
"Tuan,anda tidak pulang?Apa tidak ada yang mencemaskan atau menunggu anda pulang?" Cinta mengawali perbincangan, karena sedari Bagas masuk ruangan, tak ada satupun diantara keduanya yang berbicara.
"Anda berharap begitu,nona?" Bagas berdiri dari duduknya dan berjalan menuju brankar dimana Cinta duduk.
Dengan cepat Cinta menggelengkan kepala.Membuat Bagas tersenyum.
"Bukan begitu, tuan." Cinta menundukkan kepala karena merasa gugup.
"Lalu."
Cinta tetap menundukkan kepalanya, sambil jemarinya mempermainkan selimut.
Karena tak ada jawaban Bagas membalikkan badan berniat meninggalkan Cinta.
"Baiklah,nona.Selamat malam."
"Tetaplah tinggal disini,tuan." Cinta menahan tangan Bagas namun pandangan menyapu semua ruangan.
"Ada apa,nona.Jangan katakan jika anda takut disini sendirian." Bagas memandang Cinta dengan seksama.
Cinta menganggukkan kepala.Membuat Bagas tertawa terpingkal-pingkal sambil memegangi perutnya.
Cinta melepas pegangan tangannya.Seketika Bagas menghentikan tawanya.
"Rumah sakit identik dengan serem, banyak hantunya."
"Jadi anda takut dengan hantu,nona.Jaman sekarang bukannya hantu yang takut dengan manusia,nona.Banyak tu pemburu hantu sekarang."
"Takut ya takut,tuan.Tak perlu alasan.Seperti seseorang yang takut kecoa, tikus,ulat bulu, takut darah, takut makanan atau benda tertentu."
"Itu bukan takut nona,tapi geli."
"Terserah anda,tuan."
"Baiklah nona,saya akan tinggal disini tapi tidak gratis."
__ADS_1
"Maksud, tuan.Tuan minta imbalan."
"Yub."
"Berapa, tuan?"
"Saya tak minta imbalan berupa uang,nona."
"Lalu."
"Secangkir kopi mungkin."
Cinta bernafas lega, pikiran Cinta sudah kemana-mana.
Cinta turun dari brankar berniat ingin ke kamar mandi untuk buang air kecil dan menggosok gigi.
"Anda mau kemana,nona." Bagas memandang Cinta.
"Saya akan kekamar mandi,tuan."
"Anda bisa sendiri."
"Didalam kamar mandi,ada sikat gigi belum terpakai,nona.Masih dalam kemasan,anda bisa menggunakannya,nona."
"Terima kasih, tuan."
Cinta kekamar mandi dengan memegangi infus ditangan kanannya.
Selang lima belas menit Cinta keluar dari kamar mandi, Cinta kembali kebrankarnya, melakukan tayamum dan mengerjakan sholat isya'.Bagas memilih keluar ruangan karena Bagas meresa malu,selama ini ia tak pernah melakukan ibadah.Bagas percaya adanya Tuhan, Bagas juga percaya jika kebaikan dan keburukan pasti akan dapat balasannya.
Tiga puluh menit sudah Bagas meninggal ruangan Cinta dirawat.Lama tak kembali, Cinta pikir Bagas telah meninggalkan rumah sakit.Cinta putuskan untuk mengunci pintu pintu kamar.Niat hati ingin mengunci pintu,entah kenapa tangan Cinta malah menarik gagang pintu membuat pintu itu terbuka, betapa terkejut Cinta ada puluhan orang berbadan kekar berada diluar ruangannya.
Merasa pintu terbuka semua bodyguard memandang kearah pintu tersebut.Para bodyguard tertegun melihat Cinta.Mereka memandang tanpa berkedip.
"Jaga pandangan kalian." Bagas dengan tegas.
__ADS_1
"Wih,aura kekuasaannya keluar.Seperti presiden saja." Cinta dalam hati.
"Ada apa?" Bagas mengamati Cinta.
Cinta menggelengkan kepalanya.
Cinta mesuk kembali kedalam ruangan, diikuti Bagas dari belakang.
Setelah Bagas dan Cinta masuk keruangan, para bodyguard saling pandang.
"Bih bening banget incaran si bos." Kata salah satu bodyguard.
Yang diangguki oleh rekan-rekannya.
"Jaga omongan kalian.Sudahlah kita doakan saja semoga itu jodoh tuan muda." Salah satu bodyguard.
Meski mereka diam,namun dalam hati masing-masing mengiyakan perkataan temannya.
Sementara Cinta yang bingung hanya diam saja.
"Sebaiknya anda segera istirahat,nona" Bagas menganti lampu tidur.
"Anda tidur dimana,tuan."
Bagas memandang tempat tidur disebelah brankar Cinta.
Cinta menganggukkan kepala.
Mereka segera mengambil posisi untuk istirahat.Selang beberapa tak ada suara diantara kedua.Terdengar suara nafas yang teratur, karena malam itu begitu sunyi.
Cinta yang sedari tadi tak biasa memejamkan mata, hanya diam diatas brankarnya.Cinta meraih ponselnya diatas nakas untuk melihat jam.Jam menunjuk pukul 00.00.
Bagas yang sedari tadi juga tidak bisa tidur,namun tak tahu harus berbuat apa.Mengamati gerak-gerik Cinta.
"Anda belum tidur,nona."
__ADS_1
"Allahu Akbar" Cinta berjingkat sampai menjatuhkan ponselnya.
"Anda mengagetkan saya,tuan."