Cinta Tanpa Restu

Cinta Tanpa Restu
Bab 78


__ADS_3

"Saya juga juga bisa membatalkan perjanjian kerja antara Utama Group dengan DnC Restaurant.


Saya yakin DnC Restaurant akan mengalami kerugian yang besar.


Jadi bagaimana nona."


Sedangkan Cinta hanya diam.


"Diam anda saya artikan bahwa anda menolak untuk membuatkan saya sarapan,makan siang dan makan malam untuk saya,nona." Bagas berjalan melewati Cinta.


"Mengapa aku menekannya.Apa yang barusan aku lakukan?" Bagas dalam hati.


Setelah kepergian Bagas, Cinta yang sadar akan lamunannya.Segera keluar dari ruangan tersebut, Cinta berjalan menuju lift.Sedang Bagas kembali ke ruangannya.


Inilah salah satu alasan Cinta, mengapa membenci orang kaya.Karene selalu menindas orang kecil untuk mencapai apa yang diinginkannya.


Cinta terus berjalan menuju lift,bahkan Cinta diam saja saat melewati Bagas.Meski posisi Bagas didepan pintu ruangannya dan membelakangi Cinta.Bagas hanya melirik Cinta dengan ekor matanya.


Bahkan saat melewati ruang team sekretaris yang terbuka Cinta terus saja berjalan tanpa menghiraukan Mita yang menyapanya.


"Hai nona,..." Sapa Mita.Yang tak ada jawaban dari Cinta.


Mita menoleh kearah Bagas dan bergantian menoleh kearah Cinta yang terus berjalan menuju lift.


Merasa ada yang tak beres Mita mengejar Cinta.Bagas yang melihat Mita mengejar Cinta hanya diam saja.


"Aku juga tak sampai hati membuat DnC Restaurant bangkrut."Bagas dalam hati.

__ADS_1


Bagas juga merasa heran dengan dirinya sendiri, kemarin berjanji akan melepaskan Cinta sekarang malah menariknya kembali.


Sementara Cinta dan Mita yang berada di dalam lift, keduanya hanya diam.Mita yang mengetahui Cinta seakan menangis,tak tahu harus berbuat apa.


Ya Cinta jika marah, kesal,sedih hanya akan diam dan menangis daripada harus bercerita dengan orang lain.


"Ada apa?" Mita memberanikan diri bertanya kepada Cinta.


Cinta manandang Mita dengan menahan air matanya.


Cinta hanya menggelengkan kepalanya.


"Mau cerita."Lanjut Mita.


Cinta hanya menggelengkan kepala.


"Kalau ada apa-apa,kamu bisa berbaginya dengan aku." Mita menepuk pundak Cinta.


Tak terasa lift yang membawa mereka telah sampai dilantai dasar.


"Hati-hati." Pesan Mita saat Cinta berjalan keluar dari lift.


Cinta hanya mengangguk kepalanya.


Karena masih jam kerja Mita tak bisa mengikuti Cinta, padahal ingin sekali Mita menemani Cinta.


Mita memutuskan untuk kembali ke ruangannya.

__ADS_1


Sesampai Mita diruangannya.


"Mita kamu dipanggil tuan Bagas." Salah satu teman di team sekretaris.


Tanpa menjawab Mita berjalan menuju ruangan tuan Bagas.


"Ya ,tuan.Anda mamanggil saya." Mita diruangan Bagas yang sudah tak ada lagi para pegawai yang sedang rapat karena Bagas membubarkan rapat karena suasana hati yang sedang tak baik.


"Dia mau pergi kemana?"


"Maaf tuan.Saya tidak mengetahuinya. Beliau tak bilang mau kemana."


"Ya sudah,kamu boleh pergi."


"Permisi tuan." Mita meninggal ruangan Bagas.


Selang beberapa menit ada notifikasi masuk diponsel Bagas.


Bagas melihat kiriman video dari orang suruhan yang mengikuti Cinta.


"Apa ini artinya dia..."Bagas nampak berfikir keras sambil mengetuk-ngetuk meja dengan jemarinya.


Setelah yakin dengan tebakannya Bagas segera bangkit dari duduknya dan berjalan cepat menuju lift.Bagas berniat menyusul Cinta.


Sesampai di lobby, Bagas disambut beberapa bodyguard.Namun Bagas tidak menghiraukannya bahkan Bagas mempercepat langkahnya.Para bodyguard merasa heran karena tak ada konfirmasi sebelumnya jika tuannya akan pergi.Namun para bodyguard dengan sigap mengikuti Bagas.


"Kalian ikuti aku dari jauh." Bagas terus berjalan Cepat.

__ADS_1


Para bodyguard menjadi kelabakan,ada beberapa yang langsung melepas jas dan dasi.Ada yang melepas baju dan hanya menyisakan kaos dan celana, bahkan ada yang hanya mengenakan kaos dan celana kempol pendek.Mereka mengumpulkan pakaian yang dilepaskan kesalah satu rekannya sesama bodyguard.


Ya jika Bagas sudah mengatakan dari jauh berarti para bodyguard harus menyamar jadi orang biasa.


__ADS_2