Cinta Yang Kelam

Cinta Yang Kelam
BAB 35


__ADS_3

Sandra merasakan jantungnya berdetak tak beraturan melihat bangunan didepan matanya yang tak lain adalah rumahnya. Ia sangat mengerti mengapa Neni menyuruhnya pulang.Ia berfikir bahwa Sukma pasti sudah mencerikatakn semuanya.


Ya Tuhan..Tolong lindungi aku dari amarah orangtuaku.Cemasnya dalam hati.


Belum sempat ia membuka pintu,Neni sudah lebih dulu membukakan pintu untuknya, dari dalam ia sudah mendengar suara mobil masuk ke dalam halamannya, dan mengintip dijendela sehingga Neni sudah mengetahui kedatangannya.


"Kenapa kamu cuma berdiri disitu?" tanya Neni.


"Eh,Ma ...Iya ,assalamualaikum Ma..."Sandra meraih tangan Neni dan menciumnya.


"Waalaikumsalam..Masuklah, bersihkan dirimu, Mama tunggu di ruang tengah" ucap Neni dengan tak melihat wajah Sandra.


Sandra bergegas masuk ke dalam kamarnya, membersihkan diri sesuai yang diperintahkan Neni.


Seusai memakai pakaiannya, ia duduk di meja rias dan memandangi bayangan wajahnya didalam cermin, hatinya terus saja bergumam menyesali semuanya.


Mas ..Kenapa kamu lakuin itu sama aku?Aku nyesel nerima ajakan Tante Sukma buat nginep disana,kalo aja aku pulang ke kost mungkin semua gak akan terjadi.Dan sekarang apa,aku yakin kalo Tante Sukma pasti udah cerita semuanya sama Mama.Aku gak tau apa yang akan mereka lakuin sama aku ! Kamu gak tau gimana kerasnya Papa Mas ....


Tak terasa matanya mulai berkaca-kaca.Namun ia segera menyadarkan dirinya,menarik nafas panjang dan membuangnya perlahan. Ia segera keluar kamar dan menemui orangtua nya .

__ADS_1


"Duduk." perintah Irwan menunjuk pada kursi kosong di hadapannya.


Sudah seperti akan di eksekusi saja. Pikir Sandra


"Betul apa yang kita dengar dari orangtua Indra?"Irwan langsung mengarahkan pembicaraannya tanpa basa-basi.


"Pa..Semua gak kaya yang Tante Sukma bilang ! Sandra gak ngelakuin itu sama Indra Pa" lirih Sandra.


"Terus ..Kamu pikir ngapain dua orang dewasa ada dalam satu kamar?" suara Neni dengan nada mulai tinggi "Dan itu apa?Mau bilang digigit nyamuk?Digigit serangga?" tambahnya menunjuk pada tanda merah di leher Sandra.


"Ma...Pa ..Terserah kalo kalian mau beranggapan seperti itu .Sandra tau Sandra salah,Sandra minta maaf"


Sandra sudah tak bisa lagi melawan,jika ia melawan atas kesalahannya,tamatlah sudah hidupnya.Bisa-bisa ia di asingkan seperti kakaknya ,pikirnya.


"Berapa sering kamu melakukan itu?" tanya Neni.


Kenapa pertanyaan itu lagi sih.


"Ma...Aku gak ngelakuin itu .." jawab Sandra dengan nada bicara sedikit meninggi.

__ADS_1


"Kamu gak usah nyangkal Sandra. Semua sudah teebukti,apalagi yang kamu takutkan ? Kami bahkan sudah tau.Apa kamu sudah memastikan kalo kamu gak hamil?"


Sandra hanya menggelengkan kepalanya .Ia sudah tak ingin bersuara,karena tak akan ada yang percaya dengan semua kalimat yang keluar dari mulutnya.


"Besok pagi kamu harus tespeck,kita harus pastikan kalo kamu gak hamil ! Papa gak mau kamu menikah sama lelaki brengsek itu" Irwan bahkan tak ingin menyebut nama Indra saking bencinya .


"Sekarang kamu istirahat !" perintah Neni.


Sandra hanya menuruti perintah Orangtua nya,ia berlalu menuju kamarnya.


Ia mengunci pintu kamarnya lalu membaringkan tubuhnya di atas ranjang menatap langit-langit kamar.


Ia melihat handphonenya ada banyak panggilan tak terjawab dari Indra.Ia sama sekali tak berniat ingin menelpon balik.Perasaan nya saat ini sedang tak menentu.


Kenapa semua jadi kayak gini sih?Perjuangan yang aku pikir akan berbuah indah, sekarang gak tau lagi akan seperti apa. Masa depan yang aku rangkai sedemikian rupa,akan bagaimana jadinya?Aku yakin Papa lagi rencanain sesuatu.Semua gara-gara kamu Mas ..


Tak terasa air mata mengalir dengan deras di pipinya hingga membuatnya terisak. berkali-kali ia mengusap pipinya, namun air matanya tetap mengalir membasahinya. Cukup lama ia menangis meratapi dirinya,hingga tak terasa matanya sudah terpejam dan terlelap dalam tidurnya.


BERSAMBUNG ......

__ADS_1


__ADS_2