
Malam semakin larut, sudah masuk waktu dini hari. Niki dan Teny belum juga tertidur setelah melaksanakan aktivitasnya di atas ranjang.
Teny melayani Niki dengan sangat baik,seperti pengantin baru.Ia benar-benar ingin memperbaiki hubungan dengan suaminya.
"Ada apa sama kamu?Kenapa tiba-tiba kamu berubah seperti ini?" tanya Niki heran dengan posisi setengah duduk dan Teny masih bersandar di dadanya.
"Dimana salahnya seorang istri ingin bermanja dengan suaminya?" elak Teny.
"Gak ada yang salah, Mas hanya heran aja. Selama ini kan kamu ...." ucapan Niki terpotong oleh jawaban Teny.
"Mas ..Tolong .. Aku pengen memulai semuanya,memperbaiki rumah tangga kita.Aku minta maaf selama ini udah jadi istri yang jauh dari kata baik,gak bisa melayani Mas sepenuhnya" sedu Teny.
Tapi semua terlambat sayang .. Aku gak mungkin lagi melanjutkan semuanya dengan kamu,hati dan pikiran aku gak bisa lagi ada di rumah ini, lirih niki dalam hatinya.
"Kenapa bengong Mas? Memang salah aku pengen perbaiki semuanya?" tambah Teny.
Niki hanya mengecup kepala Teny dan menurunkan badannya hingga terbaring di atas ranjang.
"Udah malem,aku tidur duluan ya" kata Niki.
Merekapun memejamkan mata,Teny memeluk Niki dengan erat seolah tak ingin kehilangan.
Niki Membalikan badannya,memastikan istrinya sudah terlelap. Ia memandangi wajahnya dengan seksama.
Kenapa baru sekarang kamu menyesalinya?Kenapa baru sekarang kamu berniat ingin memperbaiki rumah tangga kita?Aku gak mungkin menduakan kalian,maafin aku gak bisa memenuhi permintaan kamu. Aku harap kamu ngerti dengan semua ini,bisiknya dalam hati.
Niki mengusap wajahnya dan mencium keningnya cukup lama.
Pagi hari ....
Teny bangun lebih awal, tidak seperti biasanya,kali ini ia menyiapkan sarapan untuk suaminya.Suasana pagi itu seperti berbunga-bunga bagi Teny dan Rizal, tapi tidak bagi Niki. Meski Niki masih bisa menutupi sikap dinginnya.
Saat Niki keluar kamar dan menuruni tangga, Rizal Menghampiri dan menarik tangan Niki.
"Ayah,ayo sarapan bareng ! Bunda udah buatin kita nasi goreng yang enak loh" Rizal sangat senang bisa sarapan bersama Ayah dan Bundanya.
"Oya ? Ayo ..." meski heran, Niki mengiyakan ajakan anaknya.
Biasanya Niki sarapan di kantor yang sudah disiapkan oleh sekertaris atau ofice girl yang ada di kantornya.
Teny mengambilkan piring dan menyiapkan sarapan suaminya.
__ADS_1
"Aku seneng bisa sarapan sama Ayah dan Bunda" kata Rizal.
"Besok-besok Bunda masak lagi ya, biar kita bisa sarapan lagi" jawab Teny.
Pagi ini, Teny membawakan tas Niki dan mengantarkannya hingga ke garasi.
Di kantor, Niki lebih banyak berdiam diri. Ia memikirkan bagaimana caranya agar tidak melukai hati istrinya. Ia berusaha keras mencari celah dalam hatinya untuk bisa ditempati oleh Teny,namun nihil. Seluruh hati dan pikirannya masih saja tertuju pada Sandra.
Niki mengingat bagaimana ia dan Teny pertama kali bertemu,bagaimana indahnya saat ia pertama berumah tangga,bagaimana bersikerasnya ia ingin menikahi Teny,mengingat betapa indahnya perjalanan cinta mereka hingga memiliki seorang putra dan bisa memiliki perusahaan seperti sekarang yang ia dapat ia bangun berkat dukungan sang istri.Namun tetap saja semua itu tak dapat membuka kembali hatinya untuk Teny.Masih saja nama Sandra yang melintasi pikirannya.
Tling ...
Tanda email masuk berdering di laptopnya.Setelah dibuka,ternyata surat pengunduran diri dari Sandra.
