,la kalau Cinta tidur masak iya harus kebangun setiap satu jam sekali.Satu lagi iya kalau ada sinyal, kalau tidak, sedang Cinta ada dipedesaan atau pegunungan."
"Alasan."
"Ya sudah ayah bunda, Cinta tutup telponnya.love you.muuaah."
Cinta mengakhiri panggilannya.
Cinta meletakkan ponselnya dan memejamkan matanya karena kepalanya terasa pusing.
" Sebaiknya anda istirahat,nona." Bagas mengambil ponsel Cinta dan meletakkannya di nakas sebelah tempat tidurnya.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian terdengar nafas yang teratur menandakan Cinta sedang tidur.Cantika memang menyelipkan obat tidur diresepnya supaya Cinta bisa istirahat dengan total.