Cinta Tanpa Restu

Cinta Tanpa Restu
Bab 76


__ADS_3

Keluar dari ruangan Bagas.


Mita menemui Cinta.


Setelah turun kelantai dasar,Mita menuju ke resepsionis.


"Nona Cinta dari DnC Restaurant apa sudah kemari." Mita bertanya kepada petugas resepsionis.


"Mbak Mita ada apa." Cinta yang baru datang.


"Buatkan sarapan untuk tuan Bagas ,aku jelaskan nanti." Mita menarik tangan Cinta.


"ID cardku mbak." Cinta berbicara dengan petugas resepsionis.


"Tak usah.ini gawat darurat." Mita menarik tangan Cinta.


Baru tiga langkah Mita kembali lagi ke petugas resepsionis tersebut, Cinta mengikuti Mita karena tangan Cinta digandeng Mita.


"Apa kamu tahu nona ini calon nyonya muda Utama."


Petugas resepsionis menganggukkan kepalanya,seraya berfikir keras,pantas saja tuan muda kapan hari menegurnya karena tak mengizinkan Cinta masuk.


Cinta hanya bisa menepuk jidatnya.


"Ini masih rahasia jika bocor kamu tahu resikonya kan." Mita mendekatkan wajahnya ke petugas resepsionis.


"Dek lama sekali.Kakak terlambat ni." Restu yang tiba-tiba muncul.


"Ya Allah,aku melupakanmu kakak." Cinta melepas genggaman tangan Mita dan berjalan kearah Restu.

__ADS_1


"Eits mau kemana." Mita menahan lengan Cinta.


"Restu.Cinta aku pinjam sebentar."Mita memandang Restu.


"Ada apa?" Restu dengan serius.


"Kapan-kapan aku jelaskan." Mita yang hendak pergi meninggalkan Restu.


"Kakak pergilah nanti Cinta berangkat kekampus bisa naik ojol."Cinta memandang Restu.


"Ya sudah hati-hati." Restu memandang Cinta yang ditarik oleh Mita.Karena Cinta berjalan dengan pelan.


Restu segera pergi meninggalkan gedung Utama Group.


Sementara Mita dan Cinta naik keatas menuju lantai lima menggunakan lift.


Didalam lift Mita menceritakan kejadian yang baru saja terjadi.


"Terus aku harus masak apa mbak Mita.Mbak Mita ini tidak pikir-pikir dulu sebelum ngomong, kebiasaan."Cinta mengerutu.


"La dari pada tuan muda Bagas makan makanan dari tempat sampah,ya kalau baik-baik saja,kalau terjadi sesuatu.Bisa runyam ni urusan.Apa kamu juga tak kasihan."Mita menceramahi Cinta panjang lebar.


Sedang Cinta hanya diam.


Sampai di lantai lima.Mita dan Cinta langsung menuju ruang dapur.


"Mbak Mita naik saja keatas, nanti saya yang antar keruangan tuan Bagas"


"Apa kamu bisa dipercaya."

__ADS_1


Cinta menghela nafas.


"Ada juga yang akan saya bicarakan dengan tuan Bagas,mbak Mita."


"Soal hati?"Mita meledek Cinta.


Cinta hanya melengos,Mita segera meninggalkan Cinta.


"Pak Hardi."


"Ya nona ada yang bisa saya bantu." Pak Hardi menyambut Cinta.


"Pak Hardi apa ada roti."


"Ada nona,kami selalu menyediakan roti untuk karyawan Utama Group jika ada diantara mereka yang belum sarapan, mereka biasanya minta dibuatkan dan diantarkan."


"Apa CEO utama Group tahu kalau karyawannya ada yang bekerja sambil makan."


Pak Hardi menggelengkan kepalanya.


"Itu namanya ilegal pak Hardi."


"Ini juga atas persetujuan tuan Wiraatmadja,nona.Tuan Wiraatmadja merasa kasihan,nona.Jika ada karyawan yang tak sempat sarapan mungkin karena bangun kesiangan atau karena terlalu sibuk dengan pekerjaan rumahnya."


Cinta hanya diam menyimak kata-kata yang diucapkan pak Hardi.


"Saya bisa minta rotinya empat lembar saja pak Hardi."


"Bisa nona,itu disana."Pak Hari menunjuk almari kaca tempat menyimpan roti.

__ADS_1


Cinta bergegas mengambil roti yang masih dalam kemasan dan membukanya.Cinta juga mencuci tangan, Cinta mulai mengolesi roti dengan selai dan memanggangnya.Cinta juga menyiapkan susu murni.


__ADS_2