Cinta Tanpa Restu

Cinta Tanpa Restu
Bab 55


__ADS_3

"Anda belum tidur, nona."


Cinta menganggukkan kepala.


"Saya beresa ada yang mengamati,tuan.Berasa ada yang gentayangan diatas dan disekeliling saya,tuan."


"Hantu." Bagas tersenyum namun tak diperlihatkan.


"Tidurlah nona,saya yang akan berjaga." Lanjut Bagas.


"Tuan..." Cinta tak tahu harus bagaimana.


"Ada apa,nona.


Katakan."


"Bisa anda tidur disebelah saya,tuan." Untung lampu tidur remang jadi wajah Cinta yang merah menahan malu tak kelihatan.


"Anda yakin,nona.Saya bisa lebih menyeramkan ketimbang hantu,nona."


"Kan ada bantal guling jadi pembatas."

__ADS_1


"Baiklah,nona.Jangan salahkan saya jika saya khilaf."Bagas sambil bangkit dari tidurnya,mengambil bantal guling dan menatanya didekat Cinta menjadi pembatas mereka tidur.


"Maksud,tuan." Pikiran Cinta sudah kemana-mana.


"Sudahlah,nona.Mari segera tidur sebelum para hantu itu benar-benar datang kemari."Bagas memposisikan diri tidur miring menghadap ke Cinta.Kalaupun Bagas tidur dengan posisi terlentang, brankar tersebut tak akan muat.Sedang Cinta sendiri tidur terlentang dengan tangan sebelah kiri mencengkram bantal sebagai pembatas sambil memejamkan matanya rapat-rapat.


"Bagaimana anda bisa tidur,nona?.Jika posisi anda begitu. Anda menutup matanya jangan terlalu rapat,santai saja.Tidurlah duluan,nona.Saya akan berjaga selagi anda belum tidur."


Cinta menganggukkan kepala entah Bagas melihat atau tidak.


Karena Cinta tetap mencengkeram bantal pembatas tidur mereka,Bagas berinisiatif menganti bantal tersebut dengan tangannya.Walau kaget Cinta membiarkannya.Semula cengkraman Cinta begitu kuat,lama kelamaan cengkram Cinta mengendor dan terdengar nafas yang teratur.Bagas mengangkat kepalanya sedikit melihat kearah Cinta.Cinta sudah tertidur pulas.


Dengan pelan Bagas menarik tangannya pelan-pelan, namun dengan tiba-tiba Cinta mencengkeramnya kembali, padahal posisi Cinta sedang tidur pulas.


Pagi menjelang.Kumandang suara Azan terdengar bersahutan.


Cinta yang sudah terbiasa bangun petang.Membuka matanya.Cinta mengamati sekitarnya.Nampak Bagas mengeratkan genggamannya dan menyembunyikan wajahnya dibantal.


"Biarkan begini sebentar,nona.Kumohon." Bagas dengan suara tak jelas namun masih bisa didengar Cinta, karena Bagas menyembunyikan wajahnya dibantal.


Cinta terdiam tak tahu apa yang terjadi, sampai terdengar suara

__ADS_1


"Aaaahhhhh." Leguhan Bagas.Manun Bagas masih menyembunyikan wajahnya dibantal disertai dengan nafas yang memburu.


Setelah sadar.Bagas segera membuka matanya.


"Memalukan." Bagas dalam hati.


"Saya akan menggunakan kamar mandi duluan.Jika anda ingin menggunakan kamar mandi tunggulah sebentar,nona."Bagas bangkit dari tidurnya, menyambar paper bag yang ada diatas meja dan bergegas masuk ke dalam kamar mandi.


Bagaimana Bagas tak buru-buru.Kalau saja lampu tidur diganti dengan lampu besar,akan terlihat jelas jika celana Bagas basah oleh tingkah ular cobra miliknya yang memuntahkan bisanya.


Sedang Cinta yang tak tahu apa yang sedang terjadi hanya linglung.


Cinta hanya memandang Bagas masuk ke dalam kamar mandi.


Cinta turun dari brankar,menyalakan lampu besar dan mematikan lampu tidur.Cinta membereskan bekas tidur mereka, meski agak kesusahan karena hanya menggunakan tangan sebelahnya,sedang tangan sebelah tertancap jarum infus.Cinta mampu menyelesaikannya.


Sambil menunggu Bagas menggunakan kamar mandi, Cinta mematikan AC,membuka tirai,cendela,dan pintu.


Melihat pintu terbuka,para bodyguard dengan sigap langsung berdiri dihadapan Cinta.


"Nona,memerlukan sesuatu." Salah satu bodyguard.

__ADS_1


"Ti...tidak, tuan.Saya hanya membuka pintu supaya udaranya berganti." Cinta gugup.


"Permisi." Cinta dengan senyum dibibirnya.Para bodyguard langsung beradu pandang.Bagaimana tidak,selama ini cewek-cewek yang berusaha mendekati bosnya bersikap jutek dan sombong.


__ADS_2