
Setelah Bagas tak kelihatan Restu dan kedua orang tuanya melanjutkan langkahnya menuju kamar dimana Cinta dirawat.
"Wih pa, ternyata tuan muda dari keluarga Utama ramah ya pa.Padahal kalau dimedia beliau tidak pernah tersenyum.Bicara seperlunya saja." Nyonya Wiraatmadja sambil melangkahkan kakinya.
"Apa kita tak salah,pa.Kenapa anak itu menggunakan kamar VVIP, biasanya juga perhitungan banget tu anak soal uang." Gerutu nyonya Wiraatmadja.
Bagas sengaja meminta Dion untuk mengabari Restu tentang keadaan Cinta.Karena Bagas tak ingin Cinta terus-terusan berbohong meski ada beberapa hal yang disembunyikan.
Saat berada didepan ruangan Cinta. Nyonya Wiraatmadja yang mendapati Cinta yang sedang berberes,memasukkan barang-barangnya ke paper bag,langsung saja menerobos masuk kedalam ruangan melewati bodyguard.Restu dan tuan Wiraatmadja mengikuti langkah nyonya Wiraatmadja dari belakang.
"Anak nakal ya.... Bener-benar ya...kamu." Nyonya Wiraatmadja menjewer telinga Cinta.
Sang bodyguard sudah ingin mendekat,tapi tangan Cinta memberi kode jangan.
"Aduh.... aduh....bund sakit." Cinta memegang telinganya yang panas akibat dijewer sang bunda.
"Kamu tuh senangnya, kalau buat bunda jantungan." Nyonya Wiraatmadja dengan air mata yang sudah tidak bisa dibendung lagi.
Nyonya Wiraatmadja memandang Cinta dari atas sampai ke bawah.Nyonya Wiraatmadja segera membawa Cinta ke dalam pelukannya sambil menangis sesenggukan.Cinta membalas pelukan sang bunda dengan meneteskan air mata pula.
"Bund, Cinta baik-baik saja, tidak perlu ada yang dicaskan." Cinta mengelus punggung sang bunda.
"Kenapa tak kabari kami,kau anggap apa kami ini." Tuan Wiraatmadja dengan menahan marah.
"Jika Cinta jujur.Takutnya ayah, bunda dan kakak akan cemas.Rencananya habis ini Cinta akan menemui ayah, bunda dan kakak." Bohong Cinta.Padahal jika saja keluarganya tak mengetahui keadaannya , Cinta akan bersembunyi setidaknya sampai tiga hari kedepan.
__ADS_1
"Siapa yang kasih kabar,kak." Cinta posisi masih memeluk bunda namun pandangannya tertuju ke Restu.
"Tak penting." Jawab Restu.
Cinta mengurai pelukanya dan membawa sang bunda duduk dibrankar.Cinta duduk disamping sang bunda.
"Itu apa parah." Restu yang mengetahui ada perban dikedua lutut Cinta saat rok Cinta tersingkap saat duduk.
"Hanya beberapa jahitan." Jawab Cinta.
Nyonya Wiraatmadja mengangkat sedikit rok Cinta.
"Apa sakit."
Tuan Wiraatmadja hanya menghela nafas dengan kasar.
"Ceritakan." Tuan Wiraatmadja dengan tegas.
Cinta menceritakan dari awal sampai akhir tapi tanpa menyebutkan keterlibatan Bagas.
"Baik benar yang kamu srempet, malah kamu ditempatkan diruang seperti ini."Restu mengamati isi ruangan.
"Entahlah kak, mungkin dikehidupan sebelumnya aku selalu berbuat baik,jadi yang Kuasa selalu mengirim orang-orang baik pula." Jawab Cinta dengan enteng.
"Cinta sudah beres,kita bisa meninggalkan rumah sakit ini." Lanjut Cinta.
__ADS_1
Cinta berniat segera meninggalkan rumah sakit ini.
"Maaf,nona.Saya harus pastikan anda menghabiskan sarapan anda dan minum obatnya,nona.Baru anda boleh meninggalkan ruangan ini,nona."Bodyguard menyela pembicaraan Cinta.
Ya Bagas baru saja mengirimkan pesan kepada bodyguard yang ditugaskan untuk menjaga dan mengantar Cinta pulang supaya menghabiskan makanannya dan tidak lupa minum obat.
Bagas masih bisa melihat Cinta lewat ponselnya, karena kamera yang diambil Bagas dipaper bag Cinta tadi, Bagas pasang kembali disofa.
"Siapa?" Restu memandang Cinta.
"Pegawai tuan baik hati yang bawa Cinta kesini kakak." Jawab Cinta.
Nyonya Wiraatmadja berdiri dan mengambil nampan yang ada diatas meja dan tanpa banyak bicara langsung menyuapi Cinta.
"Berdoa dulu." Nyonya Wiraatmadja sambil menyodorkan sendok berisi makanan tepat didepan mulut Cinta.
Cinta menurut apa kata sang bunda sampai....
"Sudah,bund.Cinta kenyang banget bisa muntah nanti Cinta." Rengek Cinta karena merasa sudah penuh perutnya.
"Habiskan." Paksa sang bunda.
Terpaksa Cinta menghabiskan makanannya meski dengan memanyunkan bibirnya.
"Segera minum obatnya,kita istirahat sebentar terus pulang." Nyonya Wiraatmadja tak terbantahkan.
__ADS_1
Bagas yang ada didalam mobil melihat interaksi mereka lewat video sampai menyungging senyum.