
Iwan melajukan mobilnya menuju hotel, dia akan membawa Indra untuk bermalam disana.Itu pertimbangan terakhir karena dia tidak mungkin membawanya pulang dalam keadaan mabuk dan Sandra sendiri tidak mau membantunya.
Iwan hanya membawa Indra masuk ke dalam kamar hotel dan meninggalkan sebuah note di atas nakasnya.
G**ue terpaksa bawa lo kesini karena gue gak mau Tante sukma bertanya-tanya dan kecewa melihat keadaan lo .Gue udah kirim pesan ke nyokap lo, lo sadarin dulu diri lo sebelum mutusin buat balik,telpon aja kalo lo butuh gue, Iwan** .
Langit mulai gelap, waktu menunjukan pukul 23.00 WIB . Mata Indra terbuka perlahan,dia merasakan kepala yang sangat berat, ia menatap sekelilingnya, tak menemukan apapun hanya menatap heran sekelilingnya karena tak mengenali ruangannya. Setelah lama dia mencoba duduk di tepi kasur dengan posisi kepala tertunduk hingga menemukan secarcik kertas di atas nakas, dia membaca dan menyimpan kembali kertasnya, kemudian dia menyalakan handphonenya dan mendapat beberapa pesan pada handhonenya salah satunya dari Sukma dan Sandra .
Kamu dimana nak? Kenapa kamu membatalkan pertemuanmu ?Isi pesan dari Sukma
Ngapain kamu suruh Tante Sukma nelpon aku?Kamu pikir aku bakal percaya sama semua drama kamu? Isi pesan Sandra
Dan masih banyak pesan lainnya yang tidak Indra baca karena kepalanya terlalu pusing . Indra meletakkan kembali handphonenya ke atas nakas dan mencoba berdiri , ia berfikir dengan mandi dapat menyegarkan kembali tubuhnya .
Setelah selesai mandi ia keluar menuju balkon yang ada di bagian belakang kamar hotel , Indra duduk di kursi santai menatap pemandangan kerlap kerlip lampu kota di malam hari .
Sandra, apa yang kamu pikirkan?Apa sebegitu buruknya aku dimatamu ?Kenapa kamu selalu berpikiran buruk tentang aku?Padahal kamu tau kalo aku sangat mencintai kamu.
Pikirannya berlarian kemana-mana.Indra kembali ke kamar ingin menghubungi Iwan, "Tadi dia bilang dia telpon Sandra , aku ingin tau apa yang dia bicarakan" bisiknya pelan.
__ADS_1
tuutttt ...... ttuuuuuuttttttttt.....
Iwan tidak mengangkat telpon nya, karena ini masih sangat malam, jam menunjukan pukul 02.00 dini hari. Pasti Iwan sedang tertidur lelap . Akhirnya Indra tertidur lagi dan terbangun pukul 05.30 . Ia memutuskan untuk kembali kerumahnya karena mengingat pekerjaan kemarin yang belum ia selesaikan .
Setibanya dirumah ..
" Kamu dari mana aja nak?Kenapa baru pulang?Mama khawatir banget " Sukma menghujam nya dengan beberapa pertanyaan dan memutarkan badan Indra memperhatikan dari atas ke bawah memastikan bahwa anaknya itu baik-baik saja.
"Ma ..Aku bakal cerita nanti setelah aku mandi dan ganti baju ya, hari ini aku harus menyelesaikan kerjaan yang kemarin terabaikan" jelas Indra mencoba mengulur waktu untuk mencari-cari alasan apa yang akan dia katakan pada Sukma.
"Yasudah kamu mandi dulu, mama tunggu di meja makan ya " jawab Sukma membiarkannya berlalu .
Apa aku udah keterlaluan ya sama mas Indra ? Apa aku harus mendengarkan penjelasannya? Jangan-jangan dia mabuk-mabukan kaya gitu setelah mengetahui kalo aku akan pergi ke luar negri?Apa benar yang dikatakannya tentang Novita?Aahhh....Kenapa aku merasa makin bodoh sih ...
Sandra menutup wajahnya dengan kedua tangannya. " Biarin aja lah.. Biar semua berjalan seirig waktu" bisiknya pelan mencoba menguatkan hati yang sebenarnya sedang rapuh.
Dia beranjak dari meja rias nya keluar kamar menuju meja makan.
"Gimana nak?Apa kamu sudah mendapatkan pekerjaan yang kamu inginkan?" Irwan memulai pembicaraannya.
__ADS_1
"Belum Pa, ada beberapa ..Tapi aku masih mikir-mikir, ada sih udah cocok tapi aku harus dapet surat izin Papa" Sandra menundukan wajahnya sesekali melirik ke arah Irwan untuk mengetahui reaksinya.
"Memangnya kerjaan apa?" tanya Irwan heran.
"Di perusahaan motor Pa, Sandra diterima Jadi anak magang atas rekomendasi kak Toni (Kakak sepupunya) tapi itu jauh ,gak mungkin Sandra harus pulang pergi ke rumah,itu akan membuat Sandra lelah karena perjalanan yang memakan waktu lama dan Sandra juga pasti akan sering terlambat .Jadi untuk bisa kerja disana Sandra juga harus kost deket perusahaan Pa " Sandra mencoba menjelaskan agar Papanya tak salah berfikir dirinya ingin keluar dari rumah .
Irwan bernafas panjang berfikir sejenak sebelum memutuskan " Apa kamu betul-betul ingin kerja disana?"
"Ya, Sandra beneran pengen kerja disana pah..nantinya Sandra akan kuliah di Unversitas A,yang jaraknya gak jauh disana dan ngambil jurusan bisnis management. Tapi kalo Papa gak izini gapapa ko, Sandra bisa cari kerjaan lain " wajahnya murung dan siap menerima penolakan dari Irwan.
Tapi tanpa disangka ternyata pagi ini Irwan sedang berbaik hati dan berfikir tidak ingin terlalu mengekang anaknya karena sudah cukup dewasa .Dia membiarkan anaknya memilih jalan nya sendiri "Baik . Papa akan izinkan ! Tapi kamu harus tetap bisa menjaga diri kamu dan harus sesering mungkin memeberitahukan kabarmu , Papa tau sekarang kamu sudah dewasa " senyum Irwan mengembang melihat mimik wajah anaknya begitu bahagia mendengar keputusan yang ia berikan.
"Terimakasih Pa ..Terimakasih Papa udah kasih kepercayaan buat Sandra, " mereka kini saling berpelukan.
"Ya , tapi kamu harus ingat ! Kamu harus bisa menjaga kepercayaan orangtua ,jangan mengecewakan Papa!" Sandra hanya mengangguk.
**happy reading dears 💕
Terus dukung author ya , berikan vote kalian buat author 😘😉**
__ADS_1