Cinta Tanpa Restu

Cinta Tanpa Restu
Bab 86


__ADS_3

Setelah mendapatkan hotel terdekat milik Utama Group.


Bagas mengendong Cinta ala bridal style ke kamar yang telah disediakan oleh pelayan.Sedang Cinta memegangi kepalanya seraya memejamkan mata menahan rasa pusing.


Cinta mabuk kendaraan saat Restu mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi saat ikut membuntuti Bagas yang dikejar-kejar oleh penjahat.


Restu dan Leo berjalan dibelakang Leo.


Ada beberapa bodyguard yang mengelilingi mereka.


Berada didalam kamar hotel.Cinta memilih mensandarkan badannya disandaran tempat tidur.


Selang beberapa menit datang seorang bodyguard membawakan obat yang telah diserepkan dokter Cantika.


Dan beberapa pegawai hotel membawakan sarapan untuk mereka.


"Nona sebaiknya anda sarapan lalu minum obat." Bagas yang duduk di tepi ranjang.


"Tidak,tuan.Saya minum obat dulu baru sarapan." Jawab Cinta posisi memejamkan mata.


"Dia memang begitu,tuan.Orang lain makan dulu baru minum obat.Kalau dia minum obat dulu baru makan."Jawab Restu.


Bagas sibuk menyiapkan obat yang akan diminum Cinta.


"Buka mulut anda,nona." Bagas menempelkan obat di mulut Cinta.


Cinta membuka mulut dan Bagas memasukkan obat kemulut Cinta.Bagas juga membimbing Cinta minum air putih.Ada kisaran lima butir obat yang telah Cinta telan.


Cinta perlahan memposisikan tidur dengan kepala lebih tinggi.


"Dia akan begitu,tuan.Sebentar lagi juga bangun dan minta makan." Restu berdiri didekat Bagas.


"Sebaiknya kita sarapan dulu."Leo masukkan ponselnya ke dalam saku jasnya.


"Kalian saja.Tuan sebaik anda sarapan dulu." Bagas memandang Restu.

__ADS_1


"Anda tak ikut sarapan,tuan." Restu memandang Bagas,sedang Bagas terus saja menatap Cinta yang sedang menutup mata.


"Anda saja ,tuan." Jawab Bagas tanpa mengalihkan pandangannya.


"Lee temani tuan Restu sarapan." Bagas memerintahkan Leo.


"Mari ,tuan Restu." Leo mengajak Restu untuk sarapan.


Mereka berdua berjalan menuju meja yang terletak disebelah ranjang yang Cinta tiduri.


Selang tiga puluh menit kemudian,Cinta mulai bergerak dan mensandarkan badannya.


Bagas membantu Cinta menata bantal dibelakang Cinta agar Cinta nyaman.


Perlahan Cinta membuka matanya.


"Bagaimana sarapan sekarang." Tanya Bagas.


Cinta menganggukkan kepala.


"Saya bisa sendiri,tuan." Cinta hendak mengambil mangkuk bubur yang ada ditangan Bagas.


"Sudahlah nona,kali ini saja,izinkan saya." Bagas memaksa Cinta.


"Buka mulut anda,nona." Bagas menyendok bubur dan menyuapkan ke mulut Cinta.


Tak ada suara sampai bubur dimangkuk yang dipegang Bagas habis.


Bagas menyimpan mangkuk kosong tersebut diatas nakas.


Bagas juga mengelap mulut Cinta dengan tisu.


"Siapa Willy?" Tanya Bagas.


"Perfeck." Bukan Cinta yang berbicara melainkan Restu sambil menatap layar ponselnya.

__ADS_1


Seketika Leo memandang Bagas.


Merasa diperhatikan Leo.


"Maaf tuan." Restu memandang Leo.


Sedari tadi sebenarnya Restu memperhatikan Bagas dan Cinta meski pandangannya kelayar ponselnya.


Sebenarnya Restu sedang menguji Bagas.Dari pengamatannya kalau Bagas mencintai Cinta.Sengaja Restu menyebut Willy untuk mengetahui Bagas cemburu atau tidak.Jika Bagas cemburu sudah dipastikan kalau Bagas mencintai Cinta.


"Haaaa."Cinta yang sedikit bingung atau salah dengar.


"Siapa Willy." Bagas mengulang kata-katanya.


Cinta mengambil ponsel yanga ada diatas nakas,menghidupkan layarnya dan menunjukkan kepada Bagas.


Nampak dilayar ponsel Cinta ada gambar Cinta yang sedang mengendong kucing.


"Sial." Bagas membuang muka.


"Ada yang salah,tuan." Cinta memandang Bagas.


"Tak ada,nona." Balas Bagas.


Restu menahan senyum yang diam-diam memperlihatkan mereka berdua.


Leo menggelengkan kepala melihat tingkah sang adik.


"Bagaimana sekarang."Leo menatap Bagas.


"Aku akan tetep sembunyi untuk sementara waktu,biarkan mereka senang dulu atas berita kematianku."Bagas dengan muka datar.


"Adakah orang sekejam iku menginginkan nyawa anda."Cinta merasa prihatin.


"Bukan nyawa saya saja,nona.Bahkan seluruh keluarga saya menjadi incarannya, mereka juga menginginkan Utama Group hancur."Bagas dengan sedih.

__ADS_1


"Maaf,tuan.Telah membuat anda bersedih.Tetaplah meminta perlindungan kepada Tuhan"Cinta mengenggam tangan Bagas seakan memberi kekuatan untuk Bagas.Benar saja Bagas yang semula telah lelah menghadapi semua ini,menjadi semangat untuk menghadapi musuh-musuhnya yang masih bersembunyi.


__ADS_2