Cinta Tanpa Restu

Cinta Tanpa Restu
Bab 50


__ADS_3

Bagas memandangi wajah damai Cinta yang sedang tertidur pulas,pikiran Bagas berkelana kemana-mana, kenapa ia rela duduk berjam-jam hanya untuk menunggui Cinta disini padahal tumpukan dokumen sudah siap menanti diatas meja kerjanya,


Terdengar suara ketukan pintu, membuat Bagas tersadar dari lamunannya.Bagas bergegas berjalan menuju pintu dan membukanya.Nampak Leo dengan paper bag ditangannya.Bagas mengajak Leo duduk diluar.


"Mau menginap disini?" Leo sambil duduk dikursi yang terletak didepan kamar Cinta dirawat.


"Entahlah." Bagas duduk di sebelah Leo.


Mereka duduk berhadapan,meski kursi yang mereka duduki sejajar.


"Kenapa ya kak,aku merasa aku bukan diriku.kenapa coba aku ada disini, padahal ada yang lebih penting yang harus aku kerjakan.Dia siapa,kakak bukan,adik bukan,saudara bukan,kenapa aku mau repot-repot ngurusin nungguin dia." Bagas bolak-balik mengusap mukanya dengan kasar.


"Calon istri." Leo dalam hati.


"Ini baju ganti,kalau kamu menginap disini, mereka juga akan berjaga disini." Leo memandang beberapa bodyguard yang tak jauh dari mereka.


"Bagaimana kak, apa kita batalkan saja rencana kita,aku merasa tak tega.Aku dekati saja dia dengan caraku sendiri." Bagas mensandarkan badannya disandaran kursi dan menengadahkan kepalanya sambil memejamkan mata.


"Dengan caramu sendiri bagaimana, diam saja dan memandanginya dari jauh.Itu tak kan berhasil tuan Bagas Dewa Putra Utama.Cewek butuh pengakuan dan pernyataan Cinta.Jika anda hanya diam ditempat keburu disambar elang tu cewek." Jelas Leo.

__ADS_1


"CK,sok tahu, seperti pernah punya kekasih saja." Bagas meledek, namun tetap diposisinya.


"Buat one night love,hamil, nikah." Suara perempuan dibelakang Leo.


Bagas memiringkan badannya mengintip siapa dibalik punggung Leo.Bagas sudah hafal suara milik siapa itu, namun Bagas hanya memastikannya saja.


Leo memutar duduknya menghadap wanita tersebut.


"Aaauuuwww,sakit Lee."Cantika mengelus dahinya yang disentil Leo.


"Ngomong sembarang." Leo memandang Cantika.


"La kalian aneh,mau merencanakan apa kalian,mau menjerat cewek itu susah amat,dasar beruang kutub." Gerutu Cantika.


"Jika semudah itu, sudah ku kerjakan dari kemarin dodol.


Baru ketemu dua kali terus nyatakan Cinta,aku yakin seratus persen, bukan jawaban yang aku dapatkan darinya malah kabur dianya."Cerocos Bagas.


"Ciieee, dianya.Kenapa tak panggil sayang honey cinta sweety.Cewek suka cowok yang romantis dan perhatian."Cantika mensandarkan kepalanya dibahu Leo sambil memejamkan mata.

__ADS_1


Bagas dan Leo saling beradu pandang, seakan mereka mendapat ilmu baru.


"Kenapa diam?" Suara Cantik membuyar lamunan mereka.


Bagas dan Leo memandang tanaman yang ada didepannya, dengan pikirannya masing-masing.Ya didepan kamar Cinta ada taman bunga yang tak begitu luas namun ditata dengan rapi.


"Mommy." Bagas memandang seorang wanita parubaya berseragam dokter yang berjalan diseberang mereka duduk.


Leo mengikuti arah pandang Bagas.


Cantika yang kaget segera membuka matanya dan membetulkan posisi duduknya.


Bagas bangkit dari duduknya, ingin mengejar perempuan itu.Namun dicegah oleh Cantika.


"Bukan, beliau bukan mommy kita.Beliau dokter spesialis kandungan, beliau rekomendasi dari rumah sakit kakak yang ada di daerah.Beliau sudah hampir lima tahun bekerja disini." Cantika menjelaskan.


Seketika Bagas dan Leo lemas, padahal mereka berharap yang dilihatnya tadi benar-benar mommynya.


"Pertama bertemu dengan beliau, kakak juga seperti kalian,berharap kalau beliau itu benar mommy kita,tapi kakak sudah menyelidikinya, mereka dua orang yang berbeda,meski muka mereka seperti pinang dibelah dua, yang membedakan hanya dokter Dewi memakai hijab." Jelas Cantika panjang lebar.

__ADS_1


"Dokter Dewi." Bagas dan Leo bersama.


"Ya beliau bernama dokter Dewi, dokter spesialis kandungan." Lanjut Cantika.


__ADS_2