Cinta Yang Kelam

Cinta Yang Kelam
BAB 34


__ADS_3

Disisi lain, Sukma diam-diam menemui Neni dan menceritakan semua yang terjadi pada anaknya. Sukma bersikekeuh bahwa anaknya telah melakukan hubungan badan, tidak peduli sedikitpun dengan penjelasan Indra.


Neni bukan tak kecewa mendengar apa yang menimpa anaknya,mengingat semua yang Sandra janjikan. Betapa merasa bodohnya ia sebagai orang tua membiarkan dia hidup sendiri tanpa dampingannya di zaman sekeras ini,betapa bodohnya ia begitu percaya bahwa Sandra mampu menjaga dirinya,hatinya berkecamuk.Namun ia masih bisa menahan emosi nya, ia tau semuanya tidak bisa diselesaikan dengan amarah .


Setelah pertemuannya dengan Sukma,Neni dengan cemas menunggu kepulangan suaminya. Ia sudah merangkai kata sedemikian rupa untuk tidak membuat emosi Suaminya meluap karena Irwan selalu saja menggunakan kekerasan untuk meluapkan emosinya.


Suara sepatu terdengar dari teras hingga memasuki rumah.Neni sadar,siapa lagi jika bukan langkah kaki suaminya. Ia menyambut suaminya seperri biasa,menyiapkan makan malamnya. Dan setelah makan malam,barulah dia mengeluarkan semua kata yang telah ia rangkai .


"Pa, Mama mau bicara " jantungnya berdetak kencang membuka pembicaraan, seolah akan melakukan sidang diruangan pengadilan dengan ia sebagai terdakwa.


"Ngomong aja Ma,biasa nya juga tinggal ngomong " jawab Irwan masih terlihat santai.


"Ini tentang Sandra, Mama harap Papa bisa mengesampingkan emosi Papa"


Irwan menatap mata Neni dan melihat sebuah keseriusan atas ucapannya.


"Ada apa memang dengan Sandra?Dia melakukan kesalahan?" tanya Irwan masih dengan nada santai.

__ADS_1


Neni menarik nafas dalam dan menghembuskannya sebelum mulai berbicara.


"Tapi Papa harus janji setelah Papa dengar semuanya, Papa harus bisa menjaga emosi"


"Ya ..Jelasin apa yang terjadi" Irwan sudah tidak sabar mendengar penjelasan Neni.


"Tadi Mama ketemu Sukma,dia yang nelpon Mama untuk menemuinya. Semalem Sandra nginep di rumahnya,dia nganterin Indra karena mabuk. Terus gak sengaja Sukma mergokin mereka lagi berhubungan badan"Neni berusaha menjelaskan dengan sangat hati-hati.Suara Neni melemas saat mengucapkan kata 'berhubungan badan'.


Irwan yang mendengar penjelasan Neni rasanya tidak percaya,ia ingin marah,emosi nya memuncak. Namun ia telah berjanji akan mengesampingkan emosinya .Irwan menarik napas dalam dan membuangnya, membuka kacamata yang ia kenakan lalu menaruhnya di meja.Ia mengusap wajahnya yang kini memerah


"Apa Mama yakin?"


"Sandra ...Sandra ..Papa sudah bilang dia untuk menjauh dari Indra, kenapa Mama malah ngasih kesempatan buat dia? Rasanya Indra sudah mencoreng muka Papa dengan kotoran,BRENGSEK "Irwan mulai emosi,nada bicaranya mulai tinggi.


"Pa...Papa udah janji kalo Papa gak akan emosi,gak ada gunanya kalo kita saling menyalahkan.Perasaan Mama saat ini lebih hancur dari yang Papa rasakan, tapi Mama tau ini semua kesalahan kita, seharusnya kita gak ngijinin dia kost sendiri. Tapi penyesalan gak ada gunanya Pa" Neni beranjak dari duduknya,mendekati suaminya dan mengusap punggungnya.Matanya mulai berkaca-kaca dan menitikan butiran bening ke pipinya.


"lalu kita harus gimana Ma?"

__ADS_1


"Sukma meminta kita untuk menikahkan mereka untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan".


"Memangnya Sandra hamil?"


"Nggak Pa,belum.. Hanya aja kita harus berjaga takutnya itu terjadi.Jadi Mama setuju sama Sukma,gimana kalo kita nikahkan aja mereka ?"


"Papa gak setuju Ma" bantah Irwan dengan nada membentak.


"Pa..."ucapannya dipotong oleh Irwan.


"Ma..Indra itu bukan cowok yang baik,dia suka mabuk-mabukan,dia suka konsumsi obat-obatan. Papa bukan gak tau semua tentang dia,Papa selama ini diam hanya melihat sejauh mana dia bisa menjaga kepercayaan kita. Dan ternyata dia malah mencoreng muka Papa. Papa gak rela kalo Sandra harus nikah sama dia, kalo Sandra gak hamil,kita bisa terbangkan dia ke luar negri biar dia tinggal sama Kakaknya"


Neni sudah tidak bisa membantah jika Suaminya sudah bicara dengan nada meninggi,ia tau jika itu hanya akan menjadi percekcokan yang takkan berujung.


"Sekarang,telpon Sandra ! Suruh dia pulang.Jangan dengar alasan apapun!" perintah Irwan yang berlalu meninggalkan Neni dimeja makan.


Neni segera mengirimkan pesan singkat karena tidak ingin emosinya memuncak atau malah air matanya pecah mendengar suara anaknya.

__ADS_1


Hatinya merasa tak tenang, takut jika Irwan memutuskan hal yang tidak seharusnya .


Bersambung 💕


__ADS_2