
Setelah tiba dirumahnya, Sandra merasa tenang karena mobil sang Papa belum terparkir di garasi .
"Aman.." gumamnya pelan sambil mengusap dadanya.
Ia melanjutkan langkah kakinya memasuki rumahnya. Ia melihat Neni sedang berkutat dengan laptopnya,Sandra mengintip ternyata ia sedang membuat desain baju.
"Ma.."Sandra menyapa dan mengulurkan tangannya untuk memberi salam.
"Udah pulang?Kamu pergi sama siapa?" tanya Neni menutup laptopnya setelah menyimpan file yang sedang ia buat.
"Sama atasan Ma..Sandra kan seharusnya kemarin pergi ke Bali buat promo produk baru,tapi gagal karena kejadian itu"Sandra memajukan mulutnya dan menghembuskan nafasnya dengan kasar.
"Sekarang kan kita udah lebih rileks ni..Apa sih yang terjadi sebenernya?Gimana bisa kamu melakukan itu?Apa kamu memang sering melakukannya?Atau malam itu kamu mabuk juga?"Neni memberondong pertanyaaannya.
__ADS_1
"Mama..Sandra gak pernah melakukan itu sama Indra ! Itu cuma salah faham aja" jelas Sandra.
"Lalu,gimana dengan tanda merah yang ada di leher dan dada kamu?" Neni menunjuk leher Sandra dengan Ujung matanya.
"Udahlah Ma ..Kita gak usah bahas ini lagi ya,anggap aja kalo sekarang Sandra emang bersalah,dan Sandra mohon Mama maafin Sandra " ujar Sandra dengan nada memelas.
"Juft....Ya sudah..Lagipula kamu gak akan mengakui kesalahanmu,kan? Lalu sekarang bagaimana kamu sama Indra? Apa masih berkomunikasi?" tanya Neni.
"Sandra udah janji sama Mama dan Papa untuk gak berhubungan lagi sama dia,mana mungkin Sandra ingkar sama janji Sandra sendiri" masih dengan nada melemah.
Neni hanya mengegelengkan kepala melihat anaknya berlalu meninggalkannya. Ia mencoba melupakan kejadian yang menimpa anaknya.
Didalam kamar ,Sandra berbaring menatap langit-langit kamarnya. Handphonenya berdering tanda pesan masuk.Ia segera meraih handphonenya dan membuka pesan yang ternyata dari Indra.
__ADS_1
"Aku minta maaf,aku udah sangat bersalah sama kamu.Gara-gara aku sekarang kamu jadi kena masalah sama orangtua kamu,aku minta maaf...Aku janji aku akan menebus semuanya,aku mohon sama kamu temuin aku ".Begitu bunyi pesan yang dikirimkan oleh Indra.
Sandra cukup lama terdiam menatap layar handphone dan langit-langit secara bergantian, membaca pesannya berkali-kali.Ia sedang menyiapkan kata-kata untuk disampaikan pada Indra.
"Syukur kalo kamu sadar Mas.. Semua udah terjadi,aku udah maafin Mas ! Tapi mungkin kita gak akan bisa ketemu lagi.Karena kejadian itu,aku hampir diterbangkan keluar negri untuk tinggal disana.Dan sekarang aku masih harus diem di rumah .Gak tau apa yang akan dilakukan Papa sama aku" Sandra mengirimkan pesan itu kepada Indra dengan maksud agar ia mengerti betapa fatal kesalahannya, dan agar ia merasa gara-gara kesalahannya Sandra harus meninggakan dia.Sehingga Sandra tak terlalu merasa bersalah. Tak lama Indra menelpon,namun Sandra tak menjawabnya,ia segera mengirimkan pesan kembali pada Indra.
"S**ebaiknya Mas jangan telpon aku dulu,aku gak mau Orang tua aku denger aku komunikasi sama Mas dan malah memperburuk keadaan,aku minta maaf" Sandra beralasan begitu karena tak ingin ia terbuai setelah mendengar suaranya.Meskipun perasaannya masi ada untuk Indra,tapi ia sedang berusaha untuk menepisnya karena ia sudah terlanjur berjanji pada Orang tuanya.
"Apa seberat itu hukuman yang harus kamu terima karena kesalahan aku? Apa orang tua kamu begitu bencinya sama aku? Bukannya Mama udah bilang kalo Tante Neni udah setuju akan menikahkan kita?" balasan pesan dari Indra membuat Sandra menarik nafas panjang, mungkin saja saat ini Indra sedang berharap Sandra menghubunginya dengar kabar baik bahwa mereka akan segera dinikahkan.
Sandra sudah tak ingin membalas pesan Indra lagi .Biarlah semua mengalir begitu saja,pikir Sandra.
Sementara di sisi lain Indra merasa sangat frustasi.Ia memutuskan untuk mengurung diri di dalam kamar tanpa alkohol dan tanpa obat-obatan terlarang,ia ingin menunjukan bahwa ia mampu mengendalikan emosinya, dan ia ingin benar- benar menjauhi semua kehidupan kelamnya meski dalam keadaan emosi sekalipun.Ia ingin berusaha menunjukan pada keluarga Sandra bahwa ia mampu bertanggung jawab atas apa yang ia lakukan .
__ADS_1
BERSAMBUNG 💕