
Cinta membuat sarapan dengan mengomel sendiri.
Selesai memanggang dan membuat susu, Cinta segera membawa keruangan Bagas.
Cinta tampak sedikit geram karena harus membuatkan sarapan untuk Bagas membuat dirinya terlambat kekampus.Dengan semua pemikiran, Cinta berniat akan mengutarakannya.
Saat tiba didepan pintu ruangan Bagas.Tanpa menunggu lama, Cinta membuka pintu dengan sedikit kasar.
"Tuan Ba..." Cinta tak melanjutkan ucapannya.
Sementara semua orang yang ada diruangan Bagas menoleh kearah Cinta.
Ya Bagas sedang mengadakan rapat dengan beberapa pegawainya.
"Maaf." Cinta menundukkan kepalanya.Dan berniat keluar dari ruangan tersebut.
"Sebentar nona." Bagas berdiri dari duduknya.
Sementara Cinta yang sudah balik badan membelakangi orang-orang tersebut menghentikan langkahnya.
"Bawa kemari itu nona." Bagas berjalan melewati Cinta.
Cinta hanya mengikuti dari belakang dengan mengerutu.
"Kenapa tak anda bawa sendiri tuan, bukankah saya sudah membuatkan nya untuk anda." Cinta dalam hati.
"Kita istirahat dulu lima belas menit." Leo memberi isyarat kepada pegawai yang sedang mengikuti rapat.
"Baik tuan." Jawab seluruh peserta rapat.
__ADS_1
Sementara Bagas terus berjalan ke ujung lorong,Bagas masuk ke ruang tersebut diikuti Cinta dan menutup pintunya kembali.
"Silahkan taruh di atas meja nona."
Sementara Cinta malah berjalan kearah Bagas menyodorkan kehadapan Bagas.
"Ini anda bisa menaruh sendiri tuan" Cinta dengan kesal dan sedikit kasar, beruntung susu yang dibawanya tak tumpah.
Bagas hanya diam menerima nampan tersebut.Bagas meletakkan nampan tersebut di atas meja.
"Silahkan duduk nona." Bagas duduk di sofa.
"Maaf tuan saya sedang sibuk."Cinta membalikkan badan dan melangkah meninggalkan Bagas.
Belum sempat Cinta melangkah.
"Silahkan duduk nona."Bagas dengan mengeraskan suaranya.
Cinta membalikkan badannya.
"Ada yang ingin anda sampaikan nona." Bagas mengamati Cinta dari atas sampai bawah.
Cinta membuang nafas dengan kasar.
"Mulai besok saya tidak bisa membuat sarapan untuk anda,tuan Bagas."
"Kenapa tidak bisa."
"Saya sibuk, tuan.Ini saya juga sudah terlambat untuk pergi kekampus.Kemarin saya sudah mbolos kuliah sekarang harus mbolos lagi."
__ADS_1
Tanpa menjawab Bagas merogoh saku jasnya untuk mengambil ponselnya.
"Liburkan kampus untuk hari ini."Bagas dengan tegas.
"Tapi tuan , Kenapa?" Jawab seseorang di sebrang telpon.
"Apa perlu alasan."
"Maaf tuan.Baik,saya akan melaksanakannya."
"Lihatlah nona." Bagas mengarahkan ponsel ke hadapan Cinta.
Dalam ponsel Bagas nampak para mahasiswa Universitas Parapemuda Utama sedang berduyun-duyun meninggalkan kampus.
"Hari ini kampus libur."
"Hiii dasar orang kaya." Cinta mengepalkan kedua tangannya.
Cinta berjalan kearah pintu.Belum Cinta keluar ruangan,Bagas menekan remot membuat pintu terkunci.
"Kita belum selesai berbicara nona"
"Tak ada lagi yang harus dibicarakan tuan.Semua sudah jelas.Mulai besok saya tidak akan membuatkan sarapan untuk anda."
"Tapi dalam perjanjian kerja antara Utama Group dan DnC Restaurant.Pihak DnC Restaurant harus menyediakan makanan siang untuk karyawan Utama Group.Dan makan malam untuk karyawan Utama Group yang lembur."
"Yang menyediakan kan DnC Restaurant bukan saya."
"Anda kan pemilik DnC Restaurant,nona." Bagas tak mau kalah.
__ADS_1
"Yang harus menyediakan DnC Restaurant,tuan Bagas.Kita punya chef dan pegawai.Mereka nanti yang akan menyediakan untuk anda,tuan." Cinta menekan kata-katanya.
"Saya bisa menambahkan dalam perjanjian tersebut, bahwa anda yang harus menyediakannya ,nona Cinta."