Seketika ia meraih handphonenya dan mencoba menelpon Sandra namun nomornya tidak aktif.Setelah lama,ia baru ingat kalau keluarganya terkenal,pasti nomor telepon rumahnya mudah dicari. Niki mencari nomor telepon rumahnya hingga dapat dan kemudian menelponnya dengan nomor kantor.
"Hallo .." jawab Bi Kokom.
"Hallo selamat siang, dengan kediaman Mahardika?" kata Niki.
"Iya betul,ini dari mana ya?Dan mau ke siapa?" Bi Kokom.
"Saya Niki pradipta dari PT. XXX ..Bisa bicara dengan Sandra Mahardika?"
"Bilang aja saya nelpon ya Bi,Terimakasih .."
Sebenarnya Sandra berada di samping Bi Kokom, ia sengaja meminta Bi Kokom berbohong pada Niki.
"Makasih ya Bi " ujar Sandra pada Bi Kokom.
"Sama-sama Non" Bi Kokom berlalu pergi ke dapur meninggalkan Sandra.
Setelah itu,Sandra masuk kembali ke dalam kamar dan duduk di balkon. Ia melamunkan keputusannya. Sandra memilih untuk memulai kehidupan baru,meninggalkan semua yang sudah ia lewati sebelum semua terlambat.Sandra bermaksud akan mencari pekerjaan lain.
Tak terasa hari sudah terik,waktunya jam makan siang.Namun Sandra malah terlelap diatas sofa yang ada di balkon. Angin sepoy-sepoy membuat ia merasa nyaman hingga membuatnya terlelap.
Ketukan pintu Bi Kokom sama sekali tak terdengar oleh Sandra.
"Maaf Tuan,Non Sandra gak buka pintunya." kata Bi Kokom pada Irwan.
"Tapi dia di kamar kan?" tanya Irwan.
__ADS_1
"Iya Tuan,tadi Non Sandra masuk kamar belum kelihatan keluar lagi" Bi Kokom.
"Ya sudah biar saya coba ketuk pintunya."
Berkali-kali Irwan mengetuk pintunya sembari memanggil-manggil Sandra, namun tetap saja pintu kamarnya tak terbuka.
"Apa dia pergi ya?" pikir Irwan. "Tapi motor sama mobilnya ada di garasi" lanjutnya.
"Apa jangan-jangan dia pingsan di dalam?" Irwan terus saja bersangka-sangka.
Kekhawatiran mulai muncul dalam pikirannya.
"Bi Kokom, panggil Mang Asep kemari !" teriak Irwan.
Bi Kokom tergesa-gesa memanggil Mang Asep dan mereka menghampiri Irwan.
"Ada apa Tuan?" kata Mang Asep.
"Mang, tolong dobrak pintunya." perintah Irwan.
Tanpa menunggu lama Mang Asep mendobrak pintu dan akhirnya pintu terbuka. irwan menghambur ke dalam kamarnya mencari-cari Sandra,membuka pintu kamar mandi tapi tak menemukannya.
"Ko gak ada sih Bi?Tadi Bi Kokom bilang Sandra gak kemana-mana?" kesal Irwan.
"Iya Tuan,Bibi emang gak lihat Non Sandra keluar." ujar Bi Kokom.
"Tapi Mamang juga dari tadi diluar Tuan,gak lihat Non Sandra keluar" tambah Mang Asep.
Cukup lama Irwan berdiri di kamar Sandra,matanya mengitari seisi kamarnya. Angin besar membuat gorden balkon terbang hingga Irwan melihat tangan Sandra memeluk senderan sofa.
"Hhmm ... Sandra,Sandra...." Irwan tersenyum dan menggelengkan kepalanya melihat kelakuan anaknya.
Bi Kokom dan Mang Asep yang sedari tadi berdiri ikut tersenyum sembari menutup mulut melihatnya.
Irwan menghampiri Sandra.Melihatnya tidur dengan wajah lelah,Irwan tak berani membangunkannya. Ia menyelimutinya dan membiarkan Sandra tertidur di balkon.
"Kalo gitu Bi Kokom permisi ke dapur lagi ya Tuan," ujar Bi Kokom.
"Mang Asep juga mau ke depan lagi Tuan" sambung Mang Asep.
Irwan hanya mengangguki. Iapun meninggalkan Sandra dan keluar dari kamarnya membiarkan Sandra tertidur.
__ADS_1
Bersambung 💕