
Setelah kepergian Restu.Bagas duduk di sofa ruang kerjanya.Bagas mengeluarkan notes yang ditinggalkan Cinta saat Bagas dirawat di rumah sakit dan jepit rambut milik Cinta yang tertinggal di sofa kamar Bagas saat Cinta tertidur.
Bagas menyandarkan badannya disandaran sofa,menengadahkan wajahnya seraya memejamkan mata, mengingat kejadian saat itu.
Tiba-tiba Bagas memukul meja kaca yang ada didepannya.
"Prank."
Leo yang baru melewati ruangan team sekretaris mendengar sesuatu yang pecah segera berlari menuju ruangan Bagas.Membuat beberapa orang team sekretaris yang melihat Leo berlari juga ikut panik,namun mereka tidak berani berbuat apa-apa.
Leo masuk keruangan Bagas, pemandangan yang pertama dilihat Leo,meja kaca diruangan tersebut tinggal kerangkanya saja.Tangan Bagas mengeluarkan darah karena terkena pecahan kaca tersebut.Bagas membiarkan darah terus menetes dari tangannya,Bagas menundukkan kepala seraya menggenggam notes dan jepit rambut milik Cinta.
"Makanya jangan di ingat-ingat."Suara Leo memecahkan keheningan.
Leo mengambil kotak obat yang terdapat di laci meja kerja Bagas.
Leo dengan telaten mengobati tangan Bagas yang terluka,meski Leo mengoleskan alkohol untuk membersihkan luka Bagas,Bagas hanya diam saja.Leo mengambil notes dan jepit rambut milik Cinta yang digenggam oleh Bagas dan memasukkan kedalam dompet Bagas.
Sedang Cinta yang sudah selesai memborong kembang gula, masuk kedalam mobil saat menutup pintu mobil tiba-tiba.
"Aaaaaaaa."
"Ada apa." Restu dengan panik.
Cinta membuka pintu mobil kembali dan mengibas-ibaskan tangannya.
"Terjepit." Jawab Cinta.
"Kok bisa." Restu menarik tangan Cinta dan meniupnya.
Cinta hanya diam, menahan sakit ditangannya.
"Sakit." Restu memandang Cinta.
Cinta menganggukkan kepalanya.
Setelah beberapa saat.
"Sudah kak,sebaiknya kita pergi sekarang, sudah mendingan, sudah tak sesakit tadi." Cinta menarik tangannya yang sedari tadi ditiup Restu.
Restu segera menjalankan mobil mewahnya.
Jangan lupakan disetiap lampu merah mereka akan berhenti dan membagikan kembang gula.
Sesampai di DnC Restaurant.
Restu dan Cinta setelah berada di DnC Restaurant langsung masuk kedalam ruangan sang ayah.
"Paaa maaa,anak gadismu pulang." Restu setelah membuka pintu.
"Oh... sayang,bunda kangen." Nyonya Wiraatmadja berdiri dari duduknya, dan bergegas menghampiri Cinta.
Sedang tuan Wiraatmadja segera berdiri.
Cinta dan nyonya Wiraatmadja berpelukan.Setelah puas berpelukan, Cinta mengurai pelukannya.
Cinta berjalan menuju kearah sang ayah, Cinta menjabat tangan sang ayah dengan takzim.Tuan Wiraatmadja membawa Cinta ke dalam pelukannya.Setelah puas melepas rindu, tuan Wiraatmadja melepas pelukannya.
"Sehat." Tuan Wiraatmadja memandang Cinta dengan seksama.
__ADS_1
"Cinta sehat yah.Ayah dan bunda sehat." Cinta memandang kedua orang tuanya secara bergantian.
"Sehat.Sini-sini cerita sama bunda.Bagaimana pekerjaanmu?" Nyonya Wiraatmadja menarik lengan Cinta dan mengarahkan Cinta untuk duduk.
"Mulai sekarang Cinta tidak lagi bekerja di Utama Group." Bukan Cinta yang menjawab melainkan Restu.
"Kenapa,apa terjadi sesuatu?" Nyonya Wiraatmadja dengan penasaran.
Tuan Wiraatmadja yang curiga telah terjadi sesuatu hanya diam,menyimak perbincangan istri dan kedua anaknya.
"Tak ada bund.Hanya Cinta belum ada rejeki aja di Utama Group." Jawab Cinta.
"Jangan bohong." Nyonya Wiraatmadja menyelidik.
"Sudahlah, bukannya mama senang kalau Cinta sudah kembali." Tuan Wiraatmadja mengalihkan perhatian istrinya.
"Iya juga sich pa.Setiap kejadian pasti ada hikmahnya."Nyonya Wiraatmadja dengan manggut-manggut.
"Kamu sudah makan sayang." Nyonya Wiraatmadja menggenggam tangan Cinta.
"Aawwww." Cinta menarik tangannya dari genggaman sang bunda.
"Kenapa sayang,apa yang terjadi sampai seperti ini." Nyonya Wiraatmadja memegang jemeri Cinta dengan perlahan.
Tuan Wiraatmadja bergegas mendekat kearah Cinta dan duduk disebelahnya seraya memandang jari-jari Cinta yang terlihat membiru.
"Kejepit pintu mobil ma." Jawab Restu.
"Kok bisa,kamu tak menjaga adik mu dengan benar." Nyonya Wiraatmadja memandang Restu dengan tajam.
"Cinta sendiri yang ceroboh bund." Jawab Cinta.
Nyonya Wiraatmadja mengambil sesuatu dari dalam tasnya.
Benar saja rasa nyeri dan panas yang dirasakan Cinta berkurang.
"Bagaimana?" Nyonya Wiraatmadja memandang Cinta.
"Mendingan bund.Sudah tak sesakit tadi." Jawab Cinta.
"Sudah pada makan siang." Tanya tuan Wiraatmadja.
"Belum." Jawab Restu dengan singkat.
"Kita turun sekarang, kita makan.Papa sudah lapar." Tuan Wiraatmadja berdiri.
Diikuti oleh yang lain.
Mereka makan diruang restoran berbaur dengan pengunjung lain tanpa ada yang mengetahui kalau mereka adalah pemilik DnC Restaurant kecuali para pegawai.
Keesokan harinya di Universitas Parapemuda Utama milik keluarga Utama.
Cinta yang telah menyelesaikan mata kuliahnya berjalan menuju parkiran.Pembicaraan semalam dengan keluarganya mulai hari ini kemanapun Cinta pergi Restu yang akan mengantar dan menjemputnya.
"Tebar pesona." Cinta memeluk sang kakak dengan manja.
Cinta cemburu karena sang kakak menjadi perhatian para wanita-wanita yang berlalu lalang atau hanya sekedar duduk-duduk di area parkir,yang nampak ramai setelah kedatangan sang kakak.
"Siapa?" Restu pura-pura tak tahu.
__ADS_1
"Kenapa jadi ramai biasanya juga sepi tempat ini."Cinta mengurai pelukannya.
"Cinta."Suara Darwin pemilik toko jaya bakery tempat Cinta bekerja.
"Bos ada disini."
"Ya sengaja cari kamu."
"Emang ada apa bos.Apa saya mempunyai tanggungan."
"Iiiihhh,bukan.Katanya kamu sudah tidak kerja lagi di toko, kenapa tak pamit."
"Maaf bos,tak sempat."
"Ini gaji kamu."
"Terima kasih bos, maaf tak sempat pamit dan bos harus ngantar sampai kesini."
"Tak apalah yang penting bisa ketemu kamu." Darwin dalam hati.
"Siapa.Pacar." Darwin memandang Restu yang sedari tadi bersandar dimobilnya sambil melipat kedua tangannya didada dengan muka datar.
"Kenalin bos ,ini kakak aku.Kakak ini bos Cinta ditoko." Cinta memandang keduanya bergantian.
Darwin mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.Namun Restu masih setia dengan posisinya.
"Kakak." Cinta membentak Restu.
Begitulah Restu jika berhadapan dengan laki-laki yang dekat dengan Cinta.
Mendengar bentakan Cinta membuat Restu dengan terpaksa menyambut uluran tangan Darwin meski hanya sekilas.
"Restu."
"Darwin."
"Kenapa tak lagi kerja di toko,apa aku ada salah."
"Tak ada bos, terima kasih selama ini bos sudah banyak membantu saya.Alasan saya keluar dari pekerjaan itu prifasi bos,yang jelas tak ada hubungannya dengan bos."
"Kita bisa berteman kan."
"Tak boleh." Bukan Cinta yang menjawab namun Restu.
"Kakak apaan sich." Cinta dengan sewot.
"Sudah belum,kakak sudah pegal nich."Restu dengan jutek.
"Maaf bos,saya harus pamit,sebelum my bodyguard ngambek." Kata-kata terakhir Cinta pelan namun masih bisa didengar Darwin.
"Boleh peluk, sebagai salam perpisahan."Darwin merentangkan kedua tangannya.
Restu dengan segera berdiri di tengah-tengah Cinta dan Darwin.Posisi Restu menghadap ke Darwin dan membelakangi Cinta.
"Ini peluk." Restu mengepalkan tangannya dihadapan wajah Darwin.
"Iiiihhh kakak ipar jahat amat sama adik ipar sendiri." Darwin dengan muka sedih yang di buat-buat.
"Ayo pulang." Restu memaksa Cinta masuk kedalam.
__ADS_1
Restu mulai mengemudikan mobilnya, sedang Darwin hanya mampu melihat mobil mewah yang dikemudikan oleh Restu meninggalkan area parkir Universitas Parapemuda Utama.
"Ternyata kamu orang kaya Cinta.Cintaku terhadapmu terpaksa aku bunuh karena aku seperti pungguk merindukan rembulan." Darwin dalam hati.