Cinta Tanpa Restu

Cinta Tanpa Restu
Bab 83


__ADS_3

Bagas dan Leo yang penasaran segera berjalan menuju kearah Cantika yang sedang menatap layar komputer.


"Anda telah melewatikan informasi sepenting ini,tuan Leonardo Dewa Utama."Bagas menyindir Leo.


Leo hanya memandang Bagas.


Bagas pernah meminta Leo untuk menyelidiki tentang apa pun soal Cinta,namun Leo tak pernah melapor jika Cinta bisa bela diri.


Dalam rekaman tersebut terlihat saat Cinta menendang Bagas dari belakang.


"Dia bisa bela diri." Bagas menatap Leo.


"Sepertinya.Tak sembarangan orang bisa melakukan itu.Itu butuh latihan." Balas Leo.


Bagas kembali duduk disofa diikuti Leo.


"Kapan semua akan berakhir.Semakin kesini semakin tak ada kejelasan.Apa kita kalah?" Bagas seraya memejamkan mata,menengadah wajahnya dan bersandar ke sandaran sofa.


"Kita harus selalu waspada, sedikit saja lenggah musuh akan memanfaatnya." Leo menasehati Bagas.


Leo sendiri juga merasa lelah dengan ini semua.Semua seakan seperti benang kusut.


"Aku akan melindungi kalian walau nyawaku menjadi taruhannya." Leo dalam hati sambil memandang Bagas dan Cantika bergantian.


"Ada apa?" Cantika memandang Leo.


Leo menggelengkan kepalanya.


"Ada yang kau sembunyikan." Cantika menyelidik.

__ADS_1


"Mana ada?" Leo membuang muka.


Hari-hari dilalui dengan damai dan lancar.


Setiap hari sebelum kekampus Cinta akan mampir ke Utama Group untuk membuatkan sarapan untuk Bagas.Begitu pula saat pulang dari kampus Cinta juga akan mampir ke Utama Group untuk membuatkan makan siang untuk Bagas.


Hari itu akhir pekan.Cinta dan Restu melakukan perjalanan menuju ke panti asuhan.


Pagi itu matahari belum menunjukkan sinarnya.Jalanan pun masih lengah.


Restu melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Tiba-tiba.


"Wuuushh"


"Arogan sekali mereka,apa tak berfikir kalau bisa membayakan pengguna jalan lainnya." Cinta mengerutu.


Restu mengamati mobil mewah tersebut seperti dipepet oleh keempat mobil yang mengejarnya.


Posisi mobil mewah ada ditengah-tengah.Beberapa kali mobil yang ada disamping dan belakang mobil mewah tersebut sengaja menabraknya.


Beberapa menit kemudian posisi berubah.Mobil mewah bisa keluar dari kepungan keempat mobil Jeep.Posisi sekarang keempat mobil Jeep berada dibarisan depan sedang mobil mewah berada dibelakang.


Pengendara mobil mewah mengoperasikan mobil mundur dengan kecepatan tinggi.Beberapa detik kemudian pengendara mobil mewah melajukan mobilnya kedepannya dengan kecepatan penuh juga.Disaat mobil melaju dengan kencang,si pengendara membuka pintu dan keluar dari mobil.Restu menyaksikan seseorang keluar dari mobil dan sempat berguling berkali-kali, Restu menekan tombol disebelah kiri kemudi membuat atap mobilnya terbuka.Restu menginjak rem mobil mewah yang dikemudikannya, membuat mobil melambat saat berjarak beberapa meter dari pengemudi mobil mewah yang keluar dari mobil yang sedang berusaha bangun meski kepala dan kakinya terluka.


"Tuan naiklah." Restu berteriak dari jarak beberapa meter dari orang tersebut.


Dengan sigap orang tersebut segera melompat ke tempat duduk dibelakang.

__ADS_1


Cinta memutar badannya melihat orang yang baru saja melompat ke mobil sang kakak.


Sedang Restu melihat dari kaca spion yang ada didepannya.


"Tuan Bagas." Restu dan Cinta bersamaan.


"Bagaimana bisa,siapa mereka?" Cinta dengan binggung.


"Dik gantikan kakak." Restu memberi perintah kepada Cinta.


Sebelum berpindah Restu menekan tombol membuat mobil yang mereka tumpangi berubah warna menjadi merah dengan modifikasi ala-ala wanita.


"Tuan berbaringlah." Restu memberi perintah kepada Bagas.


Bagas hanya menurut,sedang Restu juga ikut berbaring disebelah Bagas namun dibawah.


"Dek tekan tombol kuning." Perintah Restu.


Perlahan atap mobil tertutup perlahan namun lebih rendah.Nampak mobil yang dikendarai Cinta seperti hanya ada dua kursi depan saja.


"Sisanya kakak serahkan kepadamu dek." Restu sebelum atap mobil benar-benar tertutup.


"Tuan,apa nona Cinta akan baik-baik saja?" Bagas ditempat persembunyiannya.


"Tenang saja tuan Bagas.Saya yakin adik saya bisa mengatasi semua.


Kita menghindari masalah tuan bukan lari dari masalah.Saya yakin mereka membawa senjata, jumlah mereka juga banyak,ditambah keadaan jalan yang sepi mereka tak kan segan melukai kita. Kalau kita mati mereka yang menang,kita kalah dan saya tak mau kalah.Kita kadang juga harus menggunakan akal, bukan hanya otot." Penjelasan Restu.


"Diamlah kak jika rencana kita ingin berhasil.Suara kakak kedengaran sampai sini." Cinta menyentak sang kakak.

__ADS_1


__ADS_2