Cinta Tanpa Restu

Cinta Tanpa Restu
Bab 29


__ADS_3

"Ya Tuhan,buang rasa ini,hamba tidak ingin menyakiti wanita hanya karena kekurangan hamba." Bagas yang merasa tertarik dengan Cinta segera membuang pikiran jauh-jauh.seketika membuat Bagas sedih.


Bagas membuang nafas kasar, sambil menunduk


"Ada apa tuan?" Leo memandang Bagas.


"Tak ada." Bagas menggeleng kepala.


"Kalau anda kurang sehat kita bisa meninggalkan tempat ini tuan." Leo yang mengetahui Bagas gelisah.


Bagas menggelengkan kepalanya.


"Ada apa?" Dion yang mengetahui kasak kusuk Bagas dan Leo.


"Tak ada." Bagas menegakkan duduknya.


Bagas sebenarnya mengidap penyakit impoten.Tapi tak seorang pun tahu, hanya Leo yang mengetahuinya.


Semua usaha telah Bagas lalui mulai dari mengkonsumsi obat-obatan herbal, pijat tradisional,medis sampai pernah juga berobat keluar negri tapi hasilnya nihil.


Maka dari itu Bagas menutup diri dari perempuan.Bagas berpikir jika menjalin hubungan dengan perempuan dalam keadaannya yang seperti ini bisa menyakiti perempuan.Itu tak kan adil bagi si perempuan.Pernah Bagas mencoba menjalin hubungan dengan seorang perempuan.Malah perempuan itu meninggalkan Bagas dan memilih menjalin hubungan dengan laki-laki lain.


Membuat dirinya berfikir tak ada yang tulus didunia ini kecuali keluarganya.


Tiba-tiba


"Kakak,kakak tahu dimana momyku." Suara seorang Anak perempuan berusia 10 tahun yang berdiri tenggah-tenggah Bagas dan Leo.


Sang anak itu hanya menunduk kepala.Merasa takut.

__ADS_1


Bagas dan Leo saling beradu pandang.


Seketika Bagas dan Leo mengedarkan pandangannya mencari momy sang anak.


"Hai anak manis sini." Cinta memanggil anak itu.


Merasa ada yang mengajak bicara anak itu mengangkat pandangannya melihat Cinta.


"Sini." Cinta sambil tersenyum manis.


Anak itu mengitari meja menuju Cinta duduk.


"Memang momynya kemana." Cinta mencondongkan badannya sedikit dan memegang kedua bahu anak itu.


Anak tersebut menggelengkan kepala.


"Nama kamu siapa?" Lanjut Cinta.


"Waaaooo nama kamu keren anak manis.


Baiklah kita cari momy kamu sekarang." Cinta bangkit dari duduknya dan mengandeng tangan crystal.


Beberapa langkah meninggalkan meja.


Crystal menarik tangan Cinta.


Cinta menghentikan langkahnya.


"Ada apa sayang." Cinta jongkok mensejajarkan badannya dengan Crystal.

__ADS_1


"Pipis." Crystal berbisik ditelinga Cinta.


"Masih bisa ditahan."


Crystal menganggukkan kepala.


"Ok kita ketoilet dulu." Cinta berdiri.


Cinta berjalan mengandeng tangan Crystal menuju toilet.


Bagas,Leo dan Dion yang melihat kepergian mereka dengan heran.Sibuk dengan pikiran masing-masing.Selama yang merek tahu Crystal tak pernah berbicara dengan siapapun kecuali dengan momynya,bahkan dengan pelayan dimansion pun tak pernah,dimensionpun mereka tak pernah tegur sapa.Ketika didalam mansion Crystal hanya diam memilih untuk menghindar.


Crystal seakan tahu bahwa dimansion keluarga Utama tak menginginkan dia.


Crystal adalah adik sambung dari Bagas dan Leo.


Tiba-tiba tadi Crystal menyapa Bagas dan Leo.Tambah lagi langsung akrab dengan Cinta.


"Jangan heran,dia memang menyukai anak kecil.Jika sudah dengan anak kecil dia akan lupa segalanya." ucapan Restu yang mengetahui teman-teman barunya pada heran melihat kedekatan Cinta dengan Crystal.


"Entahlah dia memiliki daya pikat tersendiri, banyak anak-anak yang langsung menyukai saat melihatnya." Restu melanjutkan kata-katanya.


"Jangankan anak-anak.Orang dewasapun akan tertarik dengan adik Lo bro." Sambut Dion.


Yang dibenarkan oleh Bagas,tapi sayangnya Bagas tak sampai untuk mengeluarkan kata-katanya.Hanya dapat memendamnya dalam hati.


"Tak apalah,jika kau yang mendapat dia sob.Setidaknya gue tahu, Lo orang baik." Bagas dalam hati.Seraya menatap Dion tanpa sepengetahuan yang lain.


Sesampai di toilet.Cinta membukakan pintu toilet.Crystal masuk ke dalam toilet.

__ADS_1


"Crystal bisa sendiri,kakak tunggu saja diluar." Crystal sesaat didalam toilet.


Cinta menutup pintu toilet dan menunggu Crystal diluar.


__ADS_2