Cinta Tanpa Restu

Cinta Tanpa Restu
Bab 51


__ADS_3

"Kakak bahkan, meminta beliau untuk cek darah dengan alasan pihak rumah sakit memerlukan itu.Dan konyolnya kakak juga melakukan tes DNA tanpa sepengetahuan beliau,tapi hasilnya memang beliau bukan mommy kita.


Beliau orangnya ramah kapan-kapan kakak kenalkan.


Lee pulang kapan, boleh nebeng,males nyetir sendiri." Cantika berdiri.


"Aku pulang duluan." Leo berdiri, merapikan jasnya dan berjalan meninggalkan Bagas dan Cantika.


"Dasar beruang kutub,tak ada basa-basinya." Cantika dalam hati.


"Kakak duluan." Cantika memandang Bagas dan menyambar tasnya.


Bagas menganggukkan kepalanya.


Cantika berjalan menuju Leo yang sedang berbincang dengan bodyguardnya.


"Kalian jaga didepan pintu, jangan izinkan siapapun masuk kecuali dokter,kalian boleh duduk tapi jangan sampai tertidur.Jika kalian melanggar kalian tahu konsekuensinya." Leo dengan tegas.


"Ya, tuan." Mereka sama-sama.


"Galak amat,amat aja tak galak." Cantik dari belakang.


Tanpa mereka ketahui ada seorang wanita yang memperlihatkan interaksi mereka.


Leo dan Cantika berjalan beriringan dikoridor rumah sakit.Leo dengan langkah lebar dan cepat, membuat Cantika tertinggal jauh.Leo menghentikan langkahnya.


"Jalan anda lelet sekali,nona."


"Langkahmu yang terlalu cepat,tuan."Balas Cantika.


Tepat ditempat parkir,Cantika yang terburu-buru mensejajarkan langkahnya dengan Leo,membuat keseimbangan limbung,hampir saja membuatnya terjatuh,Leo segera menangkap Cantika.Jarak mereka terlalu dekat,seolah mereka sedang berpelukan,Leo dan Cantika saling berpandangan.


"Ada yang sakit." Leo dengan lembut.


Cantika menegakkan badannya.Ketika Cantika menegakkan kakinya.

__ADS_1


"Aaauuuwww."


"Mana yang sakit." Leo dengan cemas.


"Kelihatannya kakiku terkilir,Lee." Cinta memandangi kakinya.


Leo ikut memandangi kaki Cantika.Tanpa aba-aba,Leo mengendong Cantika ala bridal style menuju mobilnya.


"Lee,turunkan aku.Kita dilihatin orang." Cantika menyembunyikan mukanya didada bidang Leo.


Leo tanpa mempedulikan kata-kata Cantika dan pandangan orang lain terus melangkah menuju mobilnya.Mengetahui tuannya datang,dengan sigap seorang bodyguard membukakan pintu mobil untuk tuannya.


"Depan." Leo memerintahkan bodyguardnya.


Seorang bodyguard yang terlanjur membuka pintu mobil bagian belakang menutupnya kembali dan membukakan pintu mobil bagian depan.


Leo mendudukkan Cantika dikursi penumpang bagian depan.


Leo menengadahkan tangannya.


"Kunci mobil." Cantika membuka tasnya,mengeluarkan kunci mobil dan menyerahkan ke Leo.


Leo menerima kunci mobil tersebut dan menyerahkan ke salah satu bodyguardnya.


"Kalian berdua ikuti kita dengan mobil nona Cantika,yang lain tetap berjaga disini, apapun yang terjadi laporan segera." Leo dengan tegas.


"Siap,tuan" Mereka bersama-sama.


Leo menutup pintu mobil bagian kiri.Leo mengitari mobil, masuk kedalam mobil, seorang bodyguard menutup pintu mobil.Leo segera mengemudi mobilnya keluar parkiran membelah jalan raya yang padat kendaraan karena saatnya para pekerja pulang bekerja.


"Dasar wanita murahan, masih saja mencari mangsa." Salah seorang wanita yang melihat kejadian itu.


Sedang si pria yang diajak berbicara hanya diam saja.Entah apa yang dipikirkan.


Sedang Cantika yang berada didalam mobil,merasaka lega karena dapat segera keluar dari tempat parkiran.

__ADS_1


"Flashback on."


Saat berjalan menuju mobilnya, Cantika tak sengaja melihat suaminya dengan seorang wanita yang sudah tak asing lagi baginya, Cantika pura-pura akan terjatuh untuk mengalihkan perhatian Leo.Cantika tidak mau kalau Leo sampai melihat suaminya dengan wanita lainnya.


Tanpa Cantika ketahui,Leo sebenarnya melihat suami Cantika bersama dengan wanita lain.Makanya Leo dengan pedenya mengendong Cantika.Leo pingin mengetahui reaksi keduanya saat dirinya mengendong Cantika.


"Flashback off."


"Brengsek,sampah." Leo dalam hati.Saat berada dijalanan sepi,Leo mencengkeram kemudi dengan erat dan tanpa Leo sadari,Leo mengemudi dengan kecepatan tinggi.


Bodyguard yang mengikuti dibelakang juga heran,kenapa tuannya mengemudi dengan kecepatan tinggi, padahal dari pengamatannya tak ada musuh yang sedang mengintai.


"Lee,


Leo.


Leo Putra Utama." Cantika berteriak sekencang mungkin, karena sedari tadi Cantika memanggil Leo tak dihiraukan.


Leo menginjak pedal rem,suara decitan banpun begitu terdengar keras.Cantika terhuyung kedepan,untung saja Cantika menggunakan sabuk pengaman.Leo menepikan mobilnya,diikuti mobil bodyguard dibelakangnya.


"Lee,ada apa?" Cantika dengan lega.


Leo mengambil nafas dalam,dan menghembuskan dengan kasar.


Leo memandang Cantika.


"Kakak,baik-baik saja."


"Maksudnya." Cantika yang tak paham arah pembicaraan Leo.


"Kaki kakak apa masih sakit." Jelas Leo.


"OOO, sudah mendingan." Jawab Cinta.


"Apa kakak melihat bajingan itu." Leo dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2