
Keadaan rumah tangga Niki sedang dalam zona aman,Teny sama sekali tidak memiliki kecurigaan kepada suaminya. Ia masih menganggap Niki hanya menjalin hubungan dengan Rani.
Hubungan Niki dengan Rani pun masih baik-baik saja. Sesekali Niki datang menghampiri Rani ke kota C supaya tidak menimbulkan kecurigaan.
Tidak ada yang berubah dari tingkah Niki,hanya saja ia sedang mengikuti kemana arah hatinya berlari.
"Tumben banget Mas, akhir-akhir ini mas lebih sering tidur dirumah" singgung Teny yang melihat suaminya sedang menikmati asap rokok di balkon kamarnya.
"Gak usah mulai.. Jarang pulang salah,sekarang pulang terus masih salah juga ..Jadi maunya kamu gimana?" sinis Niki.
"Ya gak usah sinis mas,aku cuma heran aja"
Tak ingin melanjutkan pembicaraan yang menurutnya akan berakhir menjadi perdebatan,Niki memilih mematikan rokok nya dan beranjak dari balkon menuju tempat tidur. Ia memilih untuk memejamkan matanya meski dirasa sulit,selalu bayang-bayang Sandra yang ia lihat.
Sudah satu jam berlalu,ia sudah memposisikan tubuhnya ke segala arah mencari posisi nyaman untuk memejamkan matanya.Namun,semakin memaksa matanya untuk terpejam,justru malah membuat Niki semakin teringat pada Sandra. Seolah ABG yang sedang jatuh cinta.
Teny yang sedang membersihkan sisa make up di meja rias sedari tadi memperhatikan suami nya terlihat seperti gelisah. Tapi ia tak ingin bersuara,ia hanya bisa diam dan memperhatikan.
"Aaaarrgghhhh...." seketika Niki bangkit dari tidurnya dan mengacak rambut lalu mengusap mukanya.
Teny yang melihat tingkah suaminya lalu menghampirinya.
"Kenapa sih Mas?Sakit?" Teny memegang kening,leher dan dada Niki namun Niki menepisnya. "Terus kenapa?Ada masalah?" lanjut Teny.
Bukannya menjawab,Niki malah beranjak dari tempat tidur dan keluar dari kamar.Ia memilih untuk tidur di kamar tamu.
Sial...kenapa jadi kaya gini??Kenapa harus Sandra?Batin Niki.
Ia baru bisa memejamkan matanya saat menjelang waktu shubuh.
##############
Tak terasa sudah hari libur, Sandra sudah tiga hari tidak masuk kerja. Hari ini Niki bermaksud untuk datang ke rumah Sandra.
Namun saat sedang sarapan, anaknya meminta Niki menemaninya membeli mainan baru dan Niki tidak punya pilihan lain. Terlebih saat anaknya mengemis memohon padanya untuk bisa menemaninya,karena selama ini Niki sangat jarang berada di rumah apalagi menemani anaknya bermain.
__ADS_1
Dengan terpaksa Niki menghabiskan waktu dengan menemani anaknya bermain di mall seharian.
Anaknya terlihat senang bisa menghabiskan waktu dengan ayahnya, Namun tidak demikian dengan Niki. Raganya memang bersama dengan anak dan istrinya di mall. Tapi pikirannya berlarian entah kemana.
"Ayah ... Ayo main bareng kita" ajak Rizal yang tak lain adalah nama anaknya yang sedang bermain Dance bersama ibunya.
"Ayah cari minuman dulu ya, kamu main bareng Bunda dulu" Niki berlalu menuju sebuah food court membeli minuman untuk mereka bertiga.
"Bun,Ayah gak seneng ya main sama kita?"Rizal bertanya pada Teny dengan muka murung.
"Ayah seneng ko bisa main sama kita,tapi tadi pagi Ayah bilang sama Bunda kalo Ayah lagi gak enak badan. Jadi Ayah murung" Teny mencoba memberi pengertian pada Rizal agar ia tak berprasangka buruk pada Ayahnya.
"Berarti aku tadi maksa Ayah ya Bun? Kalo sakit kan Ayah harusnya istirahat ya Bun?" Rizal mulai merasa bersalah karena telah memaksa Ayahnya untuk menemaninya bermain.
"Nggak ko sayang.. Kamu jangan ngerasa bersalah ya, Ayah seneng ko kalo bisa nemenin kita main disini" Teny tak henti menjaga nama baik sang Ayah dimata anaknya.
Meskipun Teny tahu bahwa betul saat ini Niki sedang tidak ingin berada di kondisi seperti ini. Teny paham bahwa pikirnya entah berada dimana.
Tanpa disadari, Niki sedari tadi mendengarkan obrolan anak dan istrinya. Pikirannya semakin berlarian, istri yang selama ini tidak dianggap sama sekali keberadaanya,justru malah menjaga nama baiknya di mata anaknya.
"Ayah .. Kata Bunda Ayah lagi gak enak badan ya? Maafin aku ya Ayah.." Rizal memeluk kaki Niki dan menundukan wajahnya.
"Ayah udah sembuh ko" ujar Niki.
Rizal memegang kening dan leher Ayahnya, meniru Bundanya kala ia sedang tak enak badan.
"Iya,badan Ayah gak panas" tambah Rizal.
"Udah puas mainnya?" tanya Niki.
"Udah Ayah, perut aku laper .. Boleh kita makan dulu gak Ayah?" rengek Rizal.
"Boleh dong .. Mau makan apa jagoan Ayah?" balas Niki.
"Kentucky ..."
__ADS_1
"Oke...."
Mereka bertiga berlalu mencari tempak makanan yang dimaksud. Senyum manis dikembangkan oleh Teny melihat Niki menggendong Rizal.
Semangat Rizal tak dapat terkalahkan oleh apapun ketika dia bisa bersama dengan Ayahnya karena itu adalah suatu hal yang sangat sulit. Bundanya selalu menjelaskan bahwa Ayahnya bekerja untuk memenuhi kebutuhannya.Dan Rizal mengerti akan penjelasan Teny.
###########
Setelah selesai seharian penuh menghabiskan waktu dengan Rizal dan Teny,
Niki bermaksud untuk merendam tubuhnya dalam bath tub di kamar mandi kamarnya.
Namun saat ia hendak mengambil handuk, Teny menghampirinya.
"Mas .. Makasih kamu udah mau nemenin Rizal seharian ini" ujar Teny.
"Gak usah bilang makasih, aku minta maaf karena gak bisa jadi Ayah seperti yang lainnya. Gak bisa selalu nemenin kalian sepanjang waktu"
Niki mengambil handuknya dan masuk ke dalam kamar mandi.Saat akan menutup pintu kamar mandi, Teny mendorongnya dan mengikuti Niki masuk ke dalam kamar mandi.
"Mas ...." Teny memeluk erat tubuh Niki.
Dengan ragu Niki membalas pelukannya, membelai rambutnya. "Ada apa?" tanya Niki.
Teny tak menjawab pertanyaan Niki, Malam itu ia seperti hanyut dalam perasaannya.Teny melupakan sekejap semua luka yang ia rasa.
Meski heran dengan sikap istrinya yang tiba-tiba,namun Niki menikmati setiap perlakuan Teny.
Teny membukakan baju Niki perlahan dan menanggalkannya. Ia mengisi bath tub dengan air hangat dan menambahkan aroma therapy ke dalamnya.Teny mencumbui Niki dengan lembut dan dibalas baik oleh Niki.
Mereka berendam dan mandi bersama. Malam itu Teny seperti mendapatkan kekuatan untuk memperlakukan suaminya dengan baik. Setelah sekian lama, Teny baru dapat menuntaskan hasrat suaminya.
Teny berfikir ingin memulai lembaran baru dengan suaminya,ia ingin menutup semua luka lama dan melupakannya.
Berkali-kali mereka melakukannya pada malam itu.Namun perasaan Niki sudah berbeda,Ia menganggap sama saja seperti wanita lain yang sedang ia tiduri. Sudah tak ada lagi ruang yang spesial dalam hatinya bagi Teny.
__ADS_1
Selama ini, Hanya Rizal yang menjadi alasan untuk mereka tidak bercerai. Terlebih saat ini perasaan Niki pada Sandra sudah begitu dalam. Justru akhir-akhir ini Niki sedang mencari waktu yang tepat untuk menjelaskan pada Teny.
Bersambung 💕