
"Kakak sudah baikan,bisakah antar Crystal ambil ice cream." Crystal dengan penuh pengharapan.
"Baik tuan putri." Cinta mengiyakan permintaan Crystal.
"Tuan Leo,apa anda juga menginginkan ice cream,saya bisa ambil untuk anda,anda mau rasa apa tuan." Cinta dengan muka imut dan senyum yang paling manis.
Leo yang merasa namanya dipanggil dengan cepat mamandang Cinta,saat memandang Cinta sekilas pandang Leo bertemu dengan pandangan Bagas yang memang duduk Bagas disebelah Cinta.Bagas menatapnya dengan tajam.
"Ti-tidak nona, terima kasih." Leo dengan gugup.Gugup karena pandangan Cinta yang begitu mengoda, dan gugup karena tatapan tajam Bagas.
"Anda sukses membuat saya jantungan nona." Leo dalam hati.
"Kenapa anda tak mau tuan, padahal saya sudah baik hati menawarkan ice cream untuk anda." Cinta dengan muka memelas yang dibuat-buat.
"Ma-maaf nona,saya memang tak menyukai ice cream." Leo masih gugup, karena Bagas terus menatapnya dengan tajam.
"Setidaknya hargailah orang lain tuan Leo." Cinta masih dengan muka memelas yang dibuat-buat.
"Kalau saya menerima tawaran anda bisa-bisa saya dipenggal oleh tuan saya nona.Tak tahu kah anda nona,tuan saya sudah siap menguliti saya." Leo dalam hati.
__ADS_1
"Ma-maaf nona, terima kasih." Leo masih gugup dan menundukkan kepala.
"Emang enek dikerjain." Cinta dengan suara pelan tak ada yang mendengar kecuali Bagas yang duduk di sebelahnya.Mamang duduk Cinta bisa dikatakan sangat dekat dengan Bagas.Dan Cinta mengatakan sambil menoleh ke arah Bagas, sambil tersenyum seakan memberi tahu kalau dia sukses mengerjai Leo.
Seketika membuat hati Bagas adem kembali, seperti kobaran api yang disiram dengan hujan deras.Padahal sebelum Bagas sudah menahan geram karena ulah Cinta, yang berulah Cinta tapi entah mengapa Bagas kesalnya kepada Leo.
"Anda sudah ditebak nona." Bagas dalam hati.
Restu hanya mengamati apa yang dilakukan oleh Cinta.Restu sempat kaget melihat apa yang dilakukan Cinta berani menggoda Leo.Restu akan melihat endingnya,jika Cinta keterlaluan maka akan menegurnya.
"Baiklah tuan putri.Bisa kita ambil sekarang ice creamnya." Cinta berdiri mengulurkan tangan siapa mengandeng Crystal.
Satu langkah Cinta menghentikan langkahnya,
"Anda benar-benar tak tertarik dengan saya, tuan Leo." Cinta dengan suara agak keras yang mampu didengar satu meja itu.
Semua nampak terkejut,tak terkecuali Leo.Leo begitu kaget dengan ucapan Cinta sampai Leo menatap Cinta tanpa berkedip.
"Maksud saya , tertarik dengan tawaran saya tuan Leo, Jangan salah paham." Cinta dengan mengedipkan sebelah matanya.
__ADS_1
Membuat Leo sadar dari keterkejutannya.Leo segera memalingkan muka menatap Bagas.Sedang Bagas tetap memperjuangkan ekspresi datarnya.
"Ma-maaf nona , tidak terima kasih atas tawaran anda." Jawab Leo.
"Kalau anda terus-terusan mengoda saya,saya akan benar-benar dipenggal tuan saya,nona." Leo dalam hati.
Mereka berdua jalan beringin menuju stand ice cream.Crystal menarik tangan Cinta karena sudah tidak sabar untuk segera menikmati ice cream.Seperti seorang anak yang meminta kepada sang ibunya.
Leo memijat pangkal hidungnya karena merasa pusing melihat kelakuan Cinta.
"Maaf tuan Leo ,dia memang begitu.Ini masih satu kali tuan,saya setiap hari dibuat darah tinggi sama dia.Mohon dimaafkan atas kelakuan adik saya tuan." Restu dengan sopan.
"Tak apa tuan Restu." Jawab Leo singkat.
Leo yang biasanya datar tak pernah bercanda tiba-tiba dibuat kelabakan oleh kelakuan Cinta yang suka becanda.Membuat Leo pusing ditambah Bagas yang selalu mengintimidasi dengan tatapan yang tajam.
"Setelah tahu sifat adik saya begitu,apa anda akan tetap menjadikan saya kakak ipar anda,tuan Dion." Restu mengeser pandangan ke arah Dion.
"Kenapa tidak?" Dion tertawa.
__ADS_1
Sedang Bagas mengepalkan tangannya.Entah mengapa Bagas tak terima jika Cinta dengan orang lain.Bagas ingin Cinta menjadi miliknya,tapi mengingat kekurangannya atas dirinya,membuat Bagas dilema.