
Leo memberhentikan mobilnya dimansion mewah milik keluarga Utama.
Mereka bertiga turun bersama-sama.
"Sob kita tidur diluar ya." Dion mensejajarkan langkah dengan Bagas sedang Leo mengekor dibelakangnya.
"Lee persiapkan semua, kita turuti saja kemauannya, dari pada anak dia ileran." Ledek Bagas.
"Baik tuan." Leo dengan tegas.
"Enak saja ngatain anak gue ileran,nikah aja belum." Dion sewot.
Mereka masuk kedalam mansion.
Leo segera menyuruh pelayan menyiapkan semuanya.
Ya yang dimaksud Dion tidur dulu adalah tidur dihalaman belakang dengan mendirikan tenda dan ditemani api unggun.
Ketika ketiganya berjalan menuju lift didalam mansion.Tiba-tiba pintu lift terbuka dan memperlihatkan seorang wanita berumur 45 tahun.
"Kalian sudah kembali." Kata wanita tersebut.
"Kak..." Bagas memandang dan memberi isyarat Leo, karena semenjak wanita itu masuk dan tinggal di mansionnya, Bagas tak pernah berbicara sepatah katapun dengan wanita itu.
Kalau berada didalam rumah,Bagus memanggil Leo dengan sebutan kakak.Karena memang Leo adalah kakak pertamanya,meski hanya kakak angkat tapi Bagas menyayangi Leo seperti kakak kandung sendiri.Tuan Putra Utama menjadikan Leo sebagai anak angkatnya.Didalam rumah Bagas memanggil Leo dengan sebutan kakak, sedang jika diluar rumah Bagas akan memanggil Leo saja dan sebagai asisten pribadinya.Itu juga atas permintaan Leo.
__ADS_1
Leo yang paham dengan isyarat adiknya.
"Maaf,bisa kita menggunakan liftnya?"
Wanita tersebut bergegas keluar dari lift memberi jalan mereka untuk lewat dengan kesal karena merasa diabaikan.
Bagas dan Leo masuk ke dalam lift tanpa menghiraukan wanita tersebut yang memandang dengan tatapan tak suka.
***
Wanita itu bernama Irene istri kedua dari dadynya dan menjadi ibu sambangannya.Nyonya Irene dulu adalah asisten pribadi sang momy.Momy Bagas meninggal dalam sebuah kecelakaan.
Sepeninggal istrinya tuan Putra Utama sering menghabiskan malam-malamnya dengan minum-minum keras.
Kesepakatan semula nyonya Irene tidak akan meminta pertanggungjawaban.Tapi selang satu bulan nyonya Irene dinyatakan hamil.
Untuk melindungi nama baik keluarga Utama,tuan besar Utama menikahkan mereka berdua.
Meski tuan Utama menikahkan mereka,tak lantas membuat keluarga besar Utama menerima nyonya Irene.Karene Tuan Utama mempunyai firasat tak baik kepada nyonya Irene.Walaupun keluarga Utama tak menganggap Irene ada,tak masalah buat Irene meski begitu Irene tetap bisa menikmati kekayaan keluarga Utama.
Karena kejadian itu tuan Putra Utama dibenci keluarga besarnya.Meski begitu Tuan Putra Utama tetap bersikap hangat dan akrab sehingga membuat keluarga besar Utama sedikit lunak.
Tidak dengan Nyonya Irene yang tambah menjadi, bertindak sesuka hatinya.
***
__ADS_1
"Ma......" Dion tak bisa melanjutkan ucapannya karena mulutnya dibungkam oleh tangan kiri Leo sedang tangan kanan Leo menyeret lengan Dion.Bagas menarik baju Dion dari depan.
Leo menekan tombol hijau, lift dengan otomatis menutup dan naik ke atas.
"Kalian belum bisa menerima Nyonya Irene sebagai momy kalian." Dion membetulkan baju yang berantakan akibat ulah kedua temannya.
"Dia bukan momy kita,dan aku peringatkan jika kau masih berbicara dengan nenek sihir itu kupastikan kau ku kirim ke hutan belantara biar ketemu sama saudara lo." Bagas dengan tegas.
"Idih serem banget." Dion bergidik ngeri membayangkannya.
"Aku kan tidak enak sob, udah numpang tapi tidak sopan sama yang punya rumah." Dion tak enek hati.
"Yang punya rumah bukan dia." Bagas dengan tegas.
Mereka keluar dari lift dan masuk ke dalam kamar masing-masing.
Kamar Leo bersebelahan dengan kamar Bagas.
Sedang kamar Dion berada di deretan kamar tamu.
Tuan Putra Utama menyediakan kamar sendiri untuk Dion, karena seringnya Dion menginap dimension Putra Utama.
Selesai membersihkan diri dan berganti baju rumahan.Bagas segera turun menuju halaman belakang.
Disana sudah ada Dion dan Leo tak ketinggalan beberapa minuman bersoda.
__ADS_1