
Setelah menyelesaikan sarapannya, Sandra berlalu menaiki tangga ke kamar Indra bermaksud untuk mengambil handphone dan baju yang semalam ia kenakan karena ia merasa sudah tidak nyaman berada dirumah itu.
Masih dimeja makan,terjadi perbincangan antara orang tua dan anak.
"Indra, Mama tidak mau lagi kamu melakukan dosa yang lebih banyak, Mama mau kamu secepatnya menikah dengan Sandra .Bagaimana kalo dia hamil?" Sukma menekan Indra.
"Ma..Indra akan dengan senang hati kalo Mama mau nikahin Indra, tapi Mama salah faham Ma,kita gak ngelakuin apa yang mama fikir" sangkal Indra.
"Indra,Mama itu bukan anak kecil yang bisa kamu bodohi, sepasang kekasih ada didalam satu ruangan sepanjang malam ! Dan Mama mendengar Sandra mendesah, kamu masih mau nyangkal sama Mama?" tegas Sukma sedikit membentak namun memelankan suaranya karena tak ingin terdengar oleh Sandra.
"Sudahlah Ma .. Indra sudah dewasa sekarang, kita gak bisa nyalahin keduanya. Mungkin ini emang salah kita,kita yang gak bisa ngedidik Indra" Baba berusaha menengahi mereka.
"Ba..Mama gak pernah ngajarin anak-anak mabuk-mabukan, apalagi sampe menodai anak orang !" mata Sukma berkaca-kaca mendengar ucapan Baba yang seolah menyalahkannya karena tak becus mendidik anak. "Pokoknya Mama akan atur semuanya, kalian harus segera menikah. gak ada tawar menawar ! Mama akan menemui Neni secepatnya" jelas Sukma.
"Ma..Tolong jangan ceritain sama Tante Neni tentang kejadian ini, aku mohon" Indra menggenggam tangan Neni.
"Mereka harus tau, kalo tidak.. Mana mungkin mereka akan menerima pernikahan yang terburu-buru ,pokoknya Mama gak mau dibantah !" tegas Sukma yang kini berlalu meninggalkan mereka berdua dimeja makan sementara Baba dan Indra saling melirik dan mengangkat bahu mereka secara bersamaan.
Sandra turun dari kamar Indra, ia ingin berpamitan pulang namun Indra mencegahnya.
"Loh ..Kamu mau kemana San?" tanya Baba yang melihat Sandra telah membawa slingbag nya.
"Sandra mu pamit pulang Om" sahut Sandra.
"Sayang ...Ko buru-buru banget ,ntar sore aja ya ..Aku masih cape, ntar selesai istirahat aku langsung anter kamu pulang" cegah Indra.
"Gapapa Mas kalo kamu cape, aku bisa panggil Gocar ko"
__ADS_1
"Yank ..Jangan gini dong" Indra memegang tangannya mencegahnya melangkah.
Karena merasa hanya jadi penonton, Baba meninggalkan mereka berdua di ruang tamu.
"Mas ,aku cape ..Kasih aku waktu untuk berfikir apa aku bisa lanjut atau nggak dengan sikap dan kelakuan kamu yang seperti ini" lirih Sandra tanpa menoleh sedikitpun ke arah Indra . "Biarin aku pulang Mas " lanjutnya.
"Yaudah aku anter kamu ya,kamu tunggu sebentar aku ambil kunci mobil dulu"
"Gak usah mas, aku mau pake Gocar aja" bantahnya.
Karena merasa sudah tak bisa menahannya,Indra pun membiarkannya pulang.
Dalam perjalanan, Sandra hanya melihat ke arah jendela dengan tatapan kosong .Sesekali air mata menetes dipipinya, merasakan betapa rendahnya dia saat ini hingga menjaga dirinya saja ia tak mampu.
ditengah perjalanan,ia meminta supir untuk berhenti di sebuah taman yang terdapat danau kecil didalamnya,ia turun disana .
"Tapi ini belum sampai ke alamat yang sesuai dengan pesanan bu?" jawab Supir
"Gapapa pak, saya mau berhenti disini aja! " Sandra telah bersiap untuk turun dari mobil yang ia tumpangi.
"Ini kembaliannya bu, apa mau saya tunggu?"
"Gapapa buat bapak aja,bapak kembali aja ya, nanti saya pesan Gocar yang lain"
"Baik bu,Terimakasih"
Sandra berlalu menuju sebuah bangku yang ada di tepi taman tersebut ,ia melempar bebatuan yang sengaja ia ambil saat ia berjalan kaki menuju bangku itu ke arah danau.Cukup lama Sandra berada disana , hingga kemudian seorang Pria datang menghampirinya.
__ADS_1
"Sandra?Ngapain kamu disini?" tanya pria itu.
Sandra yang sedang menangis dengan tatapan kosong menoleh ke arah sumber suara,Sandra terkejut melihat sosoknya yang ternyata adalah Niki.
"Ba..Bapak ..Ko bapak ada disini?Bukannya bapak harusnya pergi keluar kota?"Sandra mengusap air mata yang membasahi pipinya.
"Ya, saya gak bisa pergi karena ada satu masalah dirumah, saya tadi dari rumah gak sengaja lewat kesini,ngeliat kamu.Yaudah saya samperin" ujarnya Santai.
"Tapi yang lainnya jadi berangkat kan Pak?" tanya Sandra
"Ya..Mereka tetap berangkat, saya mengutus Uchi untuk menggantikan saya selama disana" jawab Niki "kamu ko ada disini?Emang rumah kamu sekitaran sini ya?"
"Ah,bukan Pak ..Rmah saya jauh dari sini . Kebetulan aja saya lewat sini liat pemandangannya asyik banget jadi saya berfikir untuk mampir sebentar" Sandra mencoba tersenyum.
"Kamu ada masalah ya ? Kalo kamu ada masalah kamu boleh cerita sama saya, jangan panggil saya Bapak ! Kita bukan lagi ada di kantor " ujar Niki.
Sandra menarik nafas panjang, ia berfirkir tidak mungkin menceritakan masalahnya dengan Indra pada pria asing.
Terimakasih karena para reader tercinta telah setia dengan novel karya author ini, author minta maaf jika masih banyak typo, dan juga masih salah dalam penulisan karakter ,mohon dimaafkan karena author masih anak baru dan juga hanya manusia biasa yang tak luput dari dosa 🤭🙏
Berikan like,tip dan komentar membangun dari kalian untuk author ya, supaya author lebih semangat melanjutkan ceritanya.Jangan lupa juga jadikan novel ini sebagai novel favorit kalian 😉
Author akan menerima dengan senang hati jika kalian mengkritik karya author ini,agar author tau dimana letak kesalahan author .
Terimakasih para reader kuu😘😘😘💕💕💕
-----------------------------------
__ADS_1