
Cantika yang sedang meeting tak sengaja melihat ponselnya menyala, langsung mengambil dan membukanya.Ya Cantika sengaja mematikan nada dering diponsel nya saat meeting, supaya tidak ada yang menganggu.Tapi ya tetap saja ada yang menghubunginya.
Cantika membuka pesan WhatsApp.Membaca pesan dari rekan sejawatnya sekaligus teman dari adiknya , Cantika segera memohon izin kepada sang Gubernur.Cantika juga menunjukkan isi pesan WhatsAppnya karena merasa tak enak meninggalkan rapat tersebut.
"Tak apa-apa dokter,itu kewajiban anda segeralah kesana,kita tidak mau menjadi penghalang anda untuk menyelamatkan pasien." Gubernur dengan hormat.
"Asisten dan jajaran saya yang akan melanjutkan meeting ini pak Gubernur, anda bisa tanya apa saja kepada mereka." Lanjut Cantika.
Sebelum keluar meninggalkan ruangan Cantika membungkukkan sedikit badannya memberi hormat kepada Gubernur.
Gubernurpun membalasnya dengan membungkukkan badannya sedikit.
"Idaman semua pria, sudah cantik, pintar,sopan,jabatan mentereng,kaya lagi.Tapi sayangnya sudah punya suami." Monolog sang Gubernur.
Cantika secepat mungkin berjalan menuju ruang UGD.
Sedang diruang UGD.
Tangan Cinta masih setia mencengkeram tangan Bagas.
__ADS_1
Saat tangan mereka bersentuhan.Ada rasa aneh di seluruh tubuh Bagas, seperti ada aliran listrik yang sedang mengalir.Bagas memejamkan mata, meresapi apa yang terjadi di dalam tubuhnya.
Tiba-tiba ular cobra milik Bagas yang selama ini bersemedi, bangun dan memuntahkan bisanya.
"Aaahhhh." Bagas mengerang, mengigit bibir bawahnya bagian dalam, tangan satunya mencengkeram besi pembatas brankar sambil menunduk.
Sementara Leo yang sedari tadi sibuk dengan ponselnya.Mendongakkan kepalanya menatap Bagas.
"Kak,aku pipis." Bagas menatap Leo.
Ya Bagas akan memanggil Leo dengan sebutan kakak jika hanya sedang berdua atau sedang bersama dengan anggota keluarganya saja.
"Aku sudah bisa pipis enak kak." Bagas menjelaskan ke Leo
Leo mengalihkan pandangannya ke bawah perut sang adik.Ya ada sedikit basah dibagian itu yang nampak dari luar.
Leo segera mendekat kearah sang adik dan memeluknya dengan erat.Sadang Bagas menyembunyikan wajahnya dibahu depan sang kakak, seperti seorang adik yang meminta perlindungan dari kakaknya.Keduanya menangis dalam diam.Ini kali kedua mereka menangis setelah kepergian sang mommy.Tapi beda tangisan mereka saat ini, tangisan bahagia, tangisan syukur.
Tiba-tiba ada tangan lentik yang ikut memeluk mereka dari belakang Leo.
__ADS_1
Entah sejak kapan Cantika berada diruang itu.Dan langsung memeluk kedua saudaranya.
"Kalian tak belok kan." Canda Cantika sambil memeluk Leo dari belakang manun tangannya masih mampu meraih Bagas.
Leo merasa ada seorang wanita yang memeluknya dari belakang segera mengurai pelukannya.
"Kenapa dilepas,biarkan begini sebentar." Ucap Cantika semakin mempererat pelukannya.
Leo mengurungkan melepas pelukannya ke Bagas.
"Keburu koit ni anak, menunggu drama dari keluarga Putra Utama." Batin Dion yang juga ada diruang itu,Dion masuk keruangan itu barengan dengan Cantika.
"Heemm" Dion berdehem dengan keras.
Mereka baru sadar.Mereka mengurai pelukannya.Bagas kesulitan mengancingkan jasnya dengan satu tangannya, Bagas mengancingkan jasnya untuk menutupi bagian bawah perutnya yang basah.Tangan satunya masih dicengkram oleh Cinta.
Leo membantu mengancingkan jas sang adik.Sementara Cantik masuk diantara kedua tangan Leo yang sibuk mengancingkan jas Bagas,Cantika menghadap Leo dan membelakangi Bagas.
"Kau begitu menyayanginya,apa kau juga menyayangi ku Lee." Cinta mengalungkan tangannya dileher Leo.
__ADS_1
Jarak mereka begitu dekat, hidung keduanya hampir bersentuhan.Leo hanya diam dan memandangi mata cantik saudarinya,meski hanya saudari angkat.Leo yang sudah selesai mengancingkan jas sang adik segera melepas tangan cantika yang melingkar di lehernya, karena Leo tak mau ada yang melihat rona merah di pipinya.Jangtung Leo pun juga berdetak lebih kencang